Perjalanan

#CeritaTripKeDerawan (part 2): Maratua yang Mempesona, Kakaban yang Geregetan dan Sangalaki yang Bikin Mau Kemarih lagi

Posted on Updated on


Loncaaat! (Foto by: Hafiz Travollution)
Loncaaat! (Foto by: Hafiz Travollution)

Karena sesungguhnya minum kopi setelah subuh itu benar-benar nikmat

Mukadimah beberapa saat sebelum Adzan subuh bergema membuat saya terbangun, tak lama kemudian langsung bebersih dan bersiap ikut subuhan di sebuah surau yang menyatu dengan Taman Pendidikan Al-Quran di pulau ini. Setelah subuhan usai berbarengan dengan para traveller lainnya yang menuju ufuk timur untuk memburu sunrise, sementara saya memilih balik ke penginapan dan berfikir “besok sajalah lihat sunrisenya, nampaknya ngopi di teras pagi ini nikmat juga”. Kopi pun segera kuseduh dan kemudian lagu Everybody’s Changing dari Keane mengalun pelan di ponsel saya. Tak lama dari itu salah satu teman bangun dan menyuguhkan roti, wah paduan yang pas untuk menikmati pagi yang sejuk namun berangin ini.

Setelah menikmati pagi dan menyelesaikan sarapan, kami bersiap untuk hoping island ke 4 tempat diantaranya Pulau Gusungan, Pulau Maratua, Pulau Kakaban dan terakhir Pulau Sangalaki. Namun kami masih harus terhambat karena cuaca sedang tidak bersahabat pagi itu, bukan, bukan karena mendung atau hujan, namun angin dan arus laut cukup kencang sehingga menyurutkan kapten kapal untuk menuju ke 3 pulau tersebut, kapten menyarankan menunda hingga 1-2 jam, begitupun dengan kapal-kapal dan kapten dari rombongan lain juga menunda untuk berjalan. Memang apa yang kami lihat saat itu aangin dan arus laut di dermaga pulau Derawan saja sudah kencang, apalagi nanti menuju lautan lepas. Daripada bete ye kan, mending foto-foto lagi deh di dermaga hahaha. Nah, ketika lagi foto-foto di dermaga kapten kapal menawarkan agar ke  Gusungan dulu, gusungan ini seperti pulau di tengah lautan dengan hanya pasir yang timbul ketika air laut sedang agak surut, oke baiklah, nampaknya asik juga, jadilah kita rombongan pertama yang tiba di gusungan ini, yeah main air sesi pertama dimulai, tapi disini lebih bakalan banyak foto-foto sih, pemandangannya cakep, paduan pasir putih halus dengan laut biru kehijauan dan langit cerah membuat siapapun betah berada disini.

Setelah puas bermain dan berfoto disini dan arus laut sudah lumayan berkurang ditandai dengan mulai surutnya air di sekitar gusungan ini, kita langsung naik ke kapal dan menuju Pulau Maratua, yah walaupun sudah agak lumayan berkurang arusnya tetap saja ditengah perjalanan siapaun akan dibuat ciut nyali, hempasan ombak lebih dahsyat dari keberangkatan, disinilah kelihaian kapten kapal bermain, bagaimana melewati arus ombak, kapan harus melaju cepat dan kapan harus melambat serta bagaimana jalur yang harus diambil, lumayan bikin deg-deg serr dah. Namun ada hiburan ketika kami sudah mendekati pulau Maratua, tiba-tiba kapten kapal melambatkan laju dan di sebelah kanan rombongan lumba-lumba mengikuti kita loh, 2 ekor lumba-lumba meloncat-loncat berbarengan dan 1 ekor lumba-lumba meloncat tinggi seakan beratraksi didepan kita, wahahaha keren  euy. Setelah kurang lebih hampir satu jam perjalanan di laut, kami tiba juga di pulau Maratua katanya kalau arus normal dan tenang hanya 30 menit kurang dari Derawan menuju Maratua. Dari jauh sudah terlihat Maratua Paradise Resort yang terkenal itu looh, dengan bangunan diatas pantai dan menjorok ke laut dengan pemandangannya yang keren. Setelah merapat kami bersiap turun eh eh ternyata beberapa teman kami gatal untuk langsung nyemplung ke laut turunnya, saat kami merapat kedalaman sekitar 1,5 meter dan beberapa dari rombongan lain juga asyik snorkeling di laut yang bening itu.

