kecelakaan

Petugas Delivery Order (memang) Berani Mati

Posted on


Jalanan Gatot Subroto tampak ramai siang itu, saya bermaksud mengambil ke kanan untuk masuk ke terminal Cimone dan kemudian menuju Perumnas 2, hanya saja pas belok saya sudah setengah jalan tetiba dari arah berlawanan tampak sebuah motor bebek berbox dengan logo sebuah resto makanan cepat saji ngebut, hampir mengantam ban depan saya, saya berhenti, eh lah dalah si petugas delivery order resto makanan cepat saji itu pun hanya senyum sinis dan kembali meliuk-liukan motornya di tengah keramaian.

Sinting! itu yang sempat saya umpat kesal terhadap kelakuan petugas delivery order yang begitu membahayakan, dengan helm fullface seadanya tanpa dikancingkan, tanpa menggunakan gloves (sarung tangan) dan dengan cara mengemudikan motor yang bagi saya berbahaya dan membahayakan orang lain demi tercapainya orderan sajian cepat saji tersebut di tangan pelanggan.

Penampakan Petugas Delivery Order Siap antar!!! (foto hanya ilustrasi)

Dilematis memang, kita ingin agar mereka lebih berhati-hati dan tidak ngebut dijalanan atau dalam artian santun dijalanan tidak tersgesa-gesa, akan tetapi disatu sisi lainnya petugas delivery order ini juga diburu waktu agar pesanan sampai ke tangan pelanggan kurang dari waktu yang telah ditentukan, jika lewat maka akan mungkin si petugas delivery order tersebut akan kena sanksi. Lalu apakah para manajemen resto makanan cepat saji itu telah memberikan pelatihan atau pemahaman berkendara kepada para petugas delivery orderya?Apakah manajemen juga menyadari resiko para petugas dengan cara berkendara yang membahayakan itu?Jika sudah mungkin tinggal kesadaran dari pihak petugas itu sendiri mau bertindak bagaimana di jalan ketika mengantarkan pesanan. Namun jika tidak, maka manajemen menurut pemikiran saya telah mengorbankan petugas untuk “bertarung di jalanan” tanpa bekal amunisi.  Padahal demi kepuasan konsumen lah, para petugas delivery order ini memacu motornya berburu dengan waktu agar sesegera mungkin untuk tiba ditempat tujuan.

Ironi memang, dengan fakta bawha pemotor merupakan korban kecelakaan paling banyak di jalan raya terus bertambah, dan kini para petugas delivery order dengan cara berkendara yang sradak sruduk, zig-zag, memang siap berkorban demi sebuah waktu, mahal memang apa yang harus dikorbankan dan sepertinya pekerjaan tersebut dituntut untuk berani melakukan manuver di jalan raya demi memangkas waktu. Miris rasanya jika sampai saya terpaksa bilang Petugas Delivery Order (memang) berani mati.

Advertisements

Waspada Terhadap Tutup Saluran Air dari Besi

Posted on


Bagi para pemotor pasti sering menemui tutupan saluran air, ada yang berupa tutup gundukan dari beton ataupun dari besi, nah biaanya kita sering menghindar ketika menghadapi handicap seperti ini, karena pemotor kebanyakan sudah tau, kalau tinggi tutup saluran air pasti tidak sama dengan badan jalan, ada yang ketinggian dan ada pula yang kependekan, tak pelak seringkali juga kecelakaan terjadi akibat handicap ini dan kurang sigapnya pemotor melewati hal tersebut.

Contoh tutup saluran air. (Foto: semarang.indonetwork.co.id)

Saya pernah mengalami hal buruk terhadap tutup saluran air yang terbuat dari besi baik itu teralis ataupun lempengan tebal (biasanya buat nutup pekerjaan sementara). Ketika itu saya berkendara dalam keadaan cuaca hujan deras, begitu sampai di kawasan Dukuh Bawah dimana terdapat bagian penyambung saluran air di underpass dukuh bawah saya dan motor agak oleng dan sempat ngesot, beruntung tidak terjatuh namun yang terjadi setelah itu .. loh ban belakang geal geol dan… oh damn!! seketika Read the rest of this entry »

Akibat Lengah, Brruuukkkk Seketika.

