#CeritaTripPahawang: Perjalanan Panjang Mengesankan di Pahawang

Posted on Updated on


(Foto by: Travollution)
(Foto by: Travollution)

Libur t’lah tiba!.

Rencana ngetrip ke tempat yang agak mulai happening di kalangan para traveller jadi tujuan, ya Pulau Pahawang. Pahawang ini terletak di pesisir Lampung Selatan Kecamatan Punduh Pidada (menurut ponsel dan peta), gak usah pake koordinat yak, hehehe.  Trip ini berawal dari si kesayangan yang  memasukan Pahawang jadi salah satu tujuan tripnya di 2014 ini dan kita nemu Travollution yang ngadain opentrip ke Pahawang 25-27 April kemarin. Gak cuman berdua, kita juga ngajak beberapa teman. Untuk Opentrip ini harga yang termasuk relatif ya untuk ukuran opentrip yaitu 450 ribu diluar biaya snorkel yang nambah 80 ribu untuk 2 hari dan lumayan karna alat snorkelnya masih bagus,  yaa Amscud standar sih tapi lumayan kan, selain itu Lifevestnya juga masih bagus tebel dan nyaman.

Gue yang pertama kalinya bakalan ngetrip main main air nyebur di laut ini lumayan agak bingung mau bawa berapa potong pakaian, maklum baru pertama kali, yang pada akhirnya gw kelebihan pakaian 1 pcs kaos dan 2 pcs celana pendek. hahaha . Jumat sore (25 April)  kita berlima sudah janjian ngumpul di Slipi Jaya, namun baru bisa jalan jam 8 malam karena teman kita dari Ciawi baru datang, alhasil 3 wanita ini yang dari tadi ngedumel yaaa you know lah yaa…kalo gue yaa diem aja kalah suara broh, hahaha. Beruntung  gak lama kita kumpul datang bus Arimbi yang ke Merak. Sampai di Merak lumayan banyak juga yang mau nge-trip, ada yang ke Krakatau, Kiluan, bahkan Pahawang juga. Gue lupa jam berapa kita masuk di kapal ferry yang jelas, kita berlima langsung ambil ruangan executive, ruangan ber-ac dengan deretan kursi sofa, lumayan bisa tidur. Tips, manfaatkan waktu perjalanan selama dari Merak menuju Bakauheuni untuk tidur, tapi hati-hati ya jaga selalu barang bawaan karena gue melihat gerak-gerik mencurigakan beberapa orang petugas kebersihan di kapal tersebut yang kata para traveller sih mereka kadang ngincer lengahnya saat kita tertidur untuk ngambil barang.

Dermaga Ketapang pagi itu
Dermaga Ketapang pagi itu
Tuh Bening kan lautnya
Tuh Bening kan lautnya

Lampung, kami sampai!

Tiba di Merak jam 03.40 pagi, sedikit di brief dan absen ulang oleh si Hafiz yang jadi kepala suku:mrgreen: nanti selanjutnya kita akan menjuju ke Dermaga Ketapang, katanya perjalanan lumayan lama sekitar 3 jam dari pelabuhan. Kita diangkut pakai minibus Trans Lampung jurusan Rajabasa, lumayan lah, langsung ambil posisi paling belakang dan tidur lagi hehehe. Sampai di Dermaga Ketapang sekitar jam 7 masih pagi tapi cuaca mantap sekali, terang benderang dan terik. Karena orangnya banyak sekitar 25 orang maka rombongan dibagi 2 kapal, kita berlima udah pasti satu kapal dan juga kita milih barengan dengan 3 teman baru dari Bandung yang baru aja kenalan semalem di Merak. Sepanjang perjalanan biar kata cuaca terang dan panas tapi bagi gue sih tetap teduh, ada kesayangan disamping yang tangannya selalu gue genggam #ahay.

Spot pertama, Pulau Tegal.

snorkel di Pulau Tegal. (Foto by: Travollution)
snorkel di Pulau Tegal. (Foto by: Travollution)

Kapal kecil membawa kami mengarungi laut dengan gugusan pulau-pulau yang membentang, indah…birunya langit berpadu dengan biru-hijau tosca air laut serta bukit-bukit yang ada digugusan pulau seolah semuanya menyatu. Terlihat tenang, segala aktivitas para penduduk/nelayan pun hanya sedikit terlihat, hanya deru mesin kapal yang sedikit memekakkan telinga kami kala itu. Sekitar 15 menit kemudian kami sampai di spot snorkeling pertama, Pulau Tegal. Begitu kapal berhenti, gue langsung noleh ke bawah, wow bening euy bikin mau nyemplung aja langsung, eits tapi nanti dulu, persiapkan snorkel gear, lifevest biar asik. Ini pertama kalinya gue snorkeling , yang ngeracunin? siapa lagi kalau bukan pacar yang emang suka dan udah beberapa kali nyemplung di laut, kasihan yah dia nyemplung mulu di laut hihihihi:mrgreen: . Yang namanya pemula, gue gak mau sembarangan, sebelum berangkat udah browsing di youtube teknik snorkel yang baik mulai dari cara makai alat snorkel sama teknik ketika snorkel, teori udah, saatnya praktek. “sayang nyebur gih yang” ujar pacar, pacar macam apa ini nyuruh gue nyebur duluan, okelah berhubung udah banyak pada nyemplung dan kecipak-kecipuk kesana kemari kayak kecebong, gue ikut!. byurrr! …………wow……mantap…gue sulit menuliskannya gimana saat melihat ke dalam laut dengan banyak ikan dan terumbu karang disana…cukup tenang..ahh….ini enak…memang lebih nikmat menikmati ikan dan terumbu karang di habitat aslinya. Setelah agak lumayan adaptasi jadi manusia laut (hahaha)  gue mulai coba ke tahap lepas pelampung/lifevest sepertinya enak..dan yak…ini lebih asik tanpa pelampung, mau turun agak dalem pun juga bisa (asal tekniknya bener, disini gue sih gak bisa), si pacar pun agak bingung kenapa gue langsung bisa tanpa pelampung/lifevest, renang pun gak bisa bisa banget pula, hahaha..yahh selama pake fin (kaki katak) masih bisa dibilang safe lah hihihi. d. Oia spot pulau Tegal ini cukup dangkal kok, kalau mau agak daleman ya agak jauhan lagi dah tuh, mungkin bisa enak dan lebih menikmati snorkelnya, tapi bagi gue saat itu dirasa udah cukup yaudah dah..menikmati lagi alam bawah laut barengan kesayangan, di Pulau Tegal ini juga ada 2 spot ikan Nemo dengan ukuran yang lumayan sih, lucu lah…ada bintang laut juga warna biru..ahh lucu sumpah..gak bisa ngungkapinnya. Puas main di air kita ganti lokasi. katanya ke Pasir Timbul.

PahawangTrip
Narsis di Pasir Timbul
PahawangTrip
Cafe di Pasir Timbul
Pasir Timbul Pahawang
Pasir Timbul Pahawang

Spot kedua, Pasir Timbul dan Makan siang di Pulau Mahitem.

Pasir timbul ini semacam kayak gundukan pasir di tengah laut, luasnya yaa mirip lapangan futsal lah adanya di tengah tengah laut diantara gugusan pulau di Lampung Selatan ini, pasirnya putih bersih dan airnya jernih banget kayak di ‘meldaif’ #pelukbonekateddybear hahahaha, Disini kita main-main air lucu dan foto-foto dan yaa mulailah  ke narsisan orang-orang terlihat disini. Yup, mau gaya apapun viewnya selalu terlihat menarik. Berhubung udah siang dan udah kelaperan juga dibawalah kita untuk makan siang di Pulau Mahitem, makannya di pantai, jadi anak pantai ini sih, hahaha. makannya ala kadarnya/sederhana kalau gue bilang yaitu nasi bungkus isinya tempe orek, sayur labu, 2 potong ikan, entah ikan apa tapi dagingnya tebel, ini sih enak di kamus gue cuman ada 2 rasa yaitu enak sama enak banget. Cakep banget kan, makan begitu di pinggir pantai teduh pasirnya putih mandang laut lepas, ah…sedap kenyang pula. Setelah kenyang kita naek kapal lagi, spot berikutnya itu Tanjung Putus, katanya Tanjung Putus ini ikan hiasnya banyak.

makan siang di pantai, anak pantai :D
makan siang di pantai, anak pantai😀

Spot Ketiga, Tanjung Putus.

