Tips dan Trik

Bohlam Philips M5 25/25

Posted on Updated on


Setiap parts dengan berbagai macam merk/brand yang berbeda-beda tentunya memiliki keunggulan yang berbeda pula, nah ini pula kenapa saya pernah ngotot banget buat nyari dan dapetin sebuah benda cilik seharga 26 ribu rupiah yaitu bohlam lampu depan Philips M5 25/25 1 kaki. Yang jelas selama saya pakai ini bohlamp dari akhir 2010 dan sampai sekarang masih hidup coy. Berdasarkan tulisan di kemasan bohlamp tersebut keunggulannya sih yakni lebih terang dari lampu standard bawaan, khususnya motor bebek, yah antara sugesti dan kenyataan 40:60 lah, warnanya itu kuning keputih-putihan sedikit. Selain itu material bahannya memang long life equipment dan yang paling saya demen ialah memiliki kemampuan uv block, untuk Bohlam di kelasnya udah termasuk bagus nih.

Nah 1 karakteristik dari cahaya yang dihasilkan bohlam ini, yaitu ialah UV Block, maksudnya ialah bohlam ini mampu memancarkan cahaya lampu ke jalan mengikuti bentuk sesuai reflektor motor, jadi nggak terlalu mencar atau membulet saja seperti bohlam standar pabrikan. Sehingga di jalan pun terlihat lebih jelas dibanding lampu standard bawaan pabrikan. Lalu kenapa pilih yang 25 watt? saya merasa 25 watt lebih terang dibanding 30 watt atau bahkan 35 watt.

Bentuk Bohlam Philips M5

Bohlam bawaan standar pabrikan motor saya itu 30 watt, pernah pakai 35 watt tapi terangnya sama aja malahan jadi cepet panas, nah ketika coba konsul sama mekanik, disarankan coba pakai yang 25 watt agar asupan listriknya lebih sesuai dan ternyata ya ada benarnya, sampe sekarang pun cukup puas dengan performa Philips M5 25/25 ini, dengan harga yang cukup terjangkau 25-28 ribu rupiah/bohlam ini cukup worthed lah sebagai pengganti bohlam standar motor bawaan pabrikan.

Kalo punya pendapat merk lain dengan harga yang sebanding, monggo di share.

Detailing My Pulsar 220F oleh Ciello AutoDetail, Dijamin Makin Cinta Sama Motor!!!

Posted on Updated on


Tepat sebelum lebaran, ada niatan untuk mempercantik si Redzzo (sebutan untuk pulsar 220) bukan dengan aksesoris-aksesoris tapi cukup dengan cara detailing saja. Nah berhubung punya teman yang juga hobi detailing dan membuka jasa detailing motor pula, maka saya langsung kontak saja bro Erick si juragan Ciello AutoDetail dan langsung ditantangin untuk datang saja esok harinya ke workshopnya di kawasan Depok, tepatnya di belakang Stadion Merpati.

Pengerjaan menggunakan alat pro!

Layaknya berada di Salon Plus Plus, seperti biasa planggan kudu ngobrol ngalor ngidul dengan juragan Ciello AutoDetail soal step/tahapan yang akan dikerjakan di si Redzzo, akhirnya lanjut untuk cuci-cuci terlebih dahulu sebelum dilanjut ke tahap berikutnya. cuci motor wajib dilakoni agar motor bersih terlebih dahulu sebelum masuk ke ritual detailing. Perlu diperhatikan pengerjaan detailing ini benar-benar mendetail tidak cukup dikerjakan hanya dalam rentang waktu 2-3 jam selesai (tergantung kondisi motornya) ehehehe, saya aja mulai dari jam 11 siang hingga benar benar selesai menjelang Maghrib. Dan hasil dari Ciello AutoDetail ini memuaskan saya, selain kinclong dan baret2 minim/hilang, karat dan jamur bandel juga ngikut dilibas!!. Oh iya bahan, obat dan alat yang digunakan oleh bro Erik Ciello AutoDetail pada Pulsar 220F saya ini menggunakan produk Meguiar’s  karena memang Ciello AutoDetail ini benar-benar menggunakan bahan dari Meguiar’s punya loh..cadassss.

after detailing by Ciello Auto Detail. (Foto: Ciello Auto Detail)
Pasti jadi sayang buat kotor-kotoran :p :p . (Foto: Ciello Auto Detail)

 

Blok mesin pun kinclong (Foto: Ciello Auto Detail)
#uhuk #uhuk (Foto: Ciello Auto Detail)

 

Tertarik? aseli deh detailing ini bakalan bikin kita tambah cinte sama motor, jadinya kepengen terus ngerawat bahkan jadi males make nya kalau nggak perlu-perlu banget, xxixixixixixi :mrgreen: . Monggo kontak langsung aja bro Erick di Ciello AutoDetail melalui facebooknya –> http://www.facebook.com/ciello.autodetail

Mengantuk Saat Berkendara? Segera Menepi dan istirahat!!

Posted on


Ini serius!!, banyak banget para pengemudi roda 4 ataupun roda 2 yang menyepelekan masalah mengantuk ketika sedang berkendara, mungkin karena kelelahan akibat bekerja atau bisa jadi hal lain, tapi yang nggak gue habis pikir ternyata memang banyak banget orang – orang yang seakan untuk terus memaksakan diri mengemudikan kendarannya dikala orang tersebut tahu bahwa rasa kantuk melanda.

