#CeritaTripKeDerawan (part 2): Maratua yang Mempesona, Kakaban yang Geregetan dan Sangalaki yang Bikin Mau Kemarih lagi

Posted on Updated on


Loncaaat! (Foto by: Hafiz Travollution)
Loncaaat! (Foto by: Hafiz Travollution)

Karena sesungguhnya minum kopi setelah subuh itu benar-benar nikmat

Mukadimah beberapa saat sebelum Adzan subuh bergema membuat saya terbangun, tak lama kemudian langsung bebersih dan bersiap ikut subuhan di sebuah surau yang menyatu dengan Taman Pendidikan Al-Quran di pulau ini. Setelah subuhan usai berbarengan dengan para traveller lainnya yang menuju ufuk timur untuk memburu sunrise, sementara saya memilih balik ke penginapan dan berfikir “besok sajalah lihat sunrisenya, nampaknya ngopi di teras pagi ini nikmat juga”. Kopi pun segera kuseduh dan kemudian lagu Everybody’s Changing dari Keane mengalun pelan di ponsel saya. Tak lama dari itu salah satu teman bangun dan menyuguhkan roti, wah paduan yang pas untuk menikmati pagi yang sejuk namun berangin ini.

Setelah menikmati pagi dan menyelesaikan sarapan, kami bersiap untuk hoping island ke 4 tempat diantaranya Pulau Gusungan, Pulau Maratua, Pulau Kakaban dan terakhir Pulau Sangalaki. Namun kami masih harus terhambat karena cuaca sedang tidak bersahabat pagi itu, bukan, bukan karena mendung atau hujan, namun angin dan arus laut cukup kencang sehingga menyurutkan kapten kapal untuk menuju ke 3 pulau tersebut, kapten menyarankan menunda hingga 1-2 jam, begitupun dengan kapal-kapal dan kapten dari rombongan lain juga menunda untuk berjalan. Memang apa yang kami lihat saat itu aangin dan arus laut di dermaga pulau Derawan saja sudah kencang, apalagi nanti menuju lautan lepas. Daripada bete ye kan, mending foto-foto lagi deh di dermaga hahaha. Nah, ketika lagi foto-foto di dermaga kapten kapal menawarkan agar ke  Gusungan dulu, gusungan ini seperti pulau di tengah lautan dengan hanya pasir yang timbul ketika air laut sedang agak surut, oke baiklah, nampaknya asik juga, jadilah kita rombongan pertama yang tiba di gusungan ini, yeah main air sesi pertama dimulai, tapi disini lebih bakalan banyak foto-foto sih, pemandangannya cakep, paduan pasir putih halus dengan laut biru kehijauan dan langit cerah membuat siapapun betah berada disini.

Setelah puas bermain dan berfoto disini dan arus laut sudah lumayan berkurang ditandai dengan mulai surutnya air di sekitar gusungan ini, kita langsung naik ke kapal dan menuju Pulau Maratua, yah walaupun sudah agak lumayan berkurang arusnya tetap saja ditengah perjalanan siapaun akan dibuat ciut nyali, hempasan ombak lebih dahsyat dari keberangkatan, disinilah kelihaian kapten kapal bermain, bagaimana melewati arus ombak, kapan harus melaju cepat dan kapan harus melambat serta bagaimana jalur yang harus diambil, lumayan bikin deg-deg serr dah. Namun ada hiburan ketika kami sudah mendekati pulau Maratua, tiba-tiba kapten kapal melambatkan laju dan di sebelah kanan rombongan lumba-lumba mengikuti kita loh, 2 ekor lumba-lumba meloncat-loncat berbarengan dan 1 ekor lumba-lumba meloncat tinggi seakan beratraksi didepan kita, wahahaha keren  euy. Setelah kurang lebih hampir satu jam perjalanan di laut, kami tiba juga di pulau Maratua katanya kalau arus normal dan tenang hanya 30 menit kurang dari Derawan menuju Maratua. Dari jauh sudah terlihat Maratua Paradise Resort yang terkenal itu looh, dengan bangunan diatas pantai dan menjorok ke laut dengan pemandangannya yang keren. Setelah merapat kami bersiap turun eh eh ternyata beberapa teman kami gatal untuk langsung nyemplung ke laut turunnya, saat kami merapat kedalaman sekitar 1,5 meter dan beberapa dari rombongan lain juga asyik snorkeling di laut yang bening itu.