Perjalanan ke Tanjung Putus agak lumayan lama sekitar setengah jam, kami pun juga harap-harap cemas karena langit mulai berubah dari terik menjadi mendung, awan gelap pun mulai muncul, padahal kami sudah dekat dengan spot snorkelnya, air laut warna kebiruan hijau tosca pun sudah minta dijamah, tak lama hujan, debitnya tidak deras namun cukup membuat kapal ini bergoyang, arus atas lumayan kenceng, beberapa dari kami mencoba turun nyebur, gue pun demikian coba turun nyebur dan….cukup keruh karena arus bawah lautnya juga agak lumayan, berat. Gak mau ambil resiko gue pakai lifevest mencoba cari spot tapi percuma, malah cape karena kedorong arus dan airnya jadi keruh, ah sayang padahalbanyak ikannya masih terlihat dan kedalamannya cukup enak buat snorkel, gak terlalu pendek seperti di pulau Tegal tadi. Alhasil kita merapatkan kapal ke dermaga dan main-main di sekitar dermaganya yah seenggaknya tetep nyebur lah yaa dan ikannya juga pada ngumpul. Cape snorkelan gw sama pacar melipir ke pinggir lebih enak bagi kita berdua duduk di pinggiran pantai diterpa ombak air laut yang kecil. Di Tanjung Putus ini banyak juga penginapan loh yang disewain, kalo liat bangunanya bagus sih ya tentunya harganya juga ‘bagus’ lah yah. Menjelang sore barulah langit kembali cerah, hujan reda dan Tanjung Putus memperlihatkan pesonanya, tapi sayang kita sudah mau beranjak pergi karena harus tiba di Pahawang sebelum matahari terbenam.

Cape yaa broh :mregreen: .(Foto by: Travollution)
Cape yaa broh:mrgreen: .(Foto by: Travollution)

Entah kenapa perjalanan menuju Pahawang Besar tempat kita menginap terasa lama banget, mungkin ada hampir 2 jam di kapal, sempet beberapa kali bangun-tidur-bangun-tidur-banguuunnnn…… tidur lagi kayak lagunya mbah Surip. Tapi selama perjalanan ada wanita yang sedang tidur dengan menyandarkan kepalanya di bahu gue, ahh kamu iya kamu :* jadi makin-makin #eaaa.  Setelah perjalanan yang bikin bosen banget bahkan pacar gue bilang “ini abangnya gak lupa kan ya pulaunya yang mana” dan dihempas angin laut yang malah jadi dingin/sejuk, aneh kan di laut di pantai tapi sejuk, akhirnya Pahawang Besar mulai terlihat, rumah penduduk terlihat di pesisir pantai dekat dermaga, sepertinya perkampungan penduduk ya di sekitar sini, gak tau dibalik sana pulaunya ada apa nggak, soalnya selebihnya masih berupa hutan dan bukit. Di Sekitar dermaga juga lautnya cukup jernih, banyak ikan-ikan kecil, tak jauh dari dermaga ada semacam keramba ikan tempat penampungan ikan mungkin bagi para nelayan di sekitar Pulau Pahawang. Pahawang itu ada 2 Pahawang Besar dan Pahawang Kecil. Nah kita nginepnya di Pahawang Besar, gakl ada cottage kayak di Tanjung Putus tapi rumah penduduk yang sengaja disewain. Setelah bersih-bersih dan solat Maghrib waktunya makan malam, menunya lumayan, ada ayam cabe, tempe sama melinjo plus kerupuk, di menu ini gue nambah ayamnya ajaa hahaha. Setelah itu acaranya bakar ikan, woh teman-teman kita disini terlihat lahap sekali menghabisi cumi dan ikan yang disediakan, sehat bro? hahaha.  Gw sama pacar milih balik dulu ke rumah karna doi gak enak tenggorokannya minta diseduhin teh panas, yaudah gw nemenin barengan dirumah sambil doi nyerput teh hangat kebetulan salah satu tim travollution Ndang masih disitu ya jadi ngobrol-ngobrol lah kita betiga, Ndang cerita gimana dia mau dirampok pas menuju Merak semalem karena diturunin bukan di terminal dan diajak naik ojek cuman arahnya bukan ke pelabuhan, ngeri dah. Akhirnya kita bertiga balik ke acara bakar-bakar ikan sampe cape ngabisini ikan dan balik ke homestay saatnya tidur.

