Singkong Sambel Roa, Cemilan Pas Selagi Kongkow di Kopi Oey Sabang

Posted on


Lembaran Menu di Kopi Oey Sabang, Unik.
Lembaran Menu di Kopi Oey Sabang, Unik.

Memasuki jam pulang kantor kebetulan si bos mengajak kami seruangan ini untuk kongkow sejenak ngobrol ringan melepas penat sembari menunggu senja (hai Senja :mrgreen: ). Tujuannya sih katanya agar tetap solid dan tetap akrab sehingga bisa mempermudah pekerjaan. Tempat di sekitaran Jl. Sabang pun jadi pilihan, kebetulan doi suka ngopi, maka dipilihlah kedai Kopi Oey empunya pak Bondan ‘maknyuss’ Winarno Jl. Sabang karena dekat dengan kantor.

Interior Kopi Oey di Jl. Sabang ini asik, ala ala vintage gitu lah, sehingga saya menangkap kesan teduh ala rumah jaman dahulu kala. Meja dan kursinya pun disesuaikan, meja bulat dari batu marmer pilihan dan kursi kayu serta lampu lampu yang tergantung jadi suasana khas kedai ini. Bagi saya ini bukan sekali saya pernah ketempat ini, sebelumnya sudah pernah.

Ini nih Singkong Sambal Roa yang jadi favorit saya
Ini nih Singkong Sambal Roa yang jadi favorit saya

Mengambil tempat di lantai 2 agar bisa sembari mengepulkan asap nikotin, perbincangan mengular bebas, seolah tak ada jarak antara pimpinan dan anak buah walaupun terkadang masih penyebutan normal. Tak lupa sajian yang menjadi favorit saya dan juga si bos, yaitu Singkong Sambal Roa nan hangat dan gurih sebanyak 2 porsi juga Teh Tjap Salatiga sebagai pelengkap hangatnya sore itu. Langsung saja mengambil singkong goreng dan mencocolnya dengan sambal roa, nyaammmm singkong gorengnya enak nan lembut tidak terlalu keras terkadang ada sedikit bagian yang agak padat berpadu dengan pedas gurih dari sambal khas ikan roa dari manado ini. Satu cocolan tak cukup, tambah cocolan berikutnya makin lama dicocol kok makin uenaak :mrgreen: .

Akkh, rupanya memang benar adanya kalau Singkong Sambal Roa ini memang cemilan paling pas di Kopi Oey. Dua kali ketempat ini, dua kali pula sajian khas tersebut selalu saya pesan untuk menemani bincang-bincang khas kami.

 

This slideshow requires JavaScript.

 

#KulinerBakso: Bakso Cak Su Kumis di Rawamangun, Boleh Lah

Posted on


Warung Bakso Bakwan Malang Cak Su Kumis di Rawamangun
Warung Bakso Bakwan Malang Cak Su Kumis di Rawamangun

Sebagai penikmat bakso, mulai dari bakso beneran atau bakso-baksoan rasanya agak bosen dengan bakso yang gitu-gitu aja. Yang gitu-gitu aja bakso apaan bro? ya bakso yang itulah, ngerti nggak? yaudahlah pokoknya itulah :mrgreen: au apaan. Sudah pernah dengar soal bakso malang, sepertinya ada deh di sekitaran Jakarta ada deh bakso malang yang enak. Cari-cari referensi nemu 2 tempat, yaitu bakso Cak Man Kota sama Bakso Cak Su Kumis, oke mari bandingkan, pertimbangannya ialah pertama harga yang kedua tempat, kalau Bakso Cak Man saya sudah pernah tau karena beberapa kali liat outletnya di Mall, ahh..terasa kurang natural hahaha. Yowis, Bakso Cak Su Kumis di Rawamangun jadi pilihan.

Ini yang kedua kalinya mencicipi Bakso Bakwan Malang Cak Su Kumis (biasa disingkat BMCS-K), waktu pertama kalinya nyicip karena emang kepingin bakso Malang pas balik kerja berdua barengan si racap, malah pake nyasar pertama kali kesini. Yang kedua kalinya gak nyasar dong kan udah hafal. Kunjungan kedua karena pengen dapetin impression (woelah kayak testride motor aje) yang sama kayak waktu pertama kesini. Masih dengan sistem antri yang gak berubah, ya kita kudu mengantri mungkin sampai agak keluar warungnya karena ramai pengunjung dan harus menunggu tempat yang kosong biar bisa duduk dan makan. Jam-jam sore ketika kami datang agak lumayan antriannya. Menu yang disajikan berupa prasmanan , pengunjung bisa mengambil sendiri jenis bakso dan bakwan malang yang ada di meja menu setelah antrian, ada kekian goreng oreng yang enak disantap bersama kuah bakso ataupun sebagai cemilan dicocol saos, selain itu ada somay goreng maupun somay basah, tahu coklat atau putih dan tentunya bakso, baksonya ada 2 jenis bakso halus dan bakso urat. Sambil memilih menu kita bisa nyicipin aroma kuah bakso yang mengepul dari panci, enak loh cobain deh sensasinya hahaha.