Bertepatan dengan hari #LiburanMerdeka, Maratua Paradise Resort pun ramai saat itu, rupanya sebelum kami sudah ada beberapa kapal yang merapat, benar saja ketika naik ke atas dan masuk ke pekarangan, caelah pekarangan hehehe, lumayan ramai dan saat itu cukup terik, yeah summer still on! beberapa dari kita langsung berpencar mencari spot untuk, ya apalagi kalau bukan foto-foto, sementara saya dan beberapa teman menuju ke bagian dak depan resort yang mengadap ke laut lepas karena pemandangan disini benar-benar indah dan bisa bikin rileks, terbukti sampai ada yang curhat disini huahahaha :mrgreen: . Di Maratua Paradise Resort ini juga menyediakan kegiatan diving loh, mereka memiliki beberapa log/spot diving yang menarik, nah pada saat kita kesana ternyata bertepatan dengan kejadian turis yang hilang karena terseret arus saat diving jadi ya ramai dengan tim SAR dan juga beberapa penduduk setempat yang ikut turun mencari, terlepas dari kejadian tersebut marilah kita nikmati tempat ini, tempat yang cantik dengan paduan birunya laut dan langit serta pasir pantai yang putih. Kalau mau renang-renang lucu sambil snorkling juga bisa kok dan disini karena terhalang karang jadi cukup aman buat renang atau snorkeling di sekitar resort ini, saya sempat nyobain nyemplung di sekitar sini namun karena bawahnya masih pasir pantai ya kurang menarik walaupun ikannya lumayan wara-wiri loh. Sebelum melanjutkan nyebrang ke pulau sebelah yang sudah kelihatan, yaitu pulau Kakaban, kita makan siang dulu di atas resort ini, walaupun makannya ala kadarnya tapi pemandangan dan suasananya luar biasa. Nikmat sekali santai ditempat ini, terbukti kan ada yang curhat  ditempat seindah ini #ahay.

Maratua Paradise Resort

Gak pake lama, sekitar 10 menitan kita sudah sampai di Pulau Kakaban, tapi kita gak langsung merapat ke dermaga masuk pulau Kakaban, selain air masih surut yang kata kapten kapal sih menyusahkan kapal buat bersandar pada bahu dermaga. Yowiss, kita mah ikut aja dah, katanya sih Read the rest of this entry »

Advertisements

#CeritaTripKeDerawan (part 1): Derawan yang Memang Masih Menawan (1)

Posted on Updated on


Panorama Pulau Derawan
Panorama Pulau Derawan

Piknik dulu bro ben ora edan

Tiga hari cukup

Cerita kali ini terasa berbeda…

Derawan, sebuah tempat yang menjadi tujuan favorit wisata bahari di negeri ini bagi sebagian banyak penggemar jalan-jalan, dan bagi saya Derawan merupakan sebuah tempat yang masuk dalam daftar untuk didatangi tahun ini dan Alhamdulillah bisa sampai ditempat ini dalam rangka mengisi #LiburanMerdeka kali ini, padahal mah pelarian aslinya #eh. Trip kali ini gak cuma di pulau Derawan aja, kita juga mampir ke beberapa pulau yang biasa wara-wiri di socmed seperti pulau Maratua yang terkenal dengan resort di pantainya itu loh, lalu pulau Kakaban dengan danau yang terdapat ubur-ubur tanpa sengat (stingless jellyfish), dan terakhir pulau Sangalaki yang terkenal dengan Manta sebab kalau waktunya pas bakal nemu banyak mantan disini. Okey, here we go!.

Setelah sebelumnya mencari info tentang ke Derawan ini dan coba-coba cari trip yang sharecost namun gak nemu jadwal yang pas, jadi kali ini ikutan lagi sama si Travollution. Perjalanan dimulai hari Sabtu 15 Agustus 2015 dengan pesawat jam 5.25 pagi naik singa terbang. Sampai di Bandara jam 4 pagi rupanya sudah ada beberapa kawan di Gate 10 terminal 1A, tak lama kemudian kita masuk pesawat untuk segera terbang dan mari saatnya tidur lagi :mrgreen:. Setelah tidur dan melewati lautan gumpalan awan putih di langit akhirnya kami tiba di Bandara Internasional Juwata Tarakan sekitar jam 09.15 WITA. Selepas itulah saya berkenalan dengan beberapa teman seperjalanan yang banyak ajaibnya dan bakalan serumah nanti #ciye, sambil menunggu bus jemputan datang untuk membawa rombongan keliling kota Tarakan dan juga menunggu 5 teman yang baru akan tiba jam 1 siang nanti karena berbeda pesawat.

