#CeritaTripPahawang: Misteri Ketukan dan Senandung Subuh di Pahawang

Posted on Updated on


Pahawang Besar

Malam baru beranjak naik, kalau dilihat jam masih sekitar jam 9 malam dan kami baru saja menyelesaikan beberapa santapan ikan bakar yang disediakan dalam paket trip kali ini. “bro, masih ada 2 kilo ikan lagi nih, tanggung jawab ya” begitu kata salah satu leader trip kami, gue langsung nyerah, ogah dah cukup sudah begah. Bersama dengan beberapa kawan akhirnya kami balik ke rumah tempat kami menginap. Rupanya sudah ada juga beberapa kawan lain yang ambil posisi pules alias tidur, wah yasudah gue juga ikutan, cari bantal yang enak dan tidur, bukan di kamar tapi di depan, area ruang tengah, yang di kamar biarlah para wanita itu. Sekitar kurang dari jam 11 malam gue sudah pules.

“…tuk..tuk…”

“…tuk…tuk…”

“..tuk…tuk…”

entah masih dalam keadaan tertidur namun tidak terlalu ngeh sambil bertanya-tanya ini suara apa, begitu ngeh baru gue agak sedikit sadar namun masih dalam keadaan mata terpejam rapet, ini seperti suara ketukan di kaca jendela belakang gue, ketukan masih terus, hitungannya seinget gue ada 3x kali ketukan, sekilas terbayang dalam hati “wahh….jail nih” , mau melek buat bangun tapi males karena suasanya bener-bener sunyi, kalo gue bangun dan gue nengok yakin lah itu maen cilukba entah bisa jadi gue yang kaget atau ‘doi’ yang kaget :mrgreen: . Setelah ketukan ke 3 barulah terdengar suara dari mesjid yang menandakan akan masuk waktu Subuh, alhamdulillah, gue belum melek tapi suara dari surau yang memecah keheningan pagi itu sangat indah dan enak untuk didengar, sesaat gue langsung menyadari kalo yang sedang dilantunkan ialah kalam surat Al-Mulk, sambil mengikuti lantunan bacaan dari suara tersebut gue mulai melek dan ikut meresapi subuh yang hening dan gelap di Pulau Pahawang. Maknyuss, rasanya adem tenan, kebetulan kalam Al-Mulk ini salah satu surat favorit gue. Ketika surat Al-Mulk selesai dibacakan tak lama azan berkumandang, gue pun langsung bergegas membangunkan kawan di sebelah agar ikut solat subuh berjamaah di Pulau ini, nikmat rasanya.

Ternyata disebuah tempat nun jauh dari sinyal 2G di Lampung Selatan, bersyukur masih ada yang melantunkan kalam Al-Mulk sebelum Subuh

Lantas, siapa yang mengetuk kaca jendela belakang gue tadi? mungkin mau ngebangunin subuh kali yah.

 

#CeritaTripPahawang: Perjalanan Panjang Mengesankan di Pahawang

Posted on Updated on


(Foto by: Travollution)
(Foto by: Travollution)

Libur t’lah tiba!.

Rencana ngetrip ke tempat yang agak mulai happening di kalangan para traveller jadi tujuan, ya Pulau Pahawang. Pahawang ini terletak di pesisir Lampung Selatan Kecamatan Punduh Pidada (menurut ponsel dan peta), gak usah pake koordinat yak, hehehe.  Trip ini berawal dari si kesayangan yang  memasukan Pahawang jadi salah satu tujuan tripnya di 2014 ini dan kita nemu Travollution yang ngadain opentrip ke Pahawang 25-27 April kemarin. Gak cuman berdua, kita juga ngajak beberapa teman. Untuk Opentrip ini harga yang termasuk relatif ya untuk ukuran opentrip yaitu 450 ribu diluar biaya snorkel yang nambah 80 ribu untuk 2 hari dan lumayan karna alat snorkelnya masih bagus,  yaa Amscud standar sih tapi lumayan kan, selain itu Lifevestnya juga masih bagus tebel dan nyaman.