Ngantrinya sampe ke luar warung
Ngantrinya sampe ke luar warung
Menunya, ngambil sendiri
Menunya, ngambil sendiri

Berhubung tempatnya terbatas, segera cari tempat kosong untuk duduk dan pesen minum, disitu ada es teler dan es campur juga yang sayangnya belum dicicipin karena selalu habis. Makan disini kita gak bisa milih meja sendiri, kalo berdua bareng pacar sih yaa harus rela berbagi, maksudnya berbagi meja :mrgreen: . Gak perlu lama lama, cicipin kuah pertama tanpa dikasih saos dan kecap, wahh seger kuah kaldunya, tapi terasa ada bumbu mecin sih. Biar lebih sip monggo tuangkan saos,sambel dan kecap dengan kombinasi yang sedap untuk disantap.

Harga rata-rata setiap menu per bijinya, lah kok biji, maksudnya per satuannya itu Rp.3000,- biasanya saya sih menuangkan 5 jenis terdiri dari 2 bakso 2 kekian goreng dan 1 somay basah. Jadi hitung saja, belum termasuk minumnya yah. Untuk masalah parkir kendaraan, disini aman kok parkirnya dijagain dan diatur, jadi kalau bawa mobil pribadi atau motor sih oke aja karena banyak juga yang bawa mobil pribadi. Warung bakso ini lokasi tepatnya di Rawamangun Muka Barat No. 14 Jakarta Timur, gampangnya deket kampus UNJ dan belakangnya lapangan golf. Buat yang kangen makan bakso malang yang khas, Bakso Bakwan Malang Cak Su ini bisa jadi pilihan. Atau barangkali punya referensi tempat bakso yang sedap dan asyik? monggo di share.

Lupa foto yang masih beningnya :D. Pokoknya mah gurih bin seger
Lupa foto yang masih beningnya :D. Pokoknya mah gurih bin seger

#CeritaTripPahawang: Mampir ke Toko Yen Yen

Posted on


Tampak Depan Toko Yen Yen Bandar Lampung
Tampak Depan Toko Yen Yen Bandar Lampung

Bagi yang pernah ke Lampung mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama Yen Yen, toko yang menjual oleh-oleh panganan khas Lampung yang terletak di Bandar Lampung ini. Kalau saya sih beberapa kali denger, eh bukan denger deng hanya lihat di beberapa ittenary trip para traveller yang ngetrip ke dserah Lampung ya pas pulangnya kebanyakan memasukan Yen Yen di dalam ittenary mereka. Nah sepulang dari Pahawang memang Yen Yen ini masuk dalam ittenary trip kami, maka jadilah kami mampir.

Di Yen Yen ini banyak macam jenis oleh-oleh khas lampung, ada keripik pisang mulai dari rasa original, coklat, keju sampai rasa rasa yang dulu pernah ada juga ada kayaknya #eaaaa. Saya hanya membeli sedikit keripik pisang Yen Yen rasa original dan keju serta kerupuk ikan ala ala Palembang gitu lah, simpel saja yang penting oleh-olehnya masuk ke dalam tas, soalnya males rasanya pulang ngetrip tapi nenteng oleh-oleh :mrgreen:.

Sepertinya Yen Yen ini memang jadi tujuan para wisatawan atau bagi yang bepergian dari Lampung untuk mampir kesini, lumayan ramai  pengunjungnya bahkan pembayaran secara cash dan menggunakan kartu debit sama panjangnya. Mengenai harga oleh-olehnya ya relatif lah ya, banyak juga yang membeli sampai beberapa kardus besar, mungkin dia reseller bisa jadi. Selesai membayar di kasir saya melihat-lihat tokonya, ternyata ada semacam half of fame dibagian depan toko, isinya foto-foto artis/publik figur yang pernah belanja di Yen Yen, tak lama mata saya menangkap sosok yang tak asing di belantika sepakbola nasional yaitu Bambang Pamungkas, rupanya pernah juga berbelanja disini.

Kalao kata mbaknya, kalau ke Lampung belum lengkap kalau tidak mampir dan belanja oleh-oleh ke toko Yen Yen.

 

#CeritaTripPahawang: Misteri Ketukan dan Senandung Subuh di Pahawang

Posted on Updated on


Pahawang Besar

Malam baru beranjak naik, kalau dilihat jam masih sekitar jam 9 malam dan kami baru saja menyelesaikan beberapa santapan ikan bakar yang disediakan dalam paket trip kali ini. “bro, masih ada 2 kilo ikan lagi nih, tanggung jawab ya” begitu kata salah satu leader trip kami, gue langsung nyerah, ogah dah cukup sudah begah. Bersama dengan beberapa kawan akhirnya kami balik ke rumah tempat kami menginap. Rupanya sudah ada juga beberapa kawan lain yang ambil posisi pules alias tidur, wah yasudah gue juga ikutan, cari bantal yang enak dan tidur, bukan di kamar tapi di depan, area ruang tengah, yang di kamar biarlah para wanita itu. Sekitar kurang dari jam 11 malam gue sudah pules.

“…tuk..tuk…”

“…tuk…tuk…”

“..tuk…tuk…”

entah masih dalam keadaan tertidur namun tidak terlalu ngeh sambil bertanya-tanya ini suara apa, begitu ngeh baru gue agak sedikit sadar namun masih dalam keadaan mata terpejam rapet, ini seperti suara ketukan di kaca jendela belakang gue, ketukan masih terus, hitungannya seinget gue ada 3x kali ketukan, sekilas terbayang dalam hati “wahh….jail nih” , mau melek buat bangun tapi males karena suasanya bener-bener sunyi, kalo gue bangun dan gue nengok yakin lah itu maen cilukba entah bisa jadi gue yang kaget atau ‘doi’ yang kaget :mrgreen: . Setelah ketukan ke 3 barulah terdengar suara dari mesjid yang menandakan akan masuk waktu Subuh, alhamdulillah, gue belum melek tapi suara dari surau yang memecah keheningan pagi itu sangat indah dan enak untuk didengar, sesaat gue langsung menyadari kalo yang sedang dilantunkan ialah kalam surat Al-Mulk, sambil mengikuti lantunan bacaan dari suara tersebut gue mulai melek dan ikut meresapi subuh yang hening dan gelap di Pulau Pahawang. Maknyuss, rasanya adem tenan, kebetulan kalam Al-Mulk ini salah satu surat favorit gue. Ketika surat Al-Mulk selesai dibacakan tak lama azan berkumandang, gue pun langsung bergegas membangunkan kawan di sebelah agar ikut solat subuh berjamaah di Pulau ini, nikmat rasanya.

Ternyata disebuah tempat nun jauh dari sinyal 2G di Lampung Selatan, bersyukur masih ada yang melantunkan kalam Al-Mulk sebelum Subuh

Lantas, siapa yang mengetuk kaca jendela belakang gue tadi? mungkin mau ngebangunin subuh kali yah.

 

#CeritaTripPahawang: Perjalanan Panjang Mengesankan di Pahawang

Posted on Updated on


(Foto by: Travollution)
(Foto by: Travollution)

Libur t’lah tiba!.

Rencana ngetrip ke tempat yang agak mulai happening di kalangan para traveller jadi tujuan, ya Pulau Pahawang. Pahawang ini terletak di pesisir Lampung Selatan Kecamatan Punduh Pidada (menurut ponsel dan peta), gak usah pake koordinat yak, hehehe.  Trip ini berawal dari si kesayangan yang  memasukan Pahawang jadi salah satu tujuan tripnya di 2014 ini dan kita nemu Travollution yang ngadain opentrip ke Pahawang 25-27 April kemarin. Gak cuman berdua, kita juga ngajak beberapa teman. Untuk Opentrip ini harga yang termasuk relatif ya untuk ukuran opentrip yaitu 450 ribu diluar biaya snorkel yang nambah 80 ribu untuk 2 hari dan lumayan karna alat snorkelnya masih bagus,  yaa Amscud standar sih tapi lumayan kan, selain itu Lifevestnya juga masih bagus tebel dan nyaman.