Bertepatan dengan hari #LiburanMerdeka, Maratua Paradise Resort pun ramai saat itu, rupanya sebelum kami sudah ada beberapa kapal yang merapat, benar saja ketika naik ke atas dan masuk ke pekarangan, caelah pekarangan hehehe, lumayan ramai dan saat itu cukup terik, yeah summer still on! beberapa dari kita langsung berpencar mencari spot untuk, ya apalagi kalau bukan foto-foto, sementara saya dan beberapa teman menuju ke bagian dak depan resort yang mengadap ke laut lepas karena pemandangan disini benar-benar indah dan bisa bikin rileks, terbukti sampai ada yang curhat disini huahahaha :mrgreen: . Di Maratua Paradise Resort ini juga menyediakan kegiatan diving loh, mereka memiliki beberapa log/spot diving yang menarik, nah pada saat kita kesana ternyata bertepatan dengan kejadian turis yang hilang karena terseret arus saat diving jadi ya ramai dengan tim SAR dan juga beberapa penduduk setempat yang ikut turun mencari, terlepas dari kejadian tersebut marilah kita nikmati tempat ini, tempat yang cantik dengan paduan birunya laut dan langit serta pasir pantai yang putih. Kalau mau renang-renang lucu sambil snorkling juga bisa kok dan disini karena terhalang karang jadi cukup aman buat renang atau snorkeling di sekitar resort ini, saya sempat nyobain nyemplung di sekitar sini namun karena bawahnya masih pasir pantai ya kurang menarik walaupun ikannya lumayan wara-wiri loh. Sebelum melanjutkan nyebrang ke pulau sebelah yang sudah kelihatan, yaitu pulau Kakaban, kita makan siang dulu di atas resort ini, walaupun makannya ala kadarnya tapi pemandangan dan suasananya luar biasa. Nikmat sekali santai ditempat ini, terbukti kan ada yang curhat  ditempat seindah ini #ahay.

Maratua Paradise Resort

Gak pake lama, sekitar 10 menitan kita sudah sampai di Pulau Kakaban, tapi kita gak langsung merapat ke dermaga masuk pulau Kakaban, selain air masih surut yang kata kapten kapal sih menyusahkan kapal buat bersandar pada bahu dermaga. Yowiss, kita mah ikut aja dah, katanya sih Read the rest of this entry »

#CeritaTripKeDerawan (part 1): Derawan yang Memang Masih Menawan (1)

Posted on Updated on


Panorama Pulau Derawan
Panorama Pulau Derawan

Piknik dulu bro ben ora edan

Tiga hari cukup

Cerita kali ini terasa berbeda…

Derawan, sebuah tempat yang menjadi tujuan favorit wisata bahari di negeri ini bagi sebagian banyak penggemar jalan-jalan, dan bagi saya Derawan merupakan sebuah tempat yang masuk dalam daftar untuk didatangi tahun ini dan Alhamdulillah bisa sampai ditempat ini dalam rangka mengisi #LiburanMerdeka kali ini, padahal mah pelarian aslinya #eh. Trip kali ini gak cuma di pulau Derawan aja, kita juga mampir ke beberapa pulau yang biasa wara-wiri di socmed seperti pulau Maratua yang terkenal dengan resort di pantainya itu loh, lalu pulau Kakaban dengan danau yang terdapat ubur-ubur tanpa sengat (stingless jellyfish), dan terakhir pulau Sangalaki yang terkenal dengan Manta sebab kalau waktunya pas bakal nemu banyak mantan disini. Okey, here we go!.

Setelah sebelumnya mencari info tentang ke Derawan ini dan coba-coba cari trip yang sharecost namun gak nemu jadwal yang pas, jadi kali ini ikutan lagi sama si Travollution. Perjalanan dimulai hari Sabtu 15 Agustus 2015 dengan pesawat jam 5.25 pagi naik singa terbang. Sampai di Bandara jam 4 pagi rupanya sudah ada beberapa kawan di Gate 10 terminal 1A, tak lama kemudian kita masuk pesawat untuk segera terbang dan mari saatnya tidur lagi :mrgreen:. Setelah tidur dan melewati lautan gumpalan awan putih di langit akhirnya kami tiba di Bandara Internasional Juwata Tarakan sekitar jam 09.15 WITA. Selepas itulah saya berkenalan dengan beberapa teman seperjalanan yang banyak ajaibnya dan bakalan serumah nanti #ciye, sambil menunggu bus jemputan datang untuk membawa rombongan keliling kota Tarakan dan juga menunggu 5 teman yang baru akan tiba jam 1 siang nanti karena berbeda pesawat.