PahawangTrip
Pagi di Dermaga Pulau Pahawang
Pahawang Trip
Waktunya Pulang Kawan

Hari ke 2, main air di Pahawang Kecil

Bangun pagi dengan mantap, ya gue tidur pulas kali itu biar kata cuman tidur beralaskan kasur palembang dan bantal tapi cukup banget, terbangun karena suara aneh dan sempet kejedot pintu karna pas bangun tiba-tiba gelap, listriknya mati pemirsa! hahaha. Mumpung subuh, ikut subuhan di masjid Pulau Pahawang. Begitu balik ke homestay udah pada nangkring aja diluar, si kesayangan udah ngajak jalan-jalan aja cari sunrise, gak cuman berdua ada 6 orang yang jalan bareng hunting sunrise pagi itu. Terus berjalan ke arah timur hingga sampai di lekukan pulau Pahawang dan menghadap ke arah matahari terbit, ya rasanya disini cukup tepat untuk berhenti. walaupun sebenarnya dari ujung dermaga tuh bisa liat sunrise, kan gak jauh, hih!, tapi gapapa lah, kapan lagi bisa liat sunrise sambil jalan bergandengan bareng kesayangan #ahay.

Menikmati Sunrise berdua
Menikmati Sunrise berdua

Makan pagi ini mantap, lauknya ikan kembung sama sayur sop, sedap. Selesai makan kita main air lagi Pahawang Kecil kalo gak salah, di sekitar sini lumayan lama, gue udah berani banget nyemplung tanpa lifevest, lebih enak asli, dan para temen-temen yang lain juga udah makin kesana kemari udah pada jauh jauh dari kapal hehehe tapi pada balik lagi karena tiba-tiba ada ombak lumayan sekitar 20 detik hehehe. di sesi ini si pacar kakinya kram lagi alhasil gw coba gandeng dia dan nyaranin dia biar kakinya gak usah gerak, kita snorkeling barengan, liat nemo lucu goyang itik #halah . Enak ya sayang snorkel nya digandeng aku? gak cape yak? hahahaha. di spot ini lumayan agak dalem dan lumayan banget main airnya, setelah snorkel kita merapat ke Pahawang Kecil, disini kita main-main di pantainya yang memanjang landai hingga hampir menyambung dengan Pahawang Besar. Belum berasa puas kita lanjut ke spot  Pulau Kelagian.

Spot berikutnya, Pulau Kelagian.

Pulau Kelagian ini bagus pulaunya, pasirnya juga putih dan di deket pantainya udah banyak banget terumbu karang yang lebar lebar, barisan terumbu karang disini kayak ngebentuk dinding gitu semacam melindungi pulau/pantainya, disini cukup dalem jadi enak, ikan hiasnya juga lumayan banyak, ada 2 spot nemo disini satu nemonya masih kecil satu lagi lumayan gede, disini juga nemu kuda laut, baru liat langsung gue kuda laut jalannya begitu ya, hahaha. “sayang akunya ditarik lagi yaa kayak tadi” ujar pacar, yowiss di sesi ini kembali gue snorkelingan gandengan bareng pacar, kalo di sesi tadi pacar ngelepas finnya kali ini gue nyaranin buat pakai aja, soalnya beberapa spot ada karang yang dangkal termasuk di sekitaran dimana kita nemu si nemo. Begitu udah cukup cape dan dirasa kelamaan kita naek ke kapal buat ngaso, berasa kebanyakan minum aer laut, bisa hipertensi kali ya hahaha. Liat view bawah lautnya dari atas kapal juga menarik, bening euy jadinya bisa foto-foto juga diatas kapal sini, kalo kata salah satu temen kami bilangnya mirip akuarium.