Gue yang pertama kalinya bakalan ngetrip main main air nyebur di laut ini lumayan agak bingung mau bawa berapa potong pakaian, maklum baru pertama kali, yang pada akhirnya gw kelebihan pakaian 1 pcs kaos dan 2 pcs celana pendek. hahaha . Jumat sore (25 April)  kita berlima sudah janjian ngumpul di Slipi Jaya, namun baru bisa jalan jam 8 malam karena teman kita dari Ciawi baru datang, alhasil 3 wanita ini yang dari tadi ngedumel yaaa you know lah yaa…kalo gue yaa diem aja kalah suara broh, hahaha. Beruntung  gak lama kita kumpul datang bus Arimbi yang ke Merak. Sampai di Merak lumayan banyak juga yang mau nge-trip, ada yang ke Krakatau, Kiluan, bahkan Pahawang juga. Gue lupa jam berapa kita masuk di kapal ferry yang jelas, kita berlima langsung ambil ruangan executive, ruangan ber-ac dengan deretan kursi sofa, lumayan bisa tidur. Tips, manfaatkan waktu perjalanan selama dari Merak menuju Bakauheuni untuk tidur, tapi hati-hati ya jaga selalu barang bawaan karena gue melihat gerak-gerik mencurigakan beberapa orang petugas kebersihan di kapal tersebut yang kata para traveller sih mereka kadang ngincer lengahnya saat kita tertidur untuk ngambil barang.

Dermaga Ketapang pagi itu
Dermaga Ketapang pagi itu
Tuh Bening kan lautnya
Tuh Bening kan lautnya

Lampung, kami sampai!

Tiba di Merak jam 03.40 pagi, sedikit di brief dan absen ulang oleh si Hafiz yang jadi kepala suku :mrgreen: nanti selanjutnya kita akan menjuju ke Dermaga Ketapang, katanya perjalanan lumayan lama sekitar 3 jam dari pelabuhan. Kita diangkut pakai minibus Trans Lampung jurusan Rajabasa, lumayan lah, langsung ambil posisi paling belakang dan tidur lagi hehehe. Sampai di Dermaga Ketapang sekitar jam 7 masih pagi tapi cuaca mantap sekali, terang benderang dan terik. Karena orangnya banyak sekitar 25 orang maka rombongan dibagi 2 kapal, kita berlima udah pasti satu kapal dan juga kita milih barengan dengan 3 teman baru dari Bandung yang baru aja kenalan semalem di Merak. Sepanjang perjalanan biar kata cuaca terang dan panas tapi bagi gue sih tetap teduh, ada kesayangan disamping yang tangannya selalu gue genggam #ahay.

Spot pertama, Pulau Tegal.

snorkel di Pulau Tegal. (Foto by: Travollution)
snorkel di Pulau Tegal. (Foto by: Travollution)

Kapal kecil membawa kami mengarungi laut dengan gugusan pulau-pulau yang membentang, indah…birunya langit berpadu dengan biru-hijau tosca air laut serta bukit-bukit yang ada digugusan pulau seolah semuanya menyatu. Terlihat tenang, segala aktivitas para penduduk/nelayan pun hanya sedikit terlihat, hanya deru mesin kapal yang sedikit memekakkan telinga kami kala itu Read the rest of this entry »

Helm Yang Bikin Heboh Itu………

Posted on Updated on


image

Strategi pabrikan berlogo garpu tala.buat menarik minat pembeli gacoan anyar mereka memang cukup bagus. Terbukti jualannya laku keras, kenceng dah nih. Apalagi ditambah gimmick hadiah helm HJC yang katanya replika Jorge Lorenzo.
Nah mengenai hebohnya helm tersebut, saya agak pengang karena terlalu ramai dan hebohnya minta jodoh eh maap #peace. Saya pun sudah menduga sebelumnya setelah hasil bertapa di kebon condet dengan sesajen soto lamongan dan wewangian japaron memperlihatkan helm tersebut bukan bener bener impor, walaupun sebenernya kalau si garputala mau ngambil aslinya HJC juga udah tetep untung. Lah wong yang mau beli motor tu seharga 28 jeti ya pasti kepincut motornya, soal helm empunya motor pasti akan memantaskan diri menggunakan helm yang lumayan punya nama.
Ahh…jadi.kepanjangan kan saya menulisnya. Kalau mau lebih pintar monggo cek tulisannya Alonrider si pemilik kolor putih sakti disini http://alonrider.wordpress.com/2014/04/17/99-helm-hjc-r15-lorenzo-kbc-v-euro/ ,
disitu dijelaskan dengan seksama bagaimana HJC dan KBC berorgasme mengeluarkan helm.