Setelah perut kenyang akibat bakso Super, eh iya di Tarakan ada bakso solo enak broh! dan akhirnya 5 orang teman kami tiba dengan telat karena yaa you know lha kalau singa terbang itu rajin telatnya, langsung saja kembali menaiki bus yang dikemudikan pak Amir dari Dispemkot Tarakan ini menuju pelabuhan Tengkayu, cepet kok gak sampai 20 menit dari bandara sudah sampai. Nah dari sini kita akan menyebrang sekama kurang lebih 3 jam dengan menggunakan speedboat berkapasitas 20-24 orang. Saran aja nih ya kalau kalian ke Derawan menyebrang dari Tarakan ini pasti kebanyakan menggunakan speedboat dan usahakan pilih duduk di bagian belakang, memang sekilas duduk di bagian sekitar depan terasa enak, tapi lihat saja nanti hempasan ombak sepanjang perjalanan bakal bikin kalian ngejedag- jedug sampai kepentok dan juga agak terasa pengap, sementara di bagian belakang Read the rest of this entry »

#CeritaTripUjungKulon: Pesona Pasir Putih Pulau Peucang dan Kawanan Rusa Yang Ramah di Pulau Handeleum

Posted on Updated on


Peucang bro!
Peucang bro!

Taman Nasional Ujung Kulon terletak di bagian paling barat Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan Taman nasional ini juga memasukan wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil disekitarnya seperti Pulau Handeuleum danPulau Peucang. Taman ini mempunyai luas sekitar 122.956 Ha; (443 km² di antaranya adalah laut), yang dimulai dari tanjung Ujung Kulon sampai dengan Samudera Hindia. Taman Nasional ini menjadi Taman Nasional pertama yang diresmikan di Indonesia, dan juga sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1991, karena wilayahnya mencakupi hutan lindung yang sangat luas. Sampai saat ini kurang lebih 50 sampai dengan 60 badak hidup di habitat ini. Izin untuk masuk ke Taman Nasional ini dapat diperoleh di Kantor Pusat Taman Nasional di Kota Labuan atau Tamanjaya. Penginapan dapat diperoleh di Pulau Handeuleum dan Peucang.Taman Nasional Ujung Kulon bersama Cagar Alam Krakatau merupakan asset nasional, dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.Untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Alam Dunia, UNESCO telah memberikan dukungan pendanaan dan bantuan teknis. (Wikipedia)

Sudah Piknik kah kamu?

Ide trip ini tercetus dari si racap gegara denger yang jual “..bacang, bacang, bacang..” di patas sampai akhirnya nyerempet nyebut Peucang :mrgreen: . Kali ini kita ikut opentrip gabungan dengan Trip Organizer namanya DKK Travel (recomended nih gan 😀 ), yang buka paket trip ke #UjungKulon. Tanya sana sini ke teman sampai ribet soal nyamuk malaria dan pencegahannya sampe kudu nanya ke apotik dan toko obat buat nanya  dan beli obat malaria beserta cara penggunaannya sampe efeknya si Reshochin itu tuh akhirnya kelar juga. Kebanyakan paket OpenTrip ini hampir sama sih, berangkat menggunakan bus dari Jakarta sampai Desa Sumur Ujung Kulon, tempat penyebrangan bagi para pejalan yang ingin hoping island ke beberapa pulau sekitar. Berapa lama perjalanan ke Desa Sumur? sekitar 5-6 jam melalui jalur Pandeglang, kami berangkat dari Jakarta sekitar jam 10 malam dan tiba di Desa Sumur sekitar pukul 03. 40 pagi. Jadi istirahat malamnya ya di bus itu tadi (kalau bisa). Kondisi jalanan gimana? mulai dari Jakarta sampai Cibaliung, Pandeglang aman bro, selebihnya ya lumayan banyak lobang jalan kanan kiri yang pastinya kalau kita tidur di bus pasti terbangun karena berasa ada goncangan.

