Ombak

Cerita dari Sawarna: Pesona Tanjung Layar

Posted on Updated on


My Redzzo at Tanjung Layar
My Redzzo at Tanjung Layar

Keesokan harinya saya terbangun tepat jam 5 pagi, ahh kulihat bro Bayu sedang mengambil air wudhu untuk subuhan, akupun menunggu giliran, setelah semua personil menunaikan ibadahnya, kami mengobrol sembari menikmati pagi itu, pak terasa sudah hampir jam 6 pagi dan langit sudah terang, tak mau kehilangan momen dan waktu yang terbatas, kami menuju ke bawah untuk memanaskan motor dan langsung menuju Tanjung Layar, jalanan di sekitar menuju Tanjung Layar becek dan agak sedikit berlumpur pasir pantai karena semaleman diguyur hujan, tapi ada banyak bagian yang aman untuk dilewati, tetep asik pokoknya.

The Motors
The Motors
Mari berpose :D
Mari berpose 😀
The Motors
The Motors

Tiba di Tanjung Layar, saya kembali terpesona akan keindahan ciptaan Sang Khalik, luar biasa, dua karang besar yang seakan menjadi simbol pantai Sawarna sekarang tepat berada di depan mata. Langsung kami berebut cari posisi yang bagus untuk menempatkan motor kami dengan latarbelakang karang Tanjung Layar, sialnya karena motor saya lumayan berat jadi agak susah parkir dan dapet spot sisa, nasib :mrgreen: . Setelah motor diparkir dengan kokoh, para personil dengan kamera masing-masing memfoto objek motornya loh, saya pun ikut ingin memfoto motor saya, merogoh kantong dan “haiyahh lupa kalo hp lagi di charge di kamar” , berhubung ada bro Aan saya pun meminjam kamera bro Aan dan bro Bayu ihihihihihi. Sejenak memandangi keadaan sekitar, rasanya tenang, damai palagi dengan deburan-deburan ombak yang mengantam karang panjang yang ada di belakang dua karang utama yang besar tersebut, dan udaranya pun masih sejuk walaupun sinar matahari di sisi timur sudah naik.

Seakan penasaran dengan dua karang yang menjulang dan melihat banyak pengunjung lain bisa nyebrang hingga ke karang tersebut , kami pun memutuskan menyebrang menuju dua karang berbentuk layar, keren euy kita serasa nyebrangin laut loh, airnya dingin, jernih banget, pagi itu air pada saat kami menyebrang hanya sampai sedikit diatas lutut kami, sesekali agak sampai ke paha, seru!.

Para Sahabatku
Para Sahabatku
Nyebrang laut euy
Nyebrang laut euy hihihihi
Nyebrang laut :p
Nyebrang laut :p

Sampai di depan bagian dua karang Tanjung Layar persis Read the rest of this entry »

Advertisements

Cerita dari Sawarna: Pesona Pantai Sawarna

Posted on Updated on


Sawarna!
Sawarna!

Setelah melewati jembatan gantung, kami langsung menuju tempat penginapan yang akan kami tempati hingga besok, pilihan kami ialah penginapan Java Beach Vilage dengan bangunan yang paling mencolok, karena berlantai dua dan dengan gaya cukup modern dibanding penginapan/homestay sekitar dan halaman untuk parkirnya enak dan luas. Setelah deal bahwa kami akan menempati penginapan ini dengan harga Rp 135.000/orang, kami mencoba untuk menyusuri pantai Sawarna, mungkin namanya Pantai Pasir Putih Ciantir kali yah, lupa saya juga. Agak sableng emang siang-siang tengah hari jam 11-an malah ke pantai, tujuannya sih cuman buat survey spot-spot lokasi bagus yang enak buat foto aja sekaligus menghilangkan rasa penasaran karena katanya pantai Sawarna yang masih bersih dan indah dipandang. Dari penginapan dan perkampungan/homestay yang ada di desa Sawarna tidak terlalu jauh sebenernya, yah mungkin (mungkin loh yah) sekitar 500 meter lah, tapi kami tetap menuju kesana menggunakan motor hahahaha.

Pertama masuk areal pantai ada Gapura yang terbuat dari bambu dan jalan setapak yang sudah berupa conblock, kemudian jalan bercabang jika ke kanan menuju Pantai Pasir Putih Ciantir kalau ke kiri menuju Tanjung Layar, kami coba ke arah Tanjung Layar karena kalau ke pantai ditengah hari bolong begitu gak asoy euy hehehe :mrgreen: .Namun kami tidak sampai ke Tanjung Layarnya karena biar rasa penasaran akan eksotisme (tsaaahhh eksotisme bahasanye lebay dikit hihihihihi) Tanjung Layar biarlah memuncak pada sore harinya ketika sunset tiba. Akhirnya kami berhenti pada satu spot dimana pantainya sudah berupa karang-karang dan posisi kami kira-kira berada diantara Pantai Pasir Putih Ciantir dan Tanjung Layar, kebetulan spotnya cukup bagus dan adem karena ada pepohonan ribun, cocok lah untuk sejenak melepas lelah, jadi kami berhenti sembari beristirahat dan berfoto ala kadarnya. Sembari duduk istirahat saya terkesan dengan pesonanya, Subhanallah Maha Suci Allah dengan segala ciptaanNya, saya pun memandang indah pesisir pantai di Sawarna ini sebelah kanan hingga pantai yang dibatasi bukit serta ombak yang cukup besar namun indah memang memancarkan pesona tersendiri, teringat akan dialog di film 5cm! “Dunia ini sangat indah Tuhan, bantu kami menjaganya”.

and here we are!
and here we are!
hey you!
hey you!

Sawarna

Setelah puas menikmati panorama sekitaran gugusan pantai dan jernihnya air laut, kami beranjak untuk kembali menuju penginapan, karena perut sudah mulai terada lapar, harap maklum karena kami menempuh perjalanan cukup jauh yang Read the rest of this entry »