Untuk informasi awal, sejak 2012 KBC diproduksi di pabrik helm Cargloss, yang berada di Citeurep, Kabupaten Bogor. Tahun 2014, pembuatan helm
asal Korea ini ditangani PT Helmindo Utama, di Kawasan Industri Bonen Kav 7-B, Jalan Raya Serang, KM 18,8 Cikupa, Tangerang. Helmindo, yang dimiliki Korea inilah yang kini memegang lisensi produksi HJC dan KBC. Klop kan? Sesama K-Pop

See that? Pintar sedikit lah kawan memberi informasi kepada para pembaca.

One Day Ride ke Bogor, Nemenin Yang Kepingin Jalan-Jalan, Mulai dari Es Buah Pak Ewok, Liatin Rusa di Istana Bogor, sampe Kedai Kita dan Berujung di Chocolava AlaNia

Posted on Updated on


“sayang…jalan-jalan yuuk” isi pesan di Line yang masuk ke ponselku sekitar jam 7 hari Senin pagi yang kebetulan juga masih hari libur karena hari raya Nyepi. ini anak ngelantur apa gimana ya? lalu sekali lagi memastikan, nampaknya hasrat si kesayangan buat jalan-jalan sudah tak terbendung, baru inget ternyata di malam harinya sudah mulai melancarkan kode-kode tentang temennya yang jalan-jalan di long weekend ini, sementara aku? menanggapinya hanya dengan biasa saja. Oke, tak butuh waktu lama segera bangkit dari kasur, kemudian mandi, minum obat batuk, ambil perlengkapan lenong :mrgreen: dengan mengenakan jaket Contin Kamerad dan KYT RC Seven, gloves full dan sepatu outdoor siap. Gak butuh waktu lama, satu stengah jam kemudian sudah tiba di Condet, eh ni anak masih aja bingung, walopun aku sebenernya tau “ah palingan ke Bogor nih kayaknya” tapi biarin dah coba mau tau , mau kemana sih sebenernya hihihihi :mrgreen: . Begitu sudah di motor kutanya lagi ke arah mana, sontak dia langsung menunjuk arah timur dengan kode “yaa…sekitaran Bogor aja paling” . Lah elah neng…..dari kemaren napeh bilang. Oke, jugijagijugijagijug…keretaaa motor berangkaat.

selfie diatas motor. lagi berenti. ya kalo lagi jalan sirkus

Terik matahari siang itu ternyata tak menyurutkan semangat kita berdua, terutama sih doi noh, hahaha, ditambah pelukan mantap nan erat yang melingkar di jaket menambah mantap traksi motor ke jalan, makin nge-grip euy :mrgreen: jalur yang ditempuh melalui Jl. Bogor Raya, arus lalu lintas siang itu cukup ramai, terlihat rupanya banyak juga para masyarakat yang memanfaatkan momen libur panjang ini untuk jalan-jalan, kirain cuman doi doang yang kepingin jalan-jalan, gak taunya sama, belum lagi para bro-bro gerombolan motor tuat tuit juga masih ada loh, sedap. kecepatan konstan rata-rata 40-60 km per jam, gak mau lebih karena kondisi jalan yang banyak berubah dan tibalah juga di Shell Jl. Pajajaran Bogor, auss coy!  sekaligus pas banget azan, jadi ya sekalian kita Dzuhuran disitu terus jajan beli minum buat menghilangin aus.

Oke, udah di Bogor nih, mau kemane neng? jiaaaahhhh….”kemana ajalah” *ambil nozzle, siram bensin, blaarrrr!. Yowiss, panas-panas gini enakan cari yang seger-seger, doi browsing letak Kedai Sop Buah pak Ewok, biasa kalo nyari-nyari tempat ini nih khasnya kita berdua, pake googlemaps, udah gitu ntar ribet dah arahnya kemana, untungnya gampang, Sop Buah Pak Ewok yang ada di Jalan Bukit Tunggul No. 5 ini gampang ditemuin kok, kalo dari Jl. Pajajaran Bogor, liat ke kanan cari gedung Telkom, nah pas disitu perempatan lampu merah, belok kanan, ikutin plang Maccaroni Panggang, gak jauh darisitu nanti sbelah kanan ada namanya Taman Kencana, belok kanan  terus cari Jl. Bukit Tunggul ntar keliatan kok rame-rame banyak mobil juga motor parkir. Nyeritain gampang emang, tapi kita berdua sempet ngider nyasar disitu-situ aje. :D. Begitu sampe, wuiihhh Read the rest of this entry »