Jam 4 pagi kami tiba di Desa Sumur dan langsung istirahat di rumah milik warga didaerah tersebut, ada yang melanjutkan tidurnya , ada yang ngobrol, ada yang beberes, ada  yang menunggu waktu subuh tiba dan ada juga yang ngubek menu nasi uduk pake telor disitu, iya itu saya , enak kok nasi uduknya :mrgreen . Sekitar Jam 6 kurang kita sudah harus berada di pinggir pantai Desa Sumur dan dijemput pakai perahu. Loh kok dijemput pakai perahu sampan? kapalnya dimana? kapalnya ada di agak tengah sana ternyata, karena gak ada dermaga jadi untuk ke kapalnya kita harus naik sampan dulu.

Naik sampan dulu buat ke kapalnya broh :)
Naik sampan dulu buat ke kapalnya broh 🙂 #SJ4000
Hello Sunrise, dari desa Sumur, Ujung Kulon
Hello Sunrise, dari Desa Sumur, Ujung Kulon #SJ4000

Setelah tiba di kapal, mari menikmati perjalanan laut, tujuan pertama Pulau Peucang, katanya sih pulaunya keren, liat dari hasil foto beberapa teman juga bagus viewnya jadi makin penasaran, sayangnya rasa penasaran gak sebesar rasa bete nunggu di kapal karena kelamaan jalannya, buat ngatasin bete mulai becanda, ngobrol, ngemil, foto-foto sampai tidur pun dilakonin, sampai segala insiden topi  yang dipake si racap terbang ke laut, untung bukan racapnya yang ke laut :p #peacebro , dan disaat udah mulai muak karena gak sampai-sampai dan ingin rasanya nyemplung ke laut saja, terlihat pulau dengan hamparan pasir putih yang cukup sedap dipandang mata, hell yeah! Pulau Peucang akhirnya! kami tiba setelah kurang lebih 3 jam mengarungi lautan dengan ombak yang agak lumayan.

Wefie di Kapal sebelom berangkat #SJ4000
Wefie di Kapal sebelom berangkat #SJ4000
Pulau Peucang, Ujung Kulon
Pulau Peucang, Ujung Kulon

di Pulau Peucang ini kita langsung main main di pantainya, foto-foto dan menikmati pesona pasir putih di Pulau Peucang.

Setelah puas mainan pasir di pantai dan memang rasanya kuraaang puas main di pantainya, karena enak banget disini, pasirnya empuk dan putih, bikin mau tiduran ala syahroni sambil berkata I feel free gitu lah. Agenda selanjutnya tracking ke Karang Copong, bukit yang ada dibagian belakang/barat pulau Peucang ini cocok banget buat liat sunset sebenernya, tapi harus jalan menembus hutan tropis gitu, hmmm nggak deh ya daripada liat liatan  sama dedemit-dedemit pohon yang aneh itu, syit lah.

Trekking lewat hutan buat ke KarangCopong
Trekking lewat hutan buat ke KarangCopong, WOW nemu Rusa disini
Karang Copong, Langsung mengarah ke Samudera Hindia
Karang Copong, Langsung mengarah ke Samudera Hindia. (Foto: DKK Travel, Indra)

Belom ilang pegel-pegel sehabis trekking ke Karang Copong tadi, kita lanjut ke Pulau Cidaon, disini katanya aneka satwa liar sering cari makan di padang penggembalaan. Lebih banyak sering nongol kawanan banteng disini, serasa di belahan dunia lain, suara burung-burung langka ikut meramaikan suasana siang itu.

Kawanan Banteng sedang cari makan
Kawanan Banteng sedang cari makan
Pohonnya unik
Pohonnya unik

Sehabis menikmati panorama Cidaon, kita akhirnya nyemplung, akhirnyaa, spot snorkeling ada di dekat Cidaon, disini lumayan banyak aneka ragam ikannya, bahkan banyak spot ikan nemo, katanya sih ada 8 spot nemo disini, kalau saya cuman nemu 3, tapi disini banyak ubur-ubur kecil/ubur-ubur api yang sering nyengat, lumayan juga rasanya macem dicubit-cubit kecil, pedih-pedih enak lah. Kelupaan foto-foto di spot ini, maklum terlalu menikmati para ikan-ikan dibawah sana dan males balik ke kapal lagi buat ambil kamera. Setelah dirasa cukup dan hari mulai sore kita beranjak ke Pulau Handeleum untuk beristirahat disana.