Posted on


Kejadian ini terjadi pada sore hari ketika sedang dalam perjalanan pulang. Bukan saya yang mengalami, tapi salah seorang pengendara motor yang kebetulan sama-sama melintas dijalur yang sama, dijalan Daan Mogot menuju Tangerang. Seperti biasa, lalu lintas sore hari disepanjang jalan Daan Mogot mulai dari lepas perempatan Grogol sampai Tanah Tinggi kota Tangerang ramai lancar dipadati berbagai macam jenis kendaraan, mulai dari sepeda, sepeda motor sampai truk tronton pun masih ada yang lewat, tak heran frekuensi kecelakaan disepanjang jalan ini cukup tinggi, perbandingannya misalnya setiap hari saya pasti melihat kecelakaan, entah itu kecelakaan ringan ataupun berat di jalan tersebut.

Ilustrasi.

Kali ini, kecelakaan ringan menimpa seorang pengendara motor, di sekitaran plang Selamat Datang Kota Tangerang terdapat 2 putaran jalan yang biasa digunakan kendaraan untuk berputar arah dari kedua jalur tersebut, kebetulan saya berada di belakang si pengendara motor tersebut, kejadiannya begitu cepat, hampir semua yang ada melakukan pengereman mendadak, kemudian saya melihat ke depan rupanya si pengendara motor itu menabrak mobil, untungnya tidak terlalu parah, mobil yang ditabraknya hanya pengalami pecah dibagian mika sein kiri belakang, sementara pengendara motor jatuh karena setelah melakukan pengereman dan menabrak pelan dia tidak bisa menjaga keseimbangan saat berhenti. Dengan sigap pengendara motor itu bangun dan mendirikan motornya dibantu beberapa pengendara lain termasuk saya, kemudian pengendara motor tersebut menghampiri si pengemudi mobil dan berbincang tanpa ada saling ngotot siapa yang benar siapa yang salah, tak lama kemudian keduanya bertukar kontak nomor telepon dan pengemudi mobil pun bersalaman sambil melanjutkan perjalanannya. Saya coba bertanya kepada si pengendara itu:

Saya: “Kenapa mas tadi, kok bisa nabrak?ngantuk apa gimana”

PM: “saya ngga ngantuk mas, tapi saya lengah mas, kurang sigap melihat mobil itu tiba-tiba memutar arah dari jalur berlawanan dan dia juga tidak memberi sein sama sekali, makanya tadi kita bicara baik-baik dan kerusakan bisa dibicarakan selanjutnya”

Mendengar pernyataan pengendara motor tersebut, saya pun memilih istirahat sejenak sambil menyeruput minuman segar, mencoba menyegarkan dan memulihkan kembali pandangan pikiran dan badan, benar apa yang sering dikatakan eyang Edo Rusyanto, lengah merupakan salah satu faktor penyebab kecelakaan dijalan. Nggak mau kan kecelakaan karena lengah yang sepele itu, maka dari itu konsentrasilah sepanjang perjalanan, ingat keluarga menunggu kita tiba dengan selamat dirumah.

Mengantuk Saat Berkendara? Segera Menepi dan istirahat!!

Posted on


Ini serius!!, banyak banget para pengemudi roda 4 ataupun roda 2 yang menyepelekan masalah mengantuk ketika sedang berkendara, mungkin karena kelelahan akibat bekerja atau bisa jadi hal lain, tapi yang nggak gue habis pikir ternyata memang banyak banget orang – orang yang seakan untuk terus memaksakan diri mengemudikan kendarannya dikala orang tersebut tahu bahwa rasa kantuk melanda.

Tahukah anda ketika mengantuk dan hilang konsentrasi sedetik pun anda dalam bahaya?bahkan bukan anda saja, tapi pengguna jalan lain pun sama dalam ancaman bahayanya akibat hilangnya konsentrasi karena mengantuk. Beberapa teman yang gue konfirmasi hal ini mereka mencoba melakukan jawaban bantahan dengan berbagai alasan, seperti berjalan dengan pelan, atau mendengarkan musik. Cuma bagi gue itu bukan jawaban yang sebenarnya, bahkan efek mengantuk pada pengendara roda 2 dan pengendara roda 4 pun berbeda, tetapi bahayanya jelas sama, misal pengendara roda 2 ketika ia hilang konsentrasi karena mengantuk bisa menyebabkan motor oleng, langsung jatuh bahkan seringkali berakhir mengenaskan dengan meregang nyawa dijalan.

Lalu bagaimana mensiasatinya, pada saat mengantuk bagi gue masih ada hal-hal yang bisa ditolerir, yang mana tahap mengantuk pertama ini kita masih sadar dan masih bisa mengendalikan kendaraan, sebaiknya hal ini diwaspadai, dan Read the rest of this entry »

Sehabis digali, ya ditutup lagi dong pak..

