#CeritaTripKeDerawan (part 1): Derawan yang Memang Masih Menawan (1)

Posted on Updated on


Panorama Pulau Derawan
Panorama Pulau Derawan

Piknik dulu bro ben ora edan

Tiga hari cukup

Cerita kali ini terasa berbeda…

Derawan, sebuah tempat yang menjadi tujuan favorit wisata bahari di negeri ini bagi sebagian banyak penggemar jalan-jalan, dan bagi saya Derawan merupakan sebuah tempat yang masuk dalam daftar untuk didatangi tahun ini dan Alhamdulillah bisa sampai ditempat ini dalam rangka mengisi #LiburanMerdeka kali ini, padahal mah pelarian aslinya #eh. Trip kali ini gak cuma di pulau Derawan aja, kita juga mampir ke beberapa pulau yang biasa wara-wiri di socmed seperti pulau Maratua yang terkenal dengan resort di pantainya itu loh, lalu pulau Kakaban dengan danau yang terdapat ubur-ubur tanpa sengat (stingless jellyfish), dan terakhir pulau Sangalaki yang terkenal dengan Manta sebab kalau waktunya pas bakal nemu banyak mantan disini. Okey, here we go!.

Setelah sebelumnya mencari info tentang ke Derawan ini dan coba-coba cari trip yang sharecost namun gak nemu jadwal yang pas, jadi kali ini ikutan lagi sama si Travollution. Perjalanan dimulai hari Sabtu 15 Agustus 2015 dengan pesawat jam 5.25 pagi naik singa terbang. Sampai di Bandara jam 4 pagi rupanya sudah ada beberapa kawan di Gate 10 terminal 1A, tak lama kemudian kita masuk pesawat untuk segera terbang dan mari saatnya tidur lagi:mrgreen:. Setelah tidur dan melewati lautan gumpalan awan putih di langit akhirnya kami tiba di Bandara Internasional Juwata Tarakan sekitar jam 09.15 WITA. Selepas itulah saya berkenalan dengan beberapa teman seperjalanan yang banyak ajaibnya dan bakalan serumah nanti #ciye, sambil menunggu bus jemputan datang untuk membawa rombongan keliling kota Tarakan dan juga menunggu 5 teman yang baru akan tiba jam 1 siang nanti karena berbeda pesawat.

Setelah perut kenyang akibat bakso Super, eh iya di Tarakan ada bakso solo enak broh! dan akhirnya 5 orang teman kami tiba dengan telat karena yaa you know lha kalau singa terbang itu rajin telatnya, langsung saja kembali menaiki bus yang dikemudikan pak Amir dari Dispemkot Tarakan ini menuju pelabuhan Tengkayu, cepet kok gak sampai 20 menit dari bandara sudah sampai. Nah dari sini kita akan menyebrang sekama kurang lebih 3 jam dengan menggunakan speedboat berkapasitas 20-24 orang. Saran aja nih ya kalau kalian ke Derawan menyebrang dari Tarakan ini pasti kebanyakan menggunakan speedboat dan usahakan pilih duduk di bagian belakang, memang sekilas duduk di bagian sekitar depan terasa enak, tapi lihat saja nanti hempasan ombak sepanjang perjalanan bakal bikin kalian ngejedag- jedug sampai kepentok dan juga agak terasa pengap, sementara di bagian belakang seperti saya asyik menikmati perjalanan sambil ngemil biskuit:mrgreen:.

Gapura Selamat Datang
Gapura Selamat Datang
Penginapan di Derawan
Penginapan di Derawan

Setelah sekitar 3 jam terhempas didalam speedboat diatas lautan lepas #ciaelah bahasanya terlihat juga pulau Derawan yang kami tuju, ditandai dengan khas penginapan apung diatas laut yang menjadi ciri khas pulau ini, yeah akhirnya kami sampai juga di Derawan yang katanya menawan ini sekitar pukul 5 lebih 20 menit, masih terang dan sunset sudah menampakan pesonanya. Setelah turun dari speedboat kami langsung beranjak ke penginapan, penginapan kami bukan diatas laut tersebut, penuh semua bro, tapi ya di dekat dermaga, lumayan lah apalagi didepan penginapan kita ini menginap pula bule-bule bohay sekeluarga, kan asik bisa liat cewe bule bikinian sambil duduk membaca buku #halah. Penginapan disini rata-rata sudah menggunakan AC dan kamar mandi di dalam kok jadi tenang saja soal kebersihan, masih layak lah hehehe.  Setelah menaruh barang di kamar, saatnya main di dermaga dikala sunset mempesona. Di dermaga utama ini banyak juga ternyata yang memburu sunset ataupun sekedar berfoto bersama ber-wefie ria, lucu lucu loh apalagi yang lagi foto tuh #eh. Angin di dermaga ini lumayan kencang karena agak jauh dari garis pantai, deburan arus laut yang terlihat jernih dengan warna bias kehijauan membuat siapaun betah untuk nongkrong di dermaga sambil galau menikmati sore. Beberapa teman bilang kalau sunset dan sunrise di derawan ini cantik, seperti yang saya lihat, cantik memang apalagi yang itu tuh lagi foto-foto #gagalfokuslagi:mrgreen:. Malas mengeluarkan kamera, saya hanya memfoto 2 kali saja, karena sunset disini cepat sekali tertutup awan, saya pun lebih menikmati suasananya diatas dermaga ini. Oia, kalau ingin mengambil foto sunset dari dermaga Derawan ini baiknya sekitar jam 17.30 sampai jam 17.50 waktu setempat, karena setelah jam 18.00 waktu setempat walaupun masih terang tapi mataharinya sudah tertutup awan, atau memang saya kurang beruntung? ah syudahlah, saya menikmati berada di pulau yang menawan ini.

11875083_423508817835331_7723943079895224018_o
Foto by: Hafiz Travollution
Sunset dari atas dermaga pulau Derawan
Sunset dari atas dermaga pulau Derawan

Malam telah tiba, setelah berkeliling di jalan tengah pulau yang agak mirip dengan pasar malem hehehe karena penduduk disana juga menjajakan oleh-oleh seperti pernak-pernik yang menurut saya biasa saja dan tentunya batu akik khas kalimantan:mrgreen:. Beberapa warung makan juga tampak ramai malam itu. Kurang puas berkeliling, bareng teman seperjalanan saya mencoba ke dermaga, sesuatu yang nampaknya asik dilakukan kala malam hari sambil melihat taburan bintang di langit yang juga menampakan wilkyway nya malam itu. di Dermaga ternyata ada juga yang mancing ikan, selain itu ada juga beberapa diantaranya melakukan sesi fotografi dengan memotret milkyway dengan kamera DSLR-nya, keren hasilnya setelah saya ikut nimbrung melihat foto dan teknik pengambilan gambarnya. Kurang lebih 30 menit saya duduk berdiam sendiri diatas dermaga dan merasa cukup karena lama-kelamaan bisa-bisa malah masuk angin broh, walaupun masih mau duduk-duduk disini sembari entah memikirkan hal apa, saya menikmati malam itu. Okelah, saatnya balik ke penginapan, tidur dan mari kita beristirahat malam ini agar besok menikmati perjalanan.

Maratua, Kakaban, Sangalaki, kalian akan kudatangi satu persatu. —->>>#CeritaTripDerawan part 2 lanjut kemarih

2 thoughts on “#CeritaTripKeDerawan (part 1): Derawan yang Memang Masih Menawan (1)

    blognyamitra said:
    September 1, 2015 at 8:25 am

    Mantep cak, ane juga pingin kesini tp blom kesampaian. Kalo gak salah Pulau Derawan dulu sempat ingin dikembangkan jadi destinasi wisata unggulan dimana salah satu investornya adalah keluarga cendana namun keburu krisis (cmiiw).

    Like

      fajardinihari88 responded:
      September 8, 2015 at 9:57 am

      alhamdulillah ane ngumpulin cak, dan emang pengen kesini di tahun 2015. Sekarang pun jadi wisata bahari unggulan juga cak, selain Raja Ampat dan Anambas

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s