Tahukah anda ketika mengantuk dan hilang konsentrasi sedetik pun anda dalam bahaya?bahkan bukan anda saja, tapi pengguna jalan lain pun sama dalam ancaman bahayanya akibat hilangnya konsentrasi karena mengantuk. Beberapa teman yang gue konfirmasi hal ini mereka mencoba melakukan jawaban bantahan dengan berbagai alasan, seperti berjalan dengan pelan, atau mendengarkan musik. Cuma bagi gue itu bukan jawaban yang sebenarnya, bahkan efek mengantuk pada pengendara roda 2 dan pengendara roda 4 pun berbeda, tetapi bahayanya jelas sama, misal pengendara roda 2 ketika ia hilang konsentrasi karena mengantuk bisa menyebabkan motor oleng, langsung jatuh bahkan seringkali berakhir mengenaskan dengan meregang nyawa dijalan.

Lalu bagaimana mensiasatinya, pada saat mengantuk bagi gue masih ada hal-hal yang bisa ditolerir, yang mana tahap mengantuk pertama ini kita masih sadar dan masih bisa mengendalikan kendaraan, sebaiknya hal ini diwaspadai, dan Read the rest of this entry »

Ganti Oli Sendiri, Lalu Oli Bekasnya Dibuang Kemana?

Posted on


Sebenarnya lebih mudah memang jika tinggal datang ke bengkel, dan langsung bilang “ganti oli anuuu dong mas ” ke mekanik bengkel. Tapi sebagai pengendara motor, kemampuan untuk mengganti oli sendiri harus dipunyaik, selain lebih tahu, walaupun sebelum-sebelumnya yah kudu main-main ke bengkel temen biar tau caranya.

Oli Bekas (Foto: Ilustrasi)

Nah, akhirnya gue coba ganti oli sendiri deh, plus sebelumnya ditambah baca-baca pengalaman teman-teman blogger yang katanya kalau ganti oli, bak penampung oli jangan disemprot pakai angin kompresor, lah memang dirumah juga nggak ada kompressor. Read the rest of this entry »

Setang Goyang Akibat Penggunaan Box?..

Posted on


Berawal dari pertanyaan yang masuk dari seorang pengunjung blog ke kolom komentar di blog ini:

mas Bro, ane pake GIVI ukuran 33, tapi kok stang depan dilepas langsung goyang….kata orang bengkel jomplang…….kegedean box…gimane ye ngakalinnya ??? thanks mas Bro

Banyak keluhan memang mengenai penggunaan Box utilitas yang mempengaruhi handling berkendara, ada yang bilang setang langsung goyang kalau dilepas (entah dilepas satu tangan atau dua tangan yahh hehehe), ada yang bilang kalo mau belok susah, atau bahkan terhambat karena sisi aerodinamis dari Box tersebut.Sayangnya gue belom dapat jawaban, motor apa yang digunakan si pengunjung tersebut, sebab motor dan kapasitas box mempengaruhi handling dan cara berkendara. Maka itu perlu ditelusuri lagi, pakai motornya apa??dan Boxnya apaa?.

Box

Nah, mengacu persoalan stang goyang, Pada dasarnya kejadian stang kemudi goyang tersebut adalah merupakan hal yang wajar, sebab titik keseimbangan yang tadinya ada di tengah-tengah motor, berpindah ke bagian buritan/belakang motor karena penggunaan breket+box. Read the rest of this entry »

Seset/Potong Busa Filter, Akselerasi Lebih Enak?

Posted on


Sewaktu motor gue melakukan service besar di Pandawa Motor, dengan sang mekanik mas Romi, dikasih tau kalau ada 1 trik untuk membuat akselerasi motor lebih enak tanpa tambahan apapun alias tetap semuanya dalam keadaan standar, lantas gue bertanya, trik apa yang bisa membuat akselerasi motor jadi lebih enak dengan spek standar.

Pemikiran mas Romi sebenarnya sederhana sajah, pada saat motor akan diajak  berakselerasi maka diruang pembakaran membutuhkan udara lebih banyak agar motor dapat ‘berlari’ lebih cepat, nah bagaimana agar menciptakan atau membuat udara masuk lebih banyak ke ruang bakar sehingga pembakaran menjadi lebih baik lagi. Lepas Filter? ahh….sayang lagian malah bisa bikin mesin cepat rusak dan akhirnya jebol, berabe toh.

Busa Filter yang sudah diseset dan digunting

Caranya mudah saja, buka cover Filter, kemudian bagian busa filter tersebut diseset-seset menggunakan silet secara 1 arah, kemudian ditambah dengan menggunting bagian strip-strip filter yang sudah terlihat belok-belok/tidak lurus lagi.

Hasilnya, memang nggak di test pake alat dynotest sih, cuman berasa memang lebih enak tarikan motor prosentase antara ril dan sugesti itu 80:20 , yahh kira2 hampir mirip dengan lepas filter lah, cuman kalo cara ini masih tergolong aman. Oh iya, jangan lupa, sering2 dibersihkan Filternya, biasanya kalau sudah diseset-seset dan digunting busa filternya, kotoran akan jadi lebih mudah masuk, bisa juga debu-debu masuk kedalam karbu, makanya dicek berkala saja, dan ingat jangan lupa ngerem sob, tetap perhatikan aturan aturan lalu lintas yang berlaku.

Berani Test Box Seperti ini?

Posted on


Waktu lagi berdiskusi dengan teman teman Kaskus Box Community di thread forum roda 2 kaskus, tentang box merk Coocase ehh salah satu teman KBC upload video soal pengetesan box Coocase yang menurut gw agak ekstrem, yang ditest ini box merk Coocase type S48.

Lliat aja deh langsung, monggo…

gimana, berani nggak bro ngetest box macem itu…hehehehe….

kalo gw sih pernah mukul mukulnya doang, 😀 😀