Kawanan Rusa yang ramah di Handeleum
Kawanan Rusa yang ramah di Handeleum
Wefie di Plang Pulau Handeleum
Wefie di Plang Pulau Handeleum

Selepas menginap dari Handeleum, setelah menyelesaikan sarapan kita cabut, kegiatan pertama diawali main kano di Cigenter, Cigenter ini muara sungai, letaknya ada di belakang pulau Handeleum, lumayan lah ya ngayuh ngayuh kano serasa di Amazon gitulah :mrgreen: .

Berkano di Cigenter!
Berkano di Cigenter!
Serasa menyusuri sungai amazon, katanya.
Serasa menyusuri sungai amazon, katanya.

Selepas dari kegiatan berkano di Cigenter kita menuju spot snorkeling di pulau Badul, pulau kecil yang juga memiliki pasir putih namun banyak karang yang bagus dan ikan yang lumayan cakep di sekitarnya. Lanjut dari Pulau Badul menuju spot berikutnya yaitu pulau Oar, pulau cakep juga yang berpasir putih di dekat dari Desa Sumur ternyata dan juga sebelahan sama Pulau Umang yang katanya punya resort mahal itu loh 😀 .

#UjungKulonTrip
Marii nyemplung!
#UjungKulonTrip
Aslinya jauh lebih cakep, kameranya asal njepret aja sih ini hehehe. #SJ4000
#UjungKulonTrip
Spot di Pulau Badul
#UjungKulonTrip
Test Cam si #SJ4000

 

Lumayan bagus ya hasil si #SJ4000 , ini set nya auto
Hai sayang, Lumayan bagus ya hasil si #SJ4000  biar kata setnya auto 😀
wefie maning di laut pakai #SJ4000
wefie maning di laut pakai #SJ4000

Sayangnya waktu spot di pulau Oar ini mbaknya cukup kenceng, bahkan gak pas buat snorkelan, bisa kebawa arus yang ada, saya sempat turun sebentar buat ritual kebelet pipis disini, bukan niatan snorkel tapi asli kebelet yaudah turun dah, ngiterin kapalnya dan engap euy lewatin arus ombaknya. Jadinya kita menikmati viewnya aja dan gak lama dateng 3 kapal rombongan lain dan mereka tetep snorkeling loh, wihh nyalinya gede juga :mrgreen: . Akhirnya kita mutusin buat udahan saja dan balik ke Desa Sumur buat bebersih dan balik pulang menuju Jakarta. Bye-bye Ujung Kulon, kalau ada waktu dan kesempatan mau banget deh balik lagi kesini tapi nginepnya di Peucang ahh, biar bisa lebih lama gegoleran di pantainya, hahaha.

Testimoni buat Trip Organizer kita yaitu DKK Travel, duet leadernya si Reno dan Indra asik dan oke kok, walaupun baru kenal tapi yah kalau trip seperti ini biasanya enaknya sih kudu akrab, soal jadwal ittenerary, mereka mengatur jadwal dengan teratur banget, selain itu gak segan berbagi pengalaman serta serba-serbi soal laut, teknik freedive dan peralatan snorkel secara cuma-cuma ke para teman-teman yang ikutan, selain itu foto-foto mereka juga lumayan bagus kok. Apapun itu, mau sharecost, jalan sendiri atau mau ikut opentrip, yah balik lagi ke kitanya kok bagaimana maunya, gak usah banget mau maksain idealis lha ya, semua cara punya kelebihannya masing-masing. Kesan yang didapat balik dari #TripUjungKulon ini kita jadi punya tambahan referensi tempat, teman serta trip organizer lain kan akhirnya. Gracias!

see you next time
see you next time
senjata baru #SJ4000
senjata baru #SJ4000

#CeritaTripPahawang: Mampir ke Toko Yen Yen

Posted on


Tampak Depan Toko Yen Yen Bandar Lampung
Tampak Depan Toko Yen Yen Bandar Lampung

Bagi yang pernah ke Lampung mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama Yen Yen, toko yang menjual oleh-oleh panganan khas Lampung yang terletak di Bandar Lampung ini. Kalau saya sih beberapa kali denger, eh bukan denger deng hanya lihat di beberapa ittenary trip para traveller yang ngetrip ke dserah Lampung ya pas pulangnya kebanyakan memasukan Yen Yen di dalam ittenary mereka. Nah sepulang dari Pahawang memang Yen Yen ini masuk dalam ittenary trip kami, maka jadilah kami mampir.