Setelah perut kenyang akibat bakso Super, eh iya di Tarakan ada bakso solo enak broh! dan akhirnya 5 orang teman kami tiba dengan telat karena yaa you know lha kalau singa terbang itu rajin telatnya, langsung saja kembali menaiki bus yang dikemudikan pak Amir dari Dispemkot Tarakan ini menuju pelabuhan Tengkayu, cepet kok gak sampai 20 menit dari bandara sudah sampai. Nah dari sini kita akan menyebrang sekama kurang lebih 3 jam dengan menggunakan speedboat berkapasitas 20-24 orang. Saran aja nih ya kalau kalian ke Derawan menyebrang dari Tarakan ini pasti kebanyakan menggunakan speedboat dan usahakan pilih duduk di bagian belakang, memang sekilas duduk di bagian sekitar depan terasa enak, tapi lihat saja nanti hempasan ombak sepanjang perjalanan bakal bikin kalian ngejedag- jedug sampai kepentok dan juga agak terasa pengap, sementara di bagian belakang Read the rest of this entry »

#KulinerMie: Travel Mie, Puncaknya Tangerang yang Nge-Hits!

Posted on Updated on


image
Travel Mie, Puncaknya Tangerang

Tangerang punya puncak?? Masa sih? Beneran bro, cobain dah kemarih. Yaa walaupun puncak secara kiasan saja karena dekorasi tempat makan sekaligus nongkrong-nongkrong ini punya suasana ala-ala camping gitu deh.

Yup, Travel Mie, kata kang Hery Aldian yang akrab dipanggil ‘Engkong’ selaku salah satu pengelola Travel Mie ini bilang kalau tempatnya sebagai Urban Camping pertama di Indonesia. Label Urban Camping memang cukup sesuai karena mendekorasi tempat dibuat menyerupai suasana camping di gunung dengan menyediakan banyak tenda (bukan tenda biru lagu Desi Ratnasari tentunya, walaupun ada tenda yang warnanya biru ye kan :mrgreen: ) dan juga tempat makan seperti nesting, menu simaksi dan setiap tenda atau meja diberi tanda Pos 1 sampai seterusnya, wuih lumayan mirip kan . Menu utama yang jadi andalan di Travel Mie tentunya ketoprak, kok? ya jelas mie lah namanya aja udah mie. Mie ini disajikan persis dengan bungkusnya seperti yang tertera pada bungkus Indomie goreng, Indomie ayam bawang, Indomie soto, Indomie bulgogi sampai menu Indomie level pedas semacam kripik maicih dan karuhun. Mie tadi bisa dipesan dengan porsi jomblo alias single atau porsi dobel, wihhh begah begah dah lu.
image

Cuman ada mie doang nih bro? Nggak juga bro, Travel Mie juga punya panganan khas lainnya seperti Nasi Liwet, Nasi Bakar, Ketan Serundeng (ini ketan serundengnya enak, tapi kurang sedikit pedes bagi saya) sampai Ketan Susu dengan segala macem kreasinya. Udah itu aja? Eits belom bro, masih ada Read the rest of this entry »

#KulinerSoto: Soto Jakarta Pak Yus, Memang Maknyus!

Posted on


Kalau bicara makanan jenis soto untuk santap siang, di Jakarta ini banyak ragamnya mulai dari soto mie, soto tangkar, soto betawi, soto lamongan, soto surabaya dan masih banyak soto lainnya. Tapi di siang yang tidak terlalu terik itu saya dan beberapa teman senasib sepenanggungan alias satu pekerjaan, mencoba memasuki warung soto yang ada dibawah rel kereta di sekitaran Gondangdia Menteng atas usulan salah satu teman. Soto Jakarta Pak Yus, begitu papan nama itu tertulis ketika masuk pelataran warung, wuih rame euy, yaa maklum aja kami datang sekitar jam makan siang, meja pun penuh tapi untungnya meja ala-ala bar alias madep tembok masih kosong, mau gak mau daripada nunggu, mending langsung duduk dan pesan.

Di daftar menu ada macem pilihan toping #halah kok toping, isi dari soto tersebut, mau daging, paru, babat, kikil, lidah, sumsum, ati, nah macam-macam isi si sapi tuh bisa dicampur dalam satu mangkok atau bisa dipilih sesuai selera, eh gak usah ngomongin kolesterol yaa, adanya dirumah sakit tu kolesterol xixixix. Saya sendiri sih pilih soto daging saja, males kalo campur campur, nanti aja kalo balik kesini baru cobain yang campur hehehe.

Liat sekeliling warung, kok ada potongan kliping-kliping artikel dari koran dan majalah, ni soto emang udah terkenal kok, katanya sih buka dari tahun 1973 dan sampe sekarang katanya pak Yus ini masih sering ada di warung buat mantau para pegawainya, jadi gak usah takut citarasanya berubah jauh. Gak perlu nunggu lama, pelayan warung yang lumayan banyak dan sigap banget ini tiba-tiba udah ngasih piring berisi nasi plus sambel dalam mangkok kecil keatas meja sembari menanyakan minum. Gak lama lagi dari itu, hidangan soto langsung tersedia, wuihhh harumnya berasa banget, maklum kuahnya ini khas, kuahnya pakai kuah susu, entah susu siapa yang disitu #eh. Seruput dulu tanpa menambahkan kecap atau sambel, sedap! paduan bumbu gurih plus kuah susu serta dagingnya yang bener-bener empuk saat dikunyah bikin nagih. Oia, porsi nasinya gak banyak kalo disini, bagi saya sih kurang, musti 2 porsi nasi nih, hahahaha.

Soto Daging Kuah Susu
Soto Daging Kuah Susu
Nih Kartu Namanya, monggo melipir
Nih Kartu Namanya, monggo melipir

Monggo kalo mau coba mampir makan siang dengan menu soto dengan kuah dan daging yang khas, bisa cicipin Soto Jakarta Pak Yus di  Jl. Cut Nyak Dien (Area Parkir Tugu Kunstring) Menteng yang sekarang ini seporsi sotonya seharga 37 ribu rupiah, bagi saya sih lumayan yak makanya bahaya kolesterol dompet :mrgreen: .

 

NB: Sekarang tempat yang di Gondangdia bawah rel udah tutup karena dibongkar dan perapihan jalur rel, jadi saat ini sudah pindah ke Jl. Minangkabau No 40 Pasar Rumput-Manggarai Jakarta Selatan

Kejadian Lagi, Foto Hasil Jepretan Saya Dipakai Jualan

Posted on


IMG_20140426_110409

Mungkin banyak dari kalian yang menganggap bahwa mencomot foto di internet, menggunakan foto/gambar yang entah punya siapa dari internet atau mungkin juga pernah mendapati foto hasil karyanya digunakan pihak lain dan menganggap merupakan hal yang biasa. Kenapa menganggap biasa? bisa jadi malas berurusan lebih panjang, banyak hal yang harus dikerjain, menganggap “yaudahlah mau diapain, biarin aja” dan sebagainya, tetapi banyak pula yang mengkritik bahwa tidak bisa sembarangan comot-comot foto lalu dipublish atau dipajang di social media.

Oke, kita kesampingkan dulu soal hukum atau undang-undang soal hak karya cipta ini. Pakai pendekatan etika saja, saya rasa tidak etis rasanya menjual/mengiklankan produk tetapi menggunakan hasil foto/gambar punya orang lain. Seperti yang saya alami untuk kedua kalinya, yang pertama ialah foto motor saya lengkap dengan asesoris fullbox dipajang menjadi sebuah banner di lapak penjual box asesoris di daerah Puertorico (red:Purwokerto). Yang kedua ialah tadi pagi, melihat salah satu share post dari salah satu akun Facebook dimana foto saya dijadikan iklan/jualan oleh salah satu akun trip organizer yang akan membuka perjalanan ke Pahawang, KZL MZ!.

Foto itu saya jepret pada tanggal 26 April 2014 saat berada di Pulau Pasir Timbul dalam rangka Trip ke Pahawang, Lampung bareng Travollution. Saat itu gak mungkin ada orang lain mengambil gambar dengan sudut yang sama, dengan orang-orang yang sama dengan yang ada dalam foto tersebut kecuali saya sendiri yang melakukannya.

Mas admin NgetripMulu.Com ngambil darimana??
Mas admin NgetripMulu.Com ngambil darimana ya?

Lalu kemudian bandingkan dengan foto postingan saya di blog tentang #CeritaTripPahawang pada tanggal 16 Mei 2014

Hasil capture Foto dari Blog saya
Hasil capture Foto dari Blog saya

Gak ada watermarknya tuh? ya memang tidak ada watermark. Tetapi balik lagi ke soal etika tata cara berinternet. Menggunakan hasil gambar/foto karya orang lain tanpa ijin untuk beriklan/berjualan? haiyah, mas admin, saya kira pasti kalian bisa menjepret foto lebih bagus dengan kamera yang lebih bagus dari sekedar ponsel Tiongkok saya. Terus kenapa saya menulis ini? yaa biar sadar diri aja sih adminnya, jualan ngetrip kok pakai punya foto orang tanpa ijin, minimal mbok yo tulis lah sumbernya. Cuma itu aja? iya cuma itu aja kok, eh nggak deng, saya juga mau fotonya dihapus dari wall akun Facebook trip organizer tersebut. Gampang kan? gampang lah bro, amsa gak bisa gitu doang. Kalau mereka gak mau ngaku? ya maling kuwi namane.

Cerita lain soal foto yang juga dijadikan iklan jualan : http://dapuramatir.blogspot.com/2011/02/pengambilan-dan-penggunaan-foto-tanpa.html

#CeritaTripUjungKulon: Versi Video Hasil SJ4000

Posted on Updated on


Kalau kemarin di link ini #CeritaTripUjungKulon berupa narasi dan foto-foto aja dan berhubung banyak yang menanyakan hasil dari si SJCam #SJ4000 bagaimana, sekedar video sederhana yang hanya dibuat menggunakan aplikasi Movie Maker saja dan beberapa goyang-goyang hasilnya karena menggunakan monopod ala kadarnya :mrgreen: dan dadakan, tapi overall dengan harga kisaran 1,2-1,4 juta yah bisa dibilang si Sj4000 ini cukup oke lah baik dari segi foto maupun video, tinggal bagaimana kita mengatur settingannya saja, saya kelupaan setting dan menggunakan settingan auto serta mode gambar normal.

Berikut video #TripUjungKulon kemarin

 

#CeritaTripUjungKulon: Pesona Pasir Putih Pulau Peucang dan Kawanan Rusa Yang Ramah di Pulau Handeleum

Posted on Updated on


Peucang bro!
Peucang bro!

Taman Nasional Ujung Kulon terletak di bagian paling barat Pulau Jawa, Indonesia. Kawasan Taman nasional ini juga memasukan wilayah Krakatau dan beberapa pulau kecil disekitarnya seperti Pulau Handeuleum danPulau Peucang. Taman ini mempunyai luas sekitar 122.956 Ha; (443 km² di antaranya adalah laut), yang dimulai dari tanjung Ujung Kulon sampai dengan Samudera Hindia. Taman Nasional ini menjadi Taman Nasional pertama yang diresmikan di Indonesia, dan juga sudah diresmikan sebagai salah satu Warisan Dunia yang dilindungi oleh UNESCO pada tahun 1991, karena wilayahnya mencakupi hutan lindung yang sangat luas. Sampai saat ini kurang lebih 50 sampai dengan 60 badak hidup di habitat ini. Izin untuk masuk ke Taman Nasional ini dapat diperoleh di Kantor Pusat Taman Nasional di Kota Labuan atau Tamanjaya. Penginapan dapat diperoleh di Pulau Handeuleum dan Peucang.Taman Nasional Ujung Kulon bersama Cagar Alam Krakatau merupakan asset nasional, dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.Untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Situs Warisan Alam Dunia, UNESCO telah memberikan dukungan pendanaan dan bantuan teknis. (Wikipedia)

Sudah Piknik kah kamu?

Ide trip ini tercetus dari si racap gegara denger yang jual “..bacang, bacang, bacang..” di patas sampai akhirnya nyerempet nyebut Peucang :mrgreen: . Kali ini kita ikut opentrip gabungan dengan Trip Organizer namanya DKK Travel (recomended nih gan :D ), yang buka paket trip ke #UjungKulon. Tanya sana sini ke teman sampai ribet soal nyamuk malaria dan pencegahannya sampe kudu nanya ke apotik dan toko obat buat nanya  dan beli obat malaria beserta cara penggunaannya sampe efeknya si Reshochin itu tuh akhirnya kelar juga. Kebanyakan paket OpenTrip ini hampir sama sih, berangkat menggunakan bus dari Jakarta sampai Desa Sumur Ujung Kulon, tempat penyebrangan bagi para pejalan yang ingin hoping island ke beberapa pulau sekitar. Berapa lama perjalanan ke Desa Sumur? sekitar 5-6 jam melalui jalur Pandeglang, kami berangkat dari Jakarta sekitar jam 10 malam dan tiba di Desa Sumur sekitar pukul 03. 40 pagi. Jadi istirahat malamnya ya di bus itu tadi (kalau bisa). Kondisi jalanan gimana? mulai dari Jakarta sampai Cibaliung, Pandeglang aman bro, selebihnya ya lumayan banyak lobang jalan kanan kiri yang pastinya kalau kita tidur di bus pasti terbangun karena berasa ada goncangan.

Jam 4 pagi kami tiba di Desa Sumur dan langsung istirahat di rumah milik warga didaerah tersebut, ada yang melanjutkan tidurnya , ada yang ngobrol, ada yang beberes, ada  yang menunggu waktu subuh tiba dan ada juga yang ngubek menu nasi uduk pake telor disitu, iya itu saya , enak kok nasi uduknya :mrgreen . Sekitar Jam 6 kurang kita sudah harus berada di pinggir pantai Desa Sumur dan dijemput pakai perahu. Loh kok dijemput pakai perahu sampan? kapalnya dimana? kapalnya ada di agak tengah sana ternyata, karena gak ada dermaga jadi untuk ke kapalnya kita harus naik sampan dulu.

Naik sampan dulu buat ke kapalnya broh :)
Naik sampan dulu buat ke kapalnya broh :) #SJ4000
Hello Sunrise, dari desa Sumur, Ujung Kulon
Hello Sunrise, dari Desa Sumur, Ujung Kulon #SJ4000

Setelah tiba di kapal, mari menikmati perjalanan laut, tujuan pertama Pulau Peucang, katanya sih pulaunya keren, liat dari hasil foto beberapa teman juga bagus viewnya jadi makin penasaran, sayangnya rasa penasaran gak sebesar rasa bete nunggu di kapal karena kelamaan jalannya, buat ngatasin bete mulai becanda, ngobrol, ngemil, foto-foto sampai tidur pun dilakonin, sampai segala insiden topi  yang dipake si racap terbang ke laut, untung bukan racapnya yang ke laut :p #peacebro , dan disaat udah mulai muak karena gak sampai-sampai dan ingin rasanya nyemplung ke laut saja, terlihat pulau dengan hamparan pasir putih yang cukup sedap dipandang mata, hell yeah! Pulau Peucang akhirnya! kami tiba setelah kurang lebih 3 jam mengarungi lautan dengan ombak yang agak lumayan.

Wefie di Kapal sebelom berangkat #SJ4000
Wefie di Kapal sebelom berangkat #SJ4000
Pulau Peucang, Ujung Kulon
Pulau Peucang, Ujung Kulon

di Pulau Peucang ini kita langsung main main di pantainya, foto-foto dan menikmati pesona pasir putih di Pulau Peucang.

Setelah puas mainan pasir di pantai dan memang rasanya kuraaang puas main di pantainya, karena enak banget disini, pasirnya empuk dan putih, bikin mau tiduran ala syahroni sambil berkata I feel free gitu lah. Agenda selanjutnya tracking ke Karang Copong, bukit yang ada dibagian belakang/barat pulau Peucang ini cocok banget buat liat sunset sebenernya, tapi harus jalan menembus hutan tropis gitu, hmmm nggak deh ya daripada liat liatan  sama dedemit-dedemit pohon yang aneh itu, syit lah.

Trekking lewat hutan buat ke KarangCopong
Trekking lewat hutan buat ke KarangCopong, WOW nemu Rusa disini
Karang Copong, Langsung mengarah ke Samudera Hindia
Karang Copong, Langsung mengarah ke Samudera Hindia. (Foto: DKK Travel, Indra)

Belom ilang pegel-pegel sehabis trekking ke Karang Copong tadi, kita lanjut ke Pulau Cidaon, disini katanya aneka satwa liar sering cari makan di padang penggembalaan. Lebih banyak sering nongol kawanan banteng disini, serasa di belahan dunia lain, suara burung-burung langka ikut meramaikan suasana siang itu.

Kawanan Banteng sedang cari makan
Kawanan Banteng sedang cari makan
Pohonnya unik
Pohonnya unik

Sehabis menikmati panorama Cidaon, kita akhirnya nyemplung, akhirnyaa, spot snorkeling ada di dekat Cidaon, disini lumayan banyak aneka ragam ikannya, bahkan banyak spot ikan nemo, katanya sih ada 8 spot nemo disini, kalau saya cuman nemu 3, tapi disini banyak ubur-ubur kecil/ubur-ubur api yang sering nyengat, lumayan juga rasanya macem dicubit-cubit kecil, pedih-pedih enak lah. Kelupaan foto-foto di spot ini, maklum terlalu menikmati para ikan-ikan dibawah sana dan males balik ke kapal lagi buat ambil kamera. Setelah dirasa cukup dan hari mulai sore kita beranjak ke Pulau Handeleum untuk beristirahat disana.

Kawanan Rusa yang ramah di Handeleum
Kawanan Rusa yang ramah di Handeleum
Wefie di Plang Pulau Handeleum
Wefie di Plang Pulau Handeleum

Selepas menginap dari Handeleum, setelah menyelesaikan sarapan kita cabut, kegiatan pertama diawali main kano di Cigenter, Cigenter ini muara sungai, letaknya ada di belakang pulau Handeleum, lumayan lah ya ngayuh ngayuh kano serasa di Amazon gitulah :mrgreen: .

Berkano di Cigenter!
Berkano di Cigenter!
Serasa menyusuri sungai amazon, katanya.
Serasa menyusuri sungai amazon, katanya.

Selepas dari kegiatan berkano di Cigenter kita menuju spot snorkeling di pulau Badul, pulau kecil yang juga memiliki pasir putih namun banyak karang yang bagus dan ikan yang lumayan cakep di sekitarnya. Lanjut dari Pulau Badul menuju spot berikutnya yaitu pulau Oar, pulau cakep juga yang berpasir putih di dekat dari Desa Sumur ternyata dan juga sebelahan sama Pulau Umang yang katanya punya resort mahal itu loh :D .

#UjungKulonTrip
Marii nyemplung!
#UjungKulonTrip
Aslinya jauh lebih cakep, kameranya asal njepret aja sih ini hehehe. #SJ4000
#UjungKulonTrip
Spot di Pulau Badul
#UjungKulonTrip
Test Cam si #SJ4000

 

Lumayan bagus ya hasil si #SJ4000 , ini set nya auto
Hai sayang, Lumayan bagus ya hasil si #SJ4000  biar kata setnya auto :D
wefie maning di laut pakai #SJ4000
wefie maning di laut pakai #SJ4000

Sayangnya waktu spot di pulau Oar ini mbaknya cukup kenceng, bahkan gak pas buat snorkelan, bisa kebawa arus yang ada, saya sempat turun sebentar buat ritual kebelet pipis disini, bukan niatan snorkel tapi asli kebelet yaudah turun dah, ngiterin kapalnya dan engap euy lewatin arus ombaknya. Jadinya kita menikmati viewnya aja dan gak lama dateng 3 kapal rombongan lain dan mereka tetep snorkeling loh, wihh nyalinya gede juga :mrgreen: . Akhirnya kita mutusin buat udahan saja dan balik ke Desa Sumur buat bebersih dan balik pulang menuju Jakarta. Bye-bye Ujung Kulon, kalau ada waktu dan kesempatan mau banget deh balik lagi kesini tapi nginepnya di Peucang ahh, biar bisa lebih lama gegoleran di pantainya, hahaha.

Testimoni buat Trip Organizer kita yaitu DKK Travel, duet leadernya si Reno dan Indra asik dan oke kok, walaupun baru kenal tapi yah kalau trip seperti ini biasanya enaknya sih kudu akrab, soal jadwal ittenerary, mereka mengatur jadwal dengan teratur banget, selain itu gak segan berbagi pengalaman serta serba-serbi soal laut, teknik freedive dan peralatan snorkel secara cuma-cuma ke para teman-teman yang ikutan, selain itu foto-foto mereka juga lumayan bagus kok. Apapun itu, mau sharecost, jalan sendiri atau mau ikut opentrip, yah balik lagi ke kitanya kok bagaimana maunya, gak usah banget mau maksain idealis lha ya, semua cara punya kelebihannya masing-masing. Kesan yang didapat balik dari #TripUjungKulon ini kita jadi punya tambahan referensi tempat, teman serta trip organizer lain kan akhirnya. Gracias!

see you next time
see you next time
senjata baru #SJ4000
senjata baru #SJ4000