Kakaban

#CeritaTripKeDerawan (part 2): Maratua yang Mempesona, Kakaban yang Geregetan dan Sangalaki yang Bikin Mau Kemarih lagi

Posted on Updated on


Loncaaat! (Foto by: Hafiz Travollution)
Loncaaat! (Foto by: Hafiz Travollution)

Karena sesungguhnya minum kopi setelah subuh itu benar-benar nikmat

Mukadimah beberapa saat sebelum Adzan subuh bergema membuat saya terbangun, tak lama kemudian langsung bebersih dan bersiap ikut subuhan di sebuah surau yang menyatu dengan Taman Pendidikan Al-Quran di pulau ini. Setelah subuhan usai berbarengan dengan para traveller lainnya yang menuju ufuk timur untuk memburu sunrise, sementara saya memilih balik ke penginapan dan berfikir “besok sajalah lihat sunrisenya, nampaknya ngopi di teras pagi ini nikmat juga”. Kopi pun segera kuseduh dan kemudian lagu Everybody’s Changing dari Keane mengalun pelan di ponsel saya. Tak lama dari itu salah satu teman bangun dan menyuguhkan roti, wah paduan yang pas untuk menikmati pagi yang sejuk namun berangin ini.

Setelah menikmati pagi dan menyelesaikan sarapan, kami bersiap untuk hoping island ke 4 tempat diantaranya Pulau Gusungan, Pulau Maratua, Pulau Kakaban dan terakhir Pulau Sangalaki. Namun kami masih harus terhambat karena cuaca sedang tidak bersahabat pagi itu, bukan, bukan karena mendung atau hujan, namun angin dan arus laut cukup kencang sehingga menyurutkan kapten kapal untuk menuju ke 3 pulau tersebut, kapten menyarankan menunda hingga 1-2 jam, begitupun dengan kapal-kapal dan kapten dari rombongan lain juga menunda untuk berjalan. Memang apa yang kami lihat saat itu aangin dan arus laut di dermaga pulau Derawan saja sudah kencang, apalagi nanti menuju lautan lepas. Daripada bete ye kan, mending foto-foto lagi deh di dermaga hahaha. Nah, ketika lagi foto-foto di dermaga kapten kapal menawarkan agar ke  Gusungan dulu, gusungan ini seperti pulau di tengah lautan dengan hanya pasir yang timbul ketika air laut sedang agak surut, oke baiklah, nampaknya asik juga, jadilah kita rombongan pertama yang tiba di gusungan ini, yeah main air sesi pertama dimulai, tapi disini lebih bakalan banyak foto-foto sih, pemandangannya cakep, paduan pasir putih halus dengan laut biru kehijauan dan langit cerah membuat siapapun betah berada disini.

Setelah puas bermain dan berfoto disini dan arus laut sudah lumayan berkurang ditandai dengan mulai surutnya air di sekitar gusungan ini, kita langsung naik ke kapal dan menuju Pulau Maratua, yah walaupun sudah agak lumayan berkurang arusnya tetap saja ditengah perjalanan siapaun akan dibuat ciut nyali, hempasan ombak lebih dahsyat dari keberangkatan, disinilah kelihaian kapten kapal bermain, bagaimana melewati arus ombak, kapan harus melaju cepat dan kapan harus melambat serta bagaimana jalur yang harus diambil, lumayan bikin deg-deg serr dah. Namun ada hiburan ketika kami sudah mendekati pulau Maratua, tiba-tiba kapten kapal melambatkan laju dan di sebelah kanan rombongan lumba-lumba mengikuti kita loh, 2 ekor lumba-lumba meloncat-loncat berbarengan dan 1 ekor lumba-lumba meloncat tinggi seakan beratraksi didepan kita, wahahaha keren  euy. Setelah kurang lebih hampir satu jam perjalanan di laut, kami tiba juga di pulau Maratua katanya kalau arus normal dan tenang hanya 30 menit kurang dari Derawan menuju Maratua. Dari jauh sudah terlihat Maratua Paradise Resort yang terkenal itu looh, dengan bangunan diatas pantai dan menjorok ke laut dengan pemandangannya yang keren. Setelah merapat kami bersiap turun eh eh ternyata beberapa teman kami gatal untuk langsung nyemplung ke laut turunnya, saat kami merapat kedalaman sekitar 1,5 meter dan beberapa dari rombongan lain juga asyik snorkeling di laut yang bening itu.