Di Yen Yen ini banyak macam jenis oleh-oleh khas lampung, ada keripik pisang mulai dari rasa original, coklat, keju sampai rasa rasa yang dulu pernah ada juga ada kayaknya #eaaaa. Saya hanya membeli sedikit keripik pisang Yen Yen rasa original dan keju serta kerupuk ikan ala ala Palembang gitu lah, simpel saja yang penting oleh-olehnya masuk ke dalam tas, soalnya males rasanya pulang ngetrip tapi nenteng oleh-oleh :mrgreen:.

Sepertinya Yen Yen ini memang jadi tujuan para wisatawan atau bagi yang bepergian dari Lampung untuk mampir kesini, lumayan ramai  pengunjungnya bahkan pembayaran secara cash dan menggunakan kartu debit sama panjangnya. Mengenai harga oleh-olehnya ya relatif lah ya, banyak juga yang membeli sampai beberapa kardus besar, mungkin dia reseller bisa jadi. Selesai membayar di kasir saya melihat-lihat tokonya, ternyata ada semacam half of fame dibagian depan toko, isinya foto-foto artis/publik figur yang pernah belanja di Yen Yen, tak lama mata saya menangkap sosok yang tak asing di belantika sepakbola nasional yaitu Bambang Pamungkas, rupanya pernah juga berbelanja disini.

Kalao kata mbaknya, kalau ke Lampung belum lengkap kalau tidak mampir dan belanja oleh-oleh ke toko Yen Yen.

 

#CeritaTripPahawang: Misteri Ketukan dan Senandung Subuh di Pahawang

Posted on Updated on


Pahawang Besar

Malam baru beranjak naik, kalau dilihat jam masih sekitar jam 9 malam dan kami baru saja menyelesaikan beberapa santapan ikan bakar yang disediakan dalam paket trip kali ini. “bro, masih ada 2 kilo ikan lagi nih, tanggung jawab ya” begitu kata salah satu leader trip kami, gue langsung nyerah, ogah dah cukup sudah begah. Bersama dengan beberapa kawan akhirnya kami balik ke rumah tempat kami menginap. Rupanya sudah ada juga beberapa kawan lain yang ambil posisi pules alias tidur, wah yasudah gue juga ikutan, cari bantal yang enak dan tidur, bukan di kamar tapi di depan, area ruang tengah, yang di kamar biarlah para wanita itu. Sekitar kurang dari jam 11 malam gue sudah pules.

“…tuk..tuk…”

“…tuk…tuk…”

“..tuk…tuk…”

entah masih dalam keadaan tertidur namun tidak terlalu ngeh sambil bertanya-tanya ini suara apa, begitu ngeh baru gue agak sedikit sadar namun masih dalam keadaan mata terpejam rapet, ini seperti suara ketukan di kaca jendela belakang gue, ketukan masih terus, hitungannya seinget gue ada 3x kali ketukan, sekilas terbayang dalam hati “wahh….jail nih” , mau melek buat bangun tapi males karena suasanya bener-bener sunyi, kalo gue bangun dan gue nengok yakin lah itu maen cilukba entah bisa jadi gue yang kaget atau ‘doi’ yang kaget :mrgreen: . Setelah ketukan ke 3 barulah terdengar suara dari mesjid yang menandakan akan masuk waktu Subuh, alhamdulillah, gue belum melek tapi suara dari surau yang memecah keheningan pagi itu sangat indah dan enak untuk didengar, sesaat gue langsung menyadari kalo yang sedang dilantunkan ialah kalam surat Al-Mulk, sambil mengikuti lantunan bacaan dari suara tersebut gue mulai melek dan ikut meresapi subuh yang hening dan gelap di Pulau Pahawang. Maknyuss, rasanya adem tenan, kebetulan kalam Al-Mulk ini salah satu surat favorit gue. Ketika surat Al-Mulk selesai dibacakan tak lama azan berkumandang, gue pun langsung bergegas membangunkan kawan di sebelah agar ikut solat subuh berjamaah di Pulau ini, nikmat rasanya.