Gue yang pertama kalinya bakalan ngetrip main main air nyebur di laut ini lumayan agak bingung mau bawa berapa potong pakaian, maklum baru pertama kali, yang pada akhirnya gw kelebihan pakaian 1 pcs kaos dan 2 pcs celana pendek. hahaha . Jumat sore (25 April)  kita berlima sudah janjian ngumpul di Slipi Jaya, namun baru bisa jalan jam 8 malam karena teman kita dari Ciawi baru datang, alhasil 3 wanita ini yang dari tadi ngedumel yaaa you know lah yaa…kalo gue yaa diem aja kalah suara broh, hahaha. Beruntung  gak lama kita kumpul datang bus Arimbi yang ke Merak. Sampai di Merak lumayan banyak juga yang mau nge-trip, ada yang ke Krakatau, Kiluan, bahkan Pahawang juga. Gue lupa jam berapa kita masuk di kapal ferry yang jelas, kita berlima langsung ambil ruangan executive, ruangan ber-ac dengan deretan kursi sofa, lumayan bisa tidur. Tips, manfaatkan waktu perjalanan selama dari Merak menuju Bakauheuni untuk tidur, tapi hati-hati ya jaga selalu barang bawaan karena gue melihat gerak-gerik mencurigakan beberapa orang petugas kebersihan di kapal tersebut yang kata para traveller sih mereka kadang ngincer lengahnya saat kita tertidur untuk ngambil barang.

Dermaga Ketapang pagi itu
Dermaga Ketapang pagi itu
Tuh Bening kan lautnya
Tuh Bening kan lautnya

Lampung, kami sampai!

Tiba di Merak jam 03.40 pagi, sedikit di brief dan absen ulang oleh si Hafiz yang jadi kepala suku :mrgreen: nanti selanjutnya kita akan menjuju ke Dermaga Ketapang, katanya perjalanan lumayan lama sekitar 3 jam dari pelabuhan. Kita diangkut pakai minibus Trans Lampung jurusan Rajabasa, lumayan lah, langsung ambil posisi paling belakang dan tidur lagi hehehe. Sampai di Dermaga Ketapang sekitar jam 7 masih pagi tapi cuaca mantap sekali, terang benderang dan terik. Karena orangnya banyak sekitar 25 orang maka rombongan dibagi 2 kapal, kita berlima udah pasti satu kapal dan juga kita milih barengan dengan 3 teman baru dari Bandung yang baru aja kenalan semalem di Merak. Sepanjang perjalanan biar kata cuaca terang dan panas tapi bagi gue sih tetap teduh, ada kesayangan disamping yang tangannya selalu gue genggam #ahay.

Spot pertama, Pulau Tegal.

snorkel di Pulau Tegal. (Foto by: Travollution)
snorkel di Pulau Tegal. (Foto by: Travollution)

Kapal kecil membawa kami mengarungi laut dengan gugusan pulau-pulau yang membentang, indah…birunya langit berpadu dengan biru-hijau tosca air laut serta bukit-bukit yang ada digugusan pulau seolah semuanya menyatu. Terlihat tenang, segala aktivitas para penduduk/nelayan pun hanya sedikit terlihat, hanya deru mesin kapal yang sedikit memekakkan telinga kami kala itu Read the rest of this entry »

Helm Yang Bikin Heboh Itu………

Posted on Updated on


image

Strategi pabrikan berlogo garpu tala.buat menarik minat pembeli gacoan anyar mereka memang cukup bagus. Terbukti jualannya laku keras, kenceng dah nih. Apalagi ditambah gimmick hadiah helm HJC yang katanya replika Jorge Lorenzo.
Nah mengenai hebohnya helm tersebut, saya agak pengang karena terlalu ramai dan hebohnya minta jodoh eh maap #peace. Saya pun sudah menduga sebelumnya setelah hasil bertapa di kebon condet dengan sesajen soto lamongan dan wewangian japaron memperlihatkan helm tersebut bukan bener bener impor, walaupun sebenernya kalau si garputala mau ngambil aslinya HJC juga udah tetep untung. Lah wong yang mau beli motor tu seharga 28 jeti ya pasti kepincut motornya, soal helm empunya motor pasti akan memantaskan diri menggunakan helm yang lumayan punya nama.
Ahh…jadi.kepanjangan kan saya menulisnya. Kalau mau lebih pintar monggo cek tulisannya Alonrider si pemilik kolor putih sakti disini http://alonrider.wordpress.com/2014/04/17/99-helm-hjc-r15-lorenzo-kbc-v-euro/ ,
disitu dijelaskan dengan seksama bagaimana HJC dan KBC berorgasme mengeluarkan helm.