Bertepatan dengan hari #LiburanMerdeka, Maratua Paradise Resort pun ramai saat itu, rupanya sebelum kami sudah ada beberapa kapal yang merapat, benar saja ketika naik ke atas dan masuk ke pekarangan, caelah pekarangan hehehe, lumayan ramai dan saat itu cukup terik, yeah summer still on! beberapa dari kita langsung berpencar mencari spot untuk, ya apalagi kalau bukan foto-foto, sementara saya dan beberapa teman menuju ke bagian dak depan resort yang mengadap ke laut lepas karena pemandangan disini benar-benar indah dan bisa bikin rileks, terbukti sampai ada yang curhat disini huahahaha :mrgreen: . Di Maratua Paradise Resort ini juga menyediakan kegiatan diving loh, mereka memiliki beberapa log/spot diving yang menarik, nah pada saat kita kesana ternyata bertepatan dengan kejadian turis yang hilang karena terseret arus saat diving jadi ya ramai dengan tim SAR dan juga beberapa penduduk setempat yang ikut turun mencari, terlepas dari kejadian tersebut marilah kita nikmati tempat ini, tempat yang cantik dengan paduan birunya laut dan langit serta pasir pantai yang putih. Kalau mau renang-renang lucu sambil snorkling juga bisa kok dan disini karena terhalang karang jadi cukup aman buat renang atau snorkeling di sekitar resort ini, saya sempat nyobain nyemplung di sekitar sini namun karena bawahnya masih pasir pantai ya kurang menarik walaupun ikannya lumayan wara-wiri loh. Sebelum melanjutkan nyebrang ke pulau sebelah yang sudah kelihatan, yaitu pulau Kakaban, kita makan siang dulu di atas resort ini, walaupun makannya ala kadarnya tapi pemandangan dan suasananya luar biasa. Nikmat sekali santai ditempat ini, terbukti kan ada yang curhat  ditempat seindah ini #ahay.

Maratua Paradise Resort

Gak pake lama, sekitar 10 menitan kita sudah sampai di Pulau Kakaban, tapi kita gak langsung merapat ke dermaga masuk pulau Kakaban, selain air masih surut yang kata kapten kapal sih menyusahkan kapal buat bersandar pada bahu dermaga. Yowiss, kita mah ikut aja dah, katanya sih Read the rest of this entry »

#CeritaTripKeDerawan (part 1): Derawan yang Memang Masih Menawan (1)

Posted on Updated on


Panorama Pulau Derawan
Panorama Pulau Derawan

Piknik dulu bro ben ora edan

Tiga hari cukup

Cerita kali ini terasa berbeda…

Derawan, sebuah tempat yang menjadi tujuan favorit wisata bahari di negeri ini bagi sebagian banyak penggemar jalan-jalan, dan bagi saya Derawan merupakan sebuah tempat yang masuk dalam daftar untuk didatangi tahun ini dan Alhamdulillah bisa sampai ditempat ini dalam rangka mengisi #LiburanMerdeka kali ini, padahal mah pelarian aslinya #eh. Trip kali ini gak cuma di pulau Derawan aja, kita juga mampir ke beberapa pulau yang biasa wara-wiri di socmed seperti pulau Maratua yang terkenal dengan resort di pantainya itu loh, lalu pulau Kakaban dengan danau yang terdapat ubur-ubur tanpa sengat (stingless jellyfish), dan terakhir pulau Sangalaki yang terkenal dengan Manta sebab kalau waktunya pas bakal nemu banyak mantan disini. Okey, here we go!.

Setelah sebelumnya mencari info tentang ke Derawan ini dan coba-coba cari trip yang sharecost namun gak nemu jadwal yang pas, jadi kali ini ikutan lagi sama si Travollution. Perjalanan dimulai hari Sabtu 15 Agustus 2015 dengan pesawat jam 5.25 pagi naik singa terbang. Sampai di Bandara jam 4 pagi rupanya sudah ada beberapa kawan di Gate 10 terminal 1A, tak lama kemudian kita masuk pesawat untuk segera terbang dan mari saatnya tidur lagi :mrgreen:. Setelah tidur dan melewati lautan gumpalan awan putih di langit akhirnya kami tiba di Bandara Internasional Juwata Tarakan sekitar jam 09.15 WITA. Selepas itulah saya berkenalan dengan beberapa teman seperjalanan yang banyak ajaibnya dan bakalan serumah nanti #ciye, sambil menunggu bus jemputan datang untuk membawa rombongan keliling kota Tarakan dan juga menunggu 5 teman yang baru akan tiba jam 1 siang nanti karena berbeda pesawat.

Setelah perut kenyang akibat bakso Super, eh iya di Tarakan ada bakso solo enak broh! dan akhirnya 5 orang teman kami tiba dengan telat karena yaa you know lha kalau singa terbang itu rajin telatnya, langsung saja kembali menaiki bus yang dikemudikan pak Amir dari Dispemkot Tarakan ini menuju pelabuhan Tengkayu, cepet kok gak sampai 20 menit dari bandara sudah sampai. Nah dari sini kita akan menyebrang sekama kurang lebih 3 jam dengan menggunakan speedboat berkapasitas 20-24 orang. Saran aja nih ya kalau kalian ke Derawan menyebrang dari Tarakan ini pasti kebanyakan menggunakan speedboat dan usahakan pilih duduk di bagian belakang, memang sekilas duduk di bagian sekitar depan terasa enak, tapi lihat saja nanti hempasan ombak sepanjang perjalanan bakal bikin kalian ngejedag- jedug sampai kepentok dan juga agak terasa pengap, sementara di bagian belakang Read the rest of this entry »