#MalangBromoTrip: First Impression KA Eksekutif Gajayana 31 Malang – Gambir, Nyaman Poll rek’!

Posted on


 

Tiket KA Gajayana, cuman Rp100.000
Tiket KA Gajayana, cuman Rp100.000

Kali ini, kembali saya menjajal rangkaian kereta api eksekutif yang ke sekian kalinya, setelah bolak-balik Bandung melalui KA Argo Parahyangan, hingga pulang dari Surabaya dengan KA Sembrani kali ini giliran KA Gajayana yang saya tumpangi. Setelah menyelesaikan rangkaian tur, akhirnya tiba waktunya pulang, tiba di stasiun kota Malang jam 14.30, saya pulang terlebih dahulu dibanding rombongan sirkus yang pulang jam 16.00 sore nanti. Kenapa misah? Selain karena tetap harus masuk kerja di hari Selasanya, sedangkan para ‘rombongan sirkus’ masih bisa menikmati cuti, juga karena saya mendapatkan tiket promo ulang tahun PT. KAI untuk perjalanan selama bulan September, tiket promo yang saya dapatkan tepat di tanggal 1 September ketika pemesanan online promo dibuka. KA Eksekutif Gajayana hanya Rp100.000,- saja sekali jalan. Dan kebetulan kepulangan dari #MalangBromoTrip ini pas di tanggal 30 September. Lumayan kan, kereta eksekutif Gajayana Malang-Gambir cuman seharga Rp100.000,-:mrgreen:

dalam Gerbong KA Gajayana 31 Malang-Gambir
Selonjoran broh
Selonjoran broh

Pertama tiba kereta ini sekitar jam 14.40, keberangkatan KA Gajayana dari stasiun Malang dijadwalkan tepat jam 15.00, begitu tiba saya langsung berfikir “wah…gimana yah dalemnya”, dilihat dari luarnya masih lumayan bagus, tapi ya sama aja sih hampir semua KA eksekutif kalo luarnya ya sama aja, hehehe. Setelah diperingatkan oleh pengeras suara bahwa 5 enit lagi kereta akan berangkat, saya langsung menuju gerbong 6 sesuai yang tertera di tiket, begitu masuk pintu di tiap setelah sambungan antar gerbong ini otomatis, jika ingin masuk cukup pencet tombol disamping dan pintu terbuka, lalu kemudian menutup dengan sendirinya. “widih…..keren inih dalemnya Gajayana” ujarku saat tiba didalam kabin kereta, eh kabin apa gerbong ya? Karena mirip sih sama yang ada di dalam kabin pesawat terbang. Bagasi tempat penyimpanannya yang diatas kursi benar-benar mirip mengadopsi sistem bagasi di dalam kabin pesawat. Ada TV LCD serta AC yang cukup dingin serta sepi euy, wahahaha bisa lah tidur-tidur rusuh nih di gerbong:mrgreen: , setelah menaruh barang bawaan di bawah, loh kok dibawah? Ya karna sepi banget, bahkan kursi depan saya putar menghadap biar bisa jadi pijakan kaki buat selonjoran. Kebetulan posisi duduk paling belakang di pojok kanan, puter kursi bisa langsung di depan muka nonton film di TV LCD yang dipasang di tiap gerbong, sedap khan. Pramugari langsung membagikan selimut dan bantal begitu kereta sesaat berjalan, duh baik bener mbaknya, udah kece, baik pula, bapaknya mana mbak? #eh:mrgreen:. Dalam perjalanan perut lapar, coba jalan ke gerbong resto di KA Gajayana ini, dekorasinya cakep, cukup enak dipandang dan cocok sebagai tempat restorasi di rangkaian KA Gajayana ini, akhirnya menu mainstream mie rebus plus telor dipesan tapi saya gak makan di restonya, tapi minta diantar ke kursi saja dibanding makan di restorasi ini. Harganya? Jangan bandingkan dengan warkop, mie rebus+telor di KA Gajayana ini seharga 13 ribu rupiah, mahal? Ya wajar namanya juga di kereta😀 .

Gerbong restorasi Gajayana
Gerbong restorasi Gajayana

Begitu selesai makan tibalah ngantