jalan raya

Ranjau Paku, Bagaimana Tindak Lanjut Para Pihak Yang Berwajib?

Posted on


Jujur saja saya begitu muak mendengar kata Paku, katitannya dengan ranjau paku yang masih marak terjadi di jalan raya kota Jakarta ini. Mengapa saya begitu muak? karena saya beberapa kali merupakan korban licik dan kedzaliman para sindikat penebar paku . Alhamdulilah selama ini belum pernah terjerat untuk ‘singgah’ di lapak para sindikat picik tersebut, paku lebih banyak saya ‘panen’ ketika melakukan pengecekan motor sebelum dan setelah digunakan.

Ilustrasi: Terkena Ranjau Paku (Foto: http://www.tribunnews.com)

Jalur yang paling sering menjadi incaran ialah jalur yang banyak digunakan/dilewati oleh para pemotor, salah satunya ialah jalur Harmoni-Roxy-Grogol-Daan Mogot yang merupakan jalur pulang saya yang memang merupakan sarangnya. Saya sungguh-sungguh mengapresiasi sukarelawan dari Komunitas SABER (sapu bersih) dan Komunitas Semut Oranye, dua komunitas ini dengan sukarela menyediakan waktu tenaga dan tentunya biaya untuk membantu para pengendara motor yang terjerat sindikat para pelaku ranjau paku. Misalnya, komunitas SABER Read the rest of this entry »

Advertisements

Akibat Lengah, Brruuukkkk Seketika.

Posted on


Kejadian ini terjadi pada sore hari ketika sedang dalam perjalanan pulang. Bukan saya yang mengalami, tapi salah seorang pengendara motor yang kebetulan sama-sama melintas dijalur yang sama, dijalan Daan Mogot menuju Tangerang. Seperti biasa, lalu lintas sore hari disepanjang jalan Daan Mogot mulai dari lepas perempatan Grogol sampai Tanah Tinggi kota Tangerang ramai lancar dipadati berbagai macam jenis kendaraan, mulai dari sepeda, sepeda motor sampai truk tronton pun masih ada yang lewat, tak heran frekuensi kecelakaan disepanjang jalan ini cukup tinggi, perbandingannya misalnya setiap hari saya pasti melihat kecelakaan, entah itu kecelakaan ringan ataupun berat di jalan tersebut.

Ilustrasi.

Kali ini, kecelakaan ringan menimpa seorang pengendara motor, di sekitaran plang Selamat Datang Kota Tangerang terdapat 2 putaran jalan yang biasa digunakan kendaraan untuk berputar arah dari kedua jalur tersebut, kebetulan saya berada di belakang si pengendara motor tersebut, kejadiannya begitu cepat, hampir semua yang ada melakukan pengereman mendadak, kemudian saya melihat ke depan rupanya si pengendara motor itu menabrak mobil, untungnya tidak terlalu parah, mobil yang ditabraknya hanya pengalami pecah dibagian mika sein kiri belakang, sementara pengendara motor jatuh karena setelah melakukan pengereman dan menabrak pelan dia tidak bisa menjaga keseimbangan saat berhenti. Dengan sigap pengendara motor itu bangun dan mendirikan motornya dibantu beberapa pengendara lain termasuk saya, kemudian pengendara motor tersebut menghampiri si pengemudi mobil dan berbincang tanpa ada saling ngotot siapa yang benar siapa yang salah, tak lama kemudian keduanya bertukar kontak nomor telepon dan pengemudi mobil pun bersalaman sambil melanjutkan perjalanannya. Saya coba bertanya kepada si pengendara itu:

Saya: “Kenapa mas tadi, kok bisa nabrak?ngantuk apa gimana”

PM: “saya ngga ngantuk mas, tapi saya lengah mas, kurang sigap melihat mobil itu tiba-tiba memutar arah dari jalur berlawanan dan dia juga tidak memberi sein sama sekali, makanya tadi kita bicara baik-baik dan kerusakan bisa dibicarakan selanjutnya”

Mendengar pernyataan pengendara motor tersebut, saya pun memilih istirahat sejenak sambil menyeruput minuman segar, mencoba menyegarkan dan memulihkan kembali pandangan pikiran dan badan, benar apa yang sering dikatakan eyang Edo Rusyanto, lengah merupakan salah satu faktor penyebab kecelakaan dijalan. Nggak mau kan kecelakaan karena lengah yang sepele itu, maka dari itu konsentrasilah sepanjang perjalanan, ingat keluarga menunggu kita tiba dengan selamat dirumah.

Jakarta Pagi Hari di Pertigaan Kramat Raya – Raden Saleh

Posted on Updated on


Pertigaan Jalan Kramat Raya - Raden Saleh dari Hotel Acacia

Beberapa hari yang lalu ketika gue harus melakukan tugas evaluasi dokumen penawaran di Hotel Acacia yang terletak di bilangan Jakarta Pusat, menemui pemandangan unik di pagi hari, ternyata dari lantai 8 di hotel tersebut gue bisa melihat lalu lintas pagi itu, sayang malemnya gue ngga sempet lihat karena tidur.

Mengamati sejenak lalu lintas di pagi hari sekitar jam 6 pagi, sudah tampak ramai, kebetulan arena pandang tepat berada di pertigaan antara Jl. Kramat Raya dengan Raden Saleh, titik kemacetan pun terpantau dan beberapa petugas Kepolisian pun rupanya sudah terlihat sibuk mengatur lalu lintas. Terlihat pula para pejalan kaki yang menyebrang pada tempatnya yaitu Zebra Cross, bahkan tidak sedikit pula para pemotor ataupun pengemudi mobil yang maju melebihi garis putih dan berada di Zebra Cross dan Read the rest of this entry »

20 Unit Kopaja ber-AC: Langkah Awal Pemerintah Menyediakan Tranportasi Umum yang Memadai

Posted on


Baca kabar di Kompas, katanya sekarang Kopaja sudah menggunakan Pendingin Udara atau biasa disebut AC, wihhh mantepp nih, nggak pengap lagi deh di Kopaja. Memang sih tidak semua unit Kopaja sudah dilengkapi fasilitas AC ini, hanya ada sekitar 20 unit Kopaja yang sudah menggunakan AC itupun baru untuk trayek S-13 Ragunan-Slipi.

Kopaja ber-AC (sumber foto: Skalanews.com)

Nah..ini yang saya harapkan daridulu, salah satu langkah perbaikan transportasi publik yang memadai dan nyaman. Kita semua tahulah gimana Kopaja/Metromini yang sebelumnya, edan, seperti kandang kambing, tumplek berbagai macam aroma, asap knalpot tebal yang bikin sesak dan doyan menyerempet pengendara motor, belum lagi supir yang ugal-ugalan dan bahkan nekat berani nyebur kali hanya demi selembar Rp.2000. Langkah perbaikan salah satu tranportasi publik ini dulu saya juga sering memikirkan, apakah sebaiknya Kopaja atau Metromini direvolusi, Read the rest of this entry »

Prihatin dengan Mereka…

Posted on Updated on


Judulnya rada rada aneh, kata kata prihatin kayaknya udah ada trademark tersendiri dari salah satu petinggi negeri ini,hehehehehehe. Cuman bukan itu yang mau gw ceritain disini, lingkupnya masih sama, mengenai perilaku seseorang, hanya saja dibatasi pada perilaku pengendara.

Pagi ini gw seperti biasa, riding menuju kantor, ketika sampai di kawasan rawa belong, gw liat didepan ada persimpangan atau pertigaan dan kebetulan jalan gw lagi di tengah-tengah, dan bermaksud ingin belok ke kiri, seperti biasa gw nyalain sein dong (pastinyaa) liat spion kiri masih agak padet dibelakang gw, cumin gw perlahan lahan bergerak ke kiri, ehhhh nggak disangka nggak disangka, lagi enak pelan pelan bergerak pindah ke kiri buat belok, ada klakson klakson setan, kenapa setan karena klakson dengan terus terusn seolah minta jalan, lah, bener bener buta itu kali orang, yak sekali lagi BUTA!!!

Alhasil gw ngalah deh (yang warass ngalahhh) pas sampe itu pengendara sejajar sama gw, gw teriak “BUTA LO NGGA LIAT SEIN GW NYALA ” ehh doi malah nyerocos kayak nantang sambil terus terusan klakson lewatin gw, udh didepan gw ehhh sempet2 nya berenti di persimpangan buat ngeliatin gw, gw liatin lg itu bapak sampe pas gw udah belok kiri, gw berenti dulu, mau coba ladedin apa maunya tu wong gendeng, ehh pas gw panggil dnegan melambaikan tangan ajakan agar kearah gw, ehh dia malah tancep gas dan sradak sruduk geal geol gutak gituk kayak kesurupan.

Hadeuh….nggak habis pikir gw pengendara macem itu, kesel sih ngeliat kelakuan pengendara yang macem wong gendeng, cumin prihatin dan juga kesian, prihatin karena jalanan yang udah tambah padet dan carut marut musti ditambah lagi dengan perilaku wong gendeng macem itu, kesian karena bapak tadi sepertinya minim/awam soal berkendara, kesian kalau perilaku berkendaranya seperti itu bakalan merugikan orang lain dan dirinya sendiri dijalanan, nggak inget apa pak, bapak juga punya anak-istri dirumah, kalau bapak celaka, bagaimana dengan anak-istri bapak, begitu juga sebaliknya, kalau orang lain yang celaka gimana dengan keluarganya, mungkin bagi mereka mereka yang awam, naik motor yang mereka tau cuma nge-gas doang, bahkan nge-Rem pun (kalo inget itu juga) karena terpaksa, ngeliat sein aja mereka acuh seakan masa bodo nggak peduli..yang mereka pikir, mau naik motor ada motor, colokin kunci, kontak on, pake helm dan jaket seadanya, nge-gas sekenceng2nya, jalan semaunya dan nge-rem kalo terpaksa..ahhh..edan..sampe kapan mereka mau seperti itu..

“Saya Pihatin” 😀

Taat dijalan itu enak lho

Posted on Updated on


Sore ini cukup enak, cuaca mendukung (maksudnya adem) ketika tiba saatnya pulang kantor (yess!!) melihat jam telah menunjukkan pukul 17.15 WIB, “ahhh alamat bakalan padet bin macet nih” gw pikir begitu, eh..eh..eh..ternyata mas bro, jalanan lumayan agak lenggang loh, apa karena pada pulang cepet yah?, tapi emang setau gw senin tuh klo sore ngga telalu macet deh.

Read the rest of this entry »

Norak/aneh tapi untuk tertib, kenapa tidak?

Posted on Updated on


Kemarin (30 Maret 2011) di sore hari ketika dalam perjalanan pulang kantor menuju rumah tercinta (halaaah), jalur yang baisa saya lewati dari arah menteng menuju flyover Rasuna kemudian turun menikung ke kiri melewati jalan sepanjang pinggiran Halimun menuju Dukuh Atas, nah ketika sampai di Terowongan Dukuh Atas menuju Pejompongan, atau tepatnya ketika di Lampu merah pertigaan terowongan Dukuh Atas ada kejadian unik bin aneh yang membuat pengguna jalan raya yang sedang menunggu lampu merah heran, kalau kemarin-kemarin kita dengar E-TLE (tilang elektronik) dengan sistem laser hijau yang menyala disepanjang garis putih sebelum zebra cross, nah yang ini versi murahnya atau mungkin versi percobaan kali yee,hihihihi, kali ini Sang Polisi/Petugas tersebut berinisiatif dengan membentangkan TALI RAPIA berawarna kuning, yups skali lagi saya ulang TALI RAPIA berawarna kuning untuk membuat batas agar pengendara yang sedang menunggu lampu merah tidak menyerobot bahkan tidak melewati batas agar lalu lintas berjalan lancar, perhatikan gambar dibawah yang gw ambil sendiri ketika berhenti lampu merah :

Bentangan Tali Rapia berwarna kuning di Pertigaan Lampu Merah Dukuh Atas menuju pejompongan

Terlihat efektif sih untuk menjadikan para pengendara yang terkena lampu merah jadi lebih tertib karena nggak ada satu pun pengendara yang berniat maju untuk memotong/menyerobot antrian lampu merah, dikarenakan ada bentangan tali rapiah yang dipegang oleh si Polisi yang sedang bertugas, gw salut untuk idenya walopun gw liat sih aneh, tp untuk jadi lebih tertib dan rapih, kenapa nggak??kenapa musti malu kalau ingin terlihat rapih?, ini contoh nyata yang ingin lalu sistem lalu lintas dan peraturan kita lebih baik, lebih rapih, lebih tertib.

Bentangan Tali Rapia di pertigaan Lampu merah Dukuh Atas menuju pejompongan

Karna kita semua ingin lalu lintas yang lebih baik, apapun caranya, se-norak atau se-aneh caranya, gw sih dukung dehhh untuk lalu lintss yang lebih baik, hidup tali rapiah kuning!!!hehehehehehe.