Foto di PahawangKecil
Foto di PahawangKecil
Akuarium Asli
Akuarium Asli

Pulang.

Kelar maen aer dan hari sudah beranjak siang kita balik lagi ke homestay buat rapih-rapih dan bersih-bersih terus pulang. Yah, ini emang bagian paling gak enak dari semua trip hahaha, beranjak pulang, dari Pahawang Besar ke Dermaga Ketapang butuh waktu kurang dari satu jam. Sampai di Ketapang bus trans lampung sudah siap, mari pulang, dadah  Pahawang nanti kita balik lagi ya. Perjalanan pulang lumayan lama, karena banyak juga kendaraan yang melintas belum lagi jalanannya yang lumayan rusak sana sini, jenuh. Sebelum menuju Bakauheuni kita sempet mampir di kota Bandar Lampung buat beli oleh-oleh di Toko Yen-Yen, katanya sih terkenal ini toko. Sampai Bakauheuni menjelang Isya dan dapat kapal yang kurang bagus menurut gue, gak ada ruang eksekutifnya, yang ada cuman kelas ekonomi lesehan tanpa ac yang pengap banget dan ruang ekonomi ac dengan tambahan 10 ribu rupiah. Ketika kapal berjalan dan penyiksaan dimulai, restoran di kapal tersebut menggelar dangdutan pemirsa! gila, malem-malem kita butuh tidur dia pada dangdutan, iya sih dengan dalih mencari uang apa saja mesti dilakukan bukan? begitulah. Belum sampai disitu teryata untuk merapat ke Pelabuhan Merak pun mengantri, sekitar 1 jam lebih kapal ini mengantri hasilnya kita baru sampai di terminal Merak jam 23.30. Untungnya dalam perjalanan di bus bisa tidur lumayan karena bangun jam 2 dan stengah 3 kami berpisah di Slipi, saya pun langsung menuju kantor dan tidur di kantor, lumayan ada waktu 4 jam lagi. hehehe. entah apa rasanya badan ini, cape pegel banget tapi seneng, pertama kalinya ini nyemplung ke rumah Neptunus, pertama kalinya travelling bareng pacar dan mengesankan.

Kalau ditanya mau balik lagi ke Pahawang, ya, gue mau balik lagi kesana.

(Foto by: Travollution)
(Foto by: Travollution)

This slideshow requires JavaScript.

6 thoughts on “#CeritaTripPahawang: Perjalanan Panjang Mengesankan di Pahawang

    Triyanto Banyumasan said:
    May 17, 2014 at 5:44 am

    buahahaha artikelnya azziiiibbbb. jadi inget diary waktu SMP bwakakakka:mrgreen: *ngakak rauwisuwis
    lanjutkan Wowoowowo

    Like

      fajardinihari88 responded:
      May 20, 2014 at 6:37 am

      kan judulnya #CeritaTrip min, bukan TripReport hahaha

      Like

    setia1heri said:
    June 3, 2014 at 4:37 pm

    wah keyennn tenan iki..gak ada petanya ya?

    Like

      fajardinihari88 responded:
      June 10, 2014 at 1:42 pm

      ra ono mas her, tapi searching ae, dke Dermaga Ketapang lah pokoknya nyebrang darisitu

      Like

    novus tourindo said:
    March 16, 2016 at 9:14 pm

    yang butuh paket opentrip pahawang kunjungi aja http://www.novustourindo.com
    450.000 / pax murah kan?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s