Posted on Updated on


Sejak akhir tahun dan juga awal tahun kemarin, tiba – tiba diseputaran Menteng, Kuningan dan sekitarnya, mendadak ada pekerjaan galian kabel, entah kabel apaan tau yang dipasang, apa cuman buat menghabiskan anggaran supaya bisa dibilang memperbesar ‘penyerapan anggaran’.

Read the rest of this entry »

Ketika si Taksi dibelakang si Mercy

Posted on Updated on


Taksi yang tidak sengaja menyudul mercy, Lokasi : Depan taman Suropati Menteng Jakarta Pusat

Siang kemarin (29/03/2011) ada sedikit insiden ketika gw beranjak keluar kantor, baru nyampe gerbang, ehhh ngeliat ada 2 kendaraan sedan merapat di pinggiran trotoar jalan, rupanya 1 sedan mercy hitam dan sebuah armada taksi kuning sedang terlibat polemik.

Read the rest of this entry »

UU No.22 Tahun 2009 Terancam Gagal

Posted on Updated on


[COPAS  FROM DETIK.COM]

Implementasi Undang Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) berpotensi gagal. Kegagalan akan berbuah ketidaknyamanan lalu lintas jalan yang bahkan berdampak luas. Mulai dari kerugian finansial akibat pemborosan energi bahan bakar minyak (BBM) hingga kecelakaan lalu lintas jalan.

“Faktor penyebab kegagalan di antaranya adalah ketidakkonsistenan petugas keamanan di jalan untuk menegakkan aturan,” tutur Rio Octaviano, ketua Road Safety Association (RSA), di Jakarta, Selasa (11/5).

Ia mencontohkan, tidak konsistennya penegak hukum atas peraturan kewajiban menyalakan lampu utama oleh para pengendara sepeda motor atau larangan untuk tidak boleh menggunakan bahu jalan untuk mendahului.

Faktor lain adalah masih rendahnya kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di jalan. “Masih banyak mentalitas mencari jalan pintas sehingga lihat saja ada yang menerbas lampu merah atau sepeda motor melintas di trotoar, hanya demi mengejar waktu,” tegas Rio.

Rendahnya disiplin pengguna jalan hampir menyerang seluruh moda transportasi. Mulai dari pengendara sepeda motor, mobil pribadi, hingga pengemudi angkutan umum. “Sudah demikian rumit, karena itu butuh ketegasan aparat penegak hukum untuk membuat lalu lintas menjadi nyaman, aman, dan selamat,” harap dia.

Ketidaknyamanan lalu lintas jalan sudah meminta ratusan ribu korban jiwa. ”Hingga saat ini, setidaknya sudah lebih dari 218 ribu korban jiwa dan ratusan ribu lainnya korban luka ringan dan luka berat,” tambah Edo Rusyanto, ketua Divisi Litbang RSA.

Ia menuturkan, dampak kecelakaan terhadap para keluarga korban juga amat signifikan. Keluarga yang ditinggalkan bakal memikul beban ekonomi yang lebih berat, terlebih jika sang korban adalah tiang ekonomi keluarga. “Di sisi lain, biaya untuk pengobatan di rumah sakit tidaklah ringan,” kata Edo.

Aturan Pelaksana

Menurut Rio, ada aspek lain yang memungkinkan UU No 22/2009 berpotensi gagal di lapangan. “Perlu aturan pelaksana yang jelas dan sosialisasi yang massif agar masyarakat memahami aturan lalu lintas jalan,” tegas Rio.

Dia mencontohkan, pentingnya aturan yang detail mengenai berapa decibel tingkat kebisingan yang dimaksud dalam UU No 22/2009. Lalu, kata dia, perlu dipertegas aturan mengenai konvoi kendaraan di jalan. ”Selain harus jelas, libatkan suara masyarakat pengguna jalan dalam penyusunan peraturan pelaksana UU tersebut,” harap Rio.

Tanpa melibatkan suara pengguna jalan, tegas dia, aturan yang dibuat pemerintah bakal tidak efektif. Potensi benturan bakal terbuka luas. Repotnya, kata Rio, benturan itu bisa antara pengguna jalan atau dengan aparat penegak hukum di jalan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Freddy Numberi menyatakan, pemerintah akan merampungkan peraturan pemerintah (PP) untuk UU No 22/2009 sebelum Juni 2010. Aturan pelaksana itu menjadi strategis untuk menopang implementasi UU tersebut agar berjalan mulus untuk mewujudkan lalu lintas yang aman, nyaman, dan selamat.

sumber : detik.com