Ternyata disebuah tempat nun jauh dari sinyal 2G di Lampung Selatan, bersyukur masih ada yang melantunkan kalam Al-Mulk sebelum Subuh

Lantas, siapa yang mengetuk kaca jendela belakang gue tadi? mungkin mau ngebangunin subuh kali yah.

 

#CeritaTripPahawang: Perjalanan Panjang Mengesankan di Pahawang

Posted on Updated on


(Foto by: Travollution)
(Foto by: Travollution)

Libur t’lah tiba!.

Rencana ngetrip ke tempat yang agak mulai happening di kalangan para traveller jadi tujuan, ya Pulau Pahawang. Pahawang ini terletak di pesisir Lampung Selatan Kecamatan Punduh Pidada (menurut ponsel dan peta), gak usah pake koordinat yak, hehehe.  Trip ini berawal dari si kesayangan yang  memasukan Pahawang jadi salah satu tujuan tripnya di 2014 ini dan kita nemu Travollution yang ngadain opentrip ke Pahawang 25-27 April kemarin. Gak cuman berdua, kita juga ngajak beberapa teman. Untuk Opentrip ini harga yang termasuk relatif ya untuk ukuran opentrip yaitu 450 ribu diluar biaya snorkel yang nambah 80 ribu untuk 2 hari dan lumayan karna alat snorkelnya masih bagus,  yaa Amscud standar sih tapi lumayan kan, selain itu Lifevestnya juga masih bagus tebel dan nyaman.

Gue yang pertama kalinya bakalan ngetrip main main air nyebur di laut ini lumayan agak bingung mau bawa berapa potong pakaian, maklum baru pertama kali, yang pada akhirnya gw kelebihan pakaian 1 pcs kaos dan 2 pcs celana pendek. hahaha . Jumat sore (25 April)  kita berlima sudah janjian ngumpul di Slipi Jaya, namun baru bisa jalan jam 8 malam karena teman kita dari Ciawi baru datang, alhasil 3 wanita ini yang dari tadi ngedumel yaaa you know lah yaa…kalo gue yaa diem aja kalah suara broh, hahaha. Beruntung  gak lama kita kumpul datang bus Arimbi yang ke Merak. Sampai di Merak lumayan banyak juga yang mau nge-trip, ada yang ke Krakatau, Kiluan, bahkan Pahawang juga. Gue lupa jam berapa kita masuk di kapal ferry yang jelas, kita berlima langsung ambil ruangan executive, ruangan ber-ac dengan deretan kursi sofa, lumayan bisa tidur. Tips, manfaatkan waktu perjalanan selama dari Merak menuju Bakauheuni untuk tidur, tapi hati-hati ya jaga selalu barang bawaan karena gue melihat gerak-gerik mencurigakan beberapa orang petugas kebersihan di kapal tersebut yang kata para traveller sih mereka kadang ngincer lengahnya saat kita tertidur untuk ngambil barang.

Dermaga Ketapang pagi itu
Dermaga Ketapang pagi itu
Tuh Bening kan lautnya
Tuh Bening kan lautnya

Lampung, kami sampai!

Tiba di Merak jam 03.40 pagi, sedikit di brief dan absen ulang oleh si Hafiz yang jadi kepala suku :mrgreen: nanti selanjutnya kita akan menjuju ke Dermaga Ketapang, katanya perjalanan lumayan lama sekitar 3 jam dari pelabuhan. Kita diangkut pakai minibus Trans Lampung jurusan Rajabasa, lumayan lah, langsung ambil posisi paling belakang dan tidur lagi hehehe. Sampai di Dermaga Ketapang sekitar jam 7 masih pagi tapi cuaca mantap sekali, terang benderang dan terik. Karena orangnya banyak sekitar 25 orang maka rombongan dibagi 2 kapal, kita berlima udah pasti satu kapal dan juga kita milih barengan dengan 3 teman baru dari Bandung yang baru aja kenalan semalem di Merak. Sepanjang perjalanan biar kata cuaca terang dan panas tapi bagi gue sih tetap teduh, ada kesayangan disamping yang tangannya selalu gue genggam #ahay.