Untuk informasi awal, sejak 2012 KBC diproduksi di pabrik helm Cargloss, yang berada di Citeurep, Kabupaten Bogor. Tahun 2014, pembuatan helm
asal Korea ini ditangani PT Helmindo Utama, di Kawasan Industri Bonen Kav 7-B, Jalan Raya Serang, KM 18,8 Cikupa, Tangerang. Helmindo, yang dimiliki Korea inilah yang kini memegang lisensi produksi HJC dan KBC. Klop kan? Sesama K-Pop

See that? Pintar sedikit lah kawan memberi informasi kepada para pembaca.

One Day Ride ke Bogor, Nemenin Yang Kepingin Jalan-Jalan, Mulai dari Es Buah Pak Ewok, Liatin Rusa di Istana Bogor, sampe Kedai Kita dan Berujung di Chocolava AlaNia

Posted on Updated on


“sayang…jalan-jalan yuuk” isi pesan di Line yang masuk ke ponselku sekitar jam 7 hari Senin pagi yang kebetulan juga masih hari libur karena hari raya Nyepi. ini anak ngelantur apa gimana ya? lalu sekali lagi memastikan, nampaknya hasrat si kesayangan buat jalan-jalan sudah tak terbendung, baru inget ternyata di malam harinya sudah mulai melancarkan kode-kode tentang temennya yang jalan-jalan di long weekend ini, sementara aku? menanggapinya hanya dengan biasa saja. Oke, tak butuh waktu lama segera bangkit dari kasur, kemudian mandi, minum obat batuk, ambil perlengkapan lenong :mrgreen: dengan mengenakan jaket Contin Kamerad dan KYT RC Seven, gloves full dan sepatu outdoor siap. Gak butuh waktu lama, satu stengah jam kemudian sudah tiba di Condet, eh ni anak masih aja bingung, walopun aku sebenernya tau “ah palingan ke Bogor nih kayaknya” tapi biarin dah coba mau tau , mau kemana sih sebenernya hihihihi :mrgreen: . Begitu sudah di motor kutanya lagi ke arah mana, sontak dia langsung menunjuk arah timur dengan kode “yaa…sekitaran Bogor aja paling” . Lah elah neng…..dari kemaren napeh bilang. Oke, jugijagijugijagijug…keretaaa motor berangkaat.

selfie diatas motor. lagi berenti. ya kalo lagi jalan sirkus

Terik matahari siang itu ternyata tak menyurutkan semangat kita berdua, terutama sih doi noh, hahaha, ditambah pelukan mantap nan erat yang melingkar di jaket menambah mantap traksi motor ke jalan, makin nge-grip euy :mrgreen: jalur yang ditempuh melalui Jl. Bogor Raya, arus lalu lintas siang itu cukup ramai, terlihat rupanya banyak juga para masyarakat yang memanfaatkan momen libur panjang ini untuk jalan-jalan, kirain cuman doi doang yang kepingin jalan-jalan, gak taunya sama, belum lagi para bro-bro gerombolan motor tuat tuit juga masih ada loh, sedap. kecepatan konstan rata-rata 40-60 km per jam, gak mau lebih karena kondisi jalan yang banyak berubah dan tibalah juga di Shell Jl. Pajajaran Bogor, auss coy!  sekaligus pas banget azan, jadi ya sekalian kita Dzuhuran disitu terus jajan beli minum buat menghilangin aus.