Spot pertama, Pulau Tegal.

snorkel di Pulau Tegal. (Foto by: Travollution)
snorkel di Pulau Tegal. (Foto by: Travollution)

Kapal kecil membawa kami mengarungi laut dengan gugusan pulau-pulau yang membentang, indah…birunya langit berpadu dengan biru-hijau tosca air laut serta bukit-bukit yang ada digugusan pulau seolah semuanya menyatu. Terlihat tenang, segala aktivitas para penduduk/nelayan pun hanya sedikit terlihat, hanya deru mesin kapal yang sedikit memekakkan telinga kami kala itu Read the rest of this entry »

One Day Ride ke Bogor, Nemenin Yang Kepingin Jalan-Jalan, Mulai dari Es Buah Pak Ewok, Liatin Rusa di Istana Bogor, sampe Kedai Kita dan Berujung di Chocolava AlaNia

Posted on Updated on


“sayang…jalan-jalan yuuk” isi pesan di Line yang masuk ke ponselku sekitar jam 7 hari Senin pagi yang kebetulan juga masih hari libur karena hari raya Nyepi. ini anak ngelantur apa gimana ya? lalu sekali lagi memastikan, nampaknya hasrat si kesayangan buat jalan-jalan sudah tak terbendung, baru inget ternyata di malam harinya sudah mulai melancarkan kode-kode tentang temennya yang jalan-jalan di long weekend ini, sementara aku? menanggapinya hanya dengan biasa saja. Oke, tak butuh waktu lama segera bangkit dari kasur, kemudian mandi, minum obat batuk, ambil perlengkapan lenong :mrgreen: dengan mengenakan jaket Contin Kamerad dan KYT RC Seven, gloves full dan sepatu outdoor siap. Gak butuh waktu lama, satu stengah jam kemudian sudah tiba di Condet, eh ni anak masih aja bingung, walopun aku sebenernya tau “ah palingan ke Bogor nih kayaknya” tapi biarin dah coba mau tau , mau kemana sih sebenernya hihihihi :mrgreen: . Begitu sudah di motor kutanya lagi ke arah mana, sontak dia langsung menunjuk arah timur dengan kode “yaa…sekitaran Bogor aja paling” . Lah elah neng…..dari kemaren napeh bilang. Oke, jugijagijugijagijug…keretaaa motor berangkaat.

selfie diatas motor. lagi berenti. ya kalo lagi jalan sirkus

Terik matahari siang itu ternyata tak menyurutkan semangat kita berdua, terutama sih doi noh, hahaha, ditambah pelukan mantap nan erat yang melingkar di jaket menambah mantap traksi motor ke jalan, makin nge-grip euy :mrgreen: jalur yang ditempuh melalui Jl. Bogor Raya, arus lalu lintas siang itu cukup ramai, terlihat rupanya banyak juga para masyarakat yang memanfaatkan momen libur panjang ini untuk jalan-jalan, kirain cuman doi doang yang kepingin jalan-jalan, gak taunya sama, belum lagi para bro-bro gerombolan motor tuat tuit juga masih ada loh, sedap. kecepatan konstan rata-rata 40-60 km per jam, gak mau lebih karena kondisi jalan yang banyak berubah dan tibalah juga di Shell Jl. Pajajaran Bogor, auss coy!  sekaligus pas banget azan, jadi ya sekalian kita Dzuhuran disitu terus jajan beli minum buat menghilangin aus.

Oke, udah di Bogor nih, mau kemane neng? jiaaaahhhh….”kemana ajalah” *ambil nozzle, siram bensin, blaarrrr!. Yowiss, panas-panas gini enakan cari yang seger-seger, doi browsing letak Kedai Sop Buah pak Ewok, biasa kalo nyari-nyari tempat ini nih khasnya kita berdua, pake googlemaps, udah gitu ntar ribet dah arahnya kemana, untungnya gampang, Sop Buah Pak Ewok yang ada di Jalan Bukit Tunggul No. 5 ini gampang ditemuin kok, kalo dari Jl. Pajajaran Bogor, liat ke kanan cari gedung Telkom, nah pas disitu perempatan lampu merah, belok kanan, ikutin plang Maccaroni Panggang, gak jauh darisitu nanti sbelah kanan ada namanya Taman Kencana, belok kanan  terus cari Jl. Bukit Tunggul ntar keliatan kok rame-rame banyak mobil juga motor parkir. Nyeritain gampang emang, tapi kita berdua sempet ngider nyasar disitu-situ aje. :D. Begitu sampe, wuiihhh Read the rest of this entry »