Oke, udah di Bogor nih, mau kemane neng? jiaaaahhhh….”kemana ajalah” *ambil nozzle, siram bensin, blaarrrr!. Yowiss, panas-panas gini enakan cari yang seger-seger, doi browsing letak Kedai Sop Buah pak Ewok, biasa kalo nyari-nyari tempat ini nih khasnya kita berdua, pake googlemaps, udah gitu ntar ribet dah arahnya kemana, untungnya gampang, Sop Buah Pak Ewok yang ada di Jalan Bukit Tunggul No. 5 ini gampang ditemuin kok, kalo dari Jl. Pajajaran Bogor, liat ke kanan cari gedung Telkom, nah pas disitu perempatan lampu merah, belok kanan, ikutin plang Maccaroni Panggang, gak jauh darisitu nanti sbelah kanan ada namanya Taman Kencana, belok kanan  terus cari Jl. Bukit Tunggul ntar keliatan kok rame-rame banyak mobil juga motor parkir. Nyeritain gampang emang, tapi kita berdua sempet ngider nyasar disitu-situ aje. :D. Begitu sampe, wuiihhh Read the rest of this entry »

Kalau Bertemu Blogger di Jalan, Yaa…Seperti Inilah

Posted on


image
Selfie di lampu merah

Kemarin sore ketika saya pulang kerja saat sedang asyik asyiknya membuntuti penunggang PCX150 putih lengkap dengan sideboxnya sebelum flyover Roxy menuju Daan Mogot tiba-tiba saya dikejutkan dengan penampakan muka tengkorak naik motor Vario125 di sebelah kanan spion saya “setan..! Mahluk apa tadi itu”.

Seakan penasaran dan kembali melihat agak lebih lama ke spion kanan dan ternyata mahluk itu dadah-dadah ke saya “wasyem…dia bisa dadah dadah”,  langsung saja kubacakan ayat pengusir jin eh dia malah mendekat dan pas disamping berteriak “halo Jarwoooo..!”, dialah bro Azdi Dahlan, rekan blogger sesama Obiwan. Tak ayal, sapaan khas, dan ajakan berintim ria pun tak saya tolak..Kemudian kami berjalan bersama menuju tempat peraduan yang kemudian kami sepakati, duduk santai ngupi ala blogger di Indomaret Perhutani :mrgreen: .

Oia sebelum belok menuju lampu merah menuju tempat ngobrol santai, bro Azdi seakan tak mau kalah dengan para penggiat socmed dan langsung mengeluarkan ponsel Galaxy Note, dan dia mau selfie broh!!! Pede tingkat akut! Di lampu merah dengan puluhan.pasang mata melihat kami berdua berfoto selfie ria!

Yaa..beginilah kalau kawan blogger bertemu di jalan, bisa saling sapa, bisa berlanjut foto bareng dan kemudian………ngopi bareng mungkin :D .

Maksimalkan Kamera Ponselmu dan Ikuti Lomba Fotoblogger 2014, Hadiahnya Lumayan Asyik Bro!

Posted on


Kalian tau OBI?

Tau nggak? hah, gak tau? ah masa sih atau kalau saya tanya tau Otoblogger Indonesia? tau dong pasti? gak tau juga? ahh payah kalian semua, bohong kalau kalian gak tau, hmmmm… atau mungkin kalian inget kalimat “Stop Pembodohan Otomotif” . Inget? Alhamduillah masih ada yang inget rupanya :mrgreen: lumayan bikin ‘ngenes’. Otoblogger Indonesia, agregator blog otmotif yang memang isinya tidak melulu otomotif, transformasi pola pikir, pendapat dan juga usia yang terus bertambah termasuk para penghuni blog didalamnya entah mengapa dalam setahun belakang ini kurang “nge-HITS”.

Nah sebagai pengingat bahwa kami yang menghuni agregator yang beralamat di http://otobloggerindonesia.wordpress.com sudah berumur 3 tahun dan masih ada….ada ada aja mungkin :D mengadakan lomba/kontes foto melalui kamera ponsel, Lomba Fotoblogger 2014 sebagai tetengger 3 tahun agregator Otoblogger Indonesia. Tentunya banyak diantara kalian yang ponselnya memiliki kamera bukan? sederhana saja, upload foto yang kalian abadikan di kamera ponsel sesuai dengan kategori dan tema yang sesuai ketentuan, pasti ada hal yang menarik yang ada di sekitar kalian dan sesuai dengan kategori dan tema yang diperlombakan, saya yakin itu. Oh iya, fotonya harus jujur ya benar-benar dari ponsel dan hanya boleh naik/turun contrast-brightness saja. Hadiahnya? ada Helm KBC V Euro+Pinlock, ada Ponsel LG 1 II dan Gloves Probiker, wuihh lumayan asyik kan.

Makanya Ayo, mari maksimalkan kamera ponselmu, kirim fotonya ke lombafotoblogger@gmail.com.

———————————————————–

Lomba Fotoblogger 2014, Saya dan INDONESIA
Lomba Fotoblogger 2014, Saya dan INDONESIA

LOMBA FOTOBLOGGER 2014

Sebagai Tetenger 3 Tahun Otoblogger Indonesia (OBI)

1 Maret 2011 – 1 Maret 2014

Horeeee kami masih ada……ajaaa….. :D

TEMA : SAYA dan INDONESIA

KATEGORI:

1. SAFETY
Apa yang ada di benak sampeyan soal safety itu? Coba bidik pakai ponsel atau tabletnya mas bro :D

2. TRANSPORTASI PUBLIK
Seperti apa sih transportasi publik dari balik lensa ponsel atau tablet sampeyan mas bro?

3. SOSIAL BUDAYA

Apa yang menarik di lingkungan sekitar sampeyan tinggal mas bro? Tolong potretin dong pakai ponsel atau tablet.

SYARAT LOMBA, SIMPLE SAJA YA..

  1. Jujur. Foto harus karya sendiri dan belum pernah memenangi lomba sejenis.
  2. Foto diharuskan menggunakan ponsel atau tablet. Tidak diperkenankan menggunakan camdig saku atau DSLR, karena itu #haram untuk lomba ini.
  3. Peserta bukan member OBI, mantan OBI, pacar, keponakan, mbah buyut, mbah canggah, udek-udek siwur, dan atau keluarganya.
  4. Tiap peserta maksimal mengirim 2 foto per kategori.
  5. Kirimkan foto dalam format asli maksimal ukuran 1 MB ke email lombafotoblogger@gmail.com.
  6. Semua foto yang dikirim akan ditampilkan di blog lombafotoblogger.wordpress.com
  7. Foto tidak boleh dimodifikasi. Kecuali gelap-terang saja (contrast – brighnest).
  8. Foto harus dapat dibaca metadatanya di software foto semacam ACDsee atau Photoshop.
  9. Foto yang ikut lomba diambil diantara tanggal 1 Januari – 1 Maret 2014.
  10. Cantumkan KATEGORI – JUDUL FOTO – LOKASI – NAMA PEMOTRET untuk nama file.
  11. Pengiriman foto dimulai pada 1 Februari – 1 Maret 2014 jam 00.00 wib.
  12. Pengumumam pemenang pada tanggal 11 Maret 2014 di blog lombafotoblogger.wordpress.com dan blog agregator OBI.

JURI:
Lourentius EP dan Aryus Soekarno
Fotografer sebuah media ternama nasional

DESAIN BANNER :

Rizal

http://about.me/dannyrizal

HADIAH:

KATEGORI 1 : Helem KBC V-Euro + Pinlock

KATEGORI 2 : Glove Pro Biker

KATEGORI 3: Ponsel pinter LG L1 II

PENYANGGAH:

  1. Keputusan juri mutlak. Tidak dapat diobrolkan, dinegosiasikan, maupun dipidanakan. Karena ini merupakan lomba demi pertemanan dan kearifan berkarya. Namun, hasil lomba dapat di-FB-kan, di-Blog-kan, di-Twit-kan, dan sejenisnya.
  2. Hadiah masing-masing kategori merupakan produk yang berdiri sendiri. Merek hadiah tersebut bukan sponsor, dan tidak mengikat panitia dan juri untuk memilih pemenang. Itu karena merek-merek tersebut dibeli menggunakan iuran member OBIwan.
  3. Bagi pemenang yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta (Pusat, Selatan, Utara, Timur, dan Barat) hadiah mohon dapat diambil sendiri (dengan perjanjian) sekalian untuk foto-foto #selfie bersama panitia dan atau member OBI yang diberi amanah menyerahkan hadiah.
  4. Untuk pemenang di Bodetabek, luar kota, luar Jawa, hadiah akan dikirim melalui jasa pengiriman terpercaya (Pos atau JNE). Ongkos kirim ditanggung panitia. Jangan lupa, setelah hadiah diterima, foto-foto #selfie bersama hadiahnya dikirim ke lombafotoblogger@gmail.com sebagai bukti penerima.
  5. Segala perselisihan, debat kusir tanpa kuda atau delman, caci maki, dikarenakan adanya lomba foto-foto ini, ditiadakan demi ketenangan dunia dan akhirat. Kalaupun ada, mohon dapat diselesaikan secara jantan di lapangan pingpong dekat rumah masing-masing. Dan member OBIwan tidak ikut bertanggungjawab atas keriuhan tersebut.

Tetap Waspada Ketika Berkendara Saat Hujan Deras

Posted on Updated on


image
Ilustrasi

Akhir-akhir ini kota Jakarta dan sekitarnya sering dilanda hujan, mulai dari intensitas ringan, sedang hingga deras, yang terkadang serug juga dibarengi oleh angin kencang. Sebagai pengguna sepeda motor tentunya ditengah kondisi cuaca seperti ini kita dituntut agar terus prima dan waspada dalam berkendara.

Kamis malam atau malam jumat (biasa disebut begitu) kemarin saya pulang dari kantor sekitar pukul 7.30 WIB, riding perjalanan pulang kala itu diiring dengan hujan deras yang cukup membuat jarak pandang menjadi terbatas. Begitu stelah melewati flyover Roxy dan menuju perempatan Grogol dalam posisi kecepatan sedang/tidak terlalu kencang sekitar 40-45km saya dikejutkan oleh insiden pengguda motor matik yang tiba tiba mengalami oleng, kemudian ban depan slip dan……..gusraaaakkk.! Ciiittttt….braaakkk!!!. Motor matik dengan pengemudi dan boncengernya itu pun jatuh kesamping kanan dan agak terseret sedikit, selang 1-2 detik kemudian pengendara motot sport 150cc dibelakangnya tak bisa mengendalikan keadaan, berupaya menghindar namun motor yang sudah mengerem hingga ban belakang ‘ngesot’ pun mengenai pengendara matik yang sudah terjatuh dan seketika motor sport tersebut jatuh dan pengendaranya lebih dahulu melompat sesaat sebelum motornya jatuh diatas aspal tepat diluar jalur busway. Ngeri.

Beruntung sekali saya tidak terlibat dalam insiden padahal kejadian jatuhnya pengendara motor matik itu tepat didepan..namun saya mengambil posisi zigzag saat berkendara dan membaca pergerakan pengendara motor matik itu (SEE) sehingga alhamdulillah selamat dan tidak terlibat insiden. Berhenti dan toleransi antar pengendara motor terlihat saya membantu membangunkan mptor matik dan kemudian membantu memapah yang jatuh agar bisa berdiri setelah itu lanjut jalan lagi.

Sampai rumah saya menganalisa kembali kejadian yang terjadi tepat didepan mata kepala saya tersebut. Kemungkinan yang saya simpulkan dalam kondisi hujan deras dan aspal yang licin motor matik tersebut slip ban depan saat mau pindah jalur melintasi garis putih putus-putus lalu kemudian pengendaranya panik menekan rem depan dan terjadilah insiden tersebut, lalu motor dibelakangnya sedang melaju untuk mendahului pun kaget dan tak sempat mengendalikan motor sehingga terlibat dalam insiden kecelakaan tersebut. Kedua motor tersebut tidak terlalu rusak parah, masih bisa nyala dan berjalan, pengendranya pun demikian, masih bisa melanjutkan perjalanan.

Bagi para pengendara motor sekoga tetap waspada terhadap kondisi jalanan, jarak dan situasi kendaraan sekitar, karena berkendara dalam kondisi hujan cukup menyulitkan, baiknya berenti berteduh sambil menunggu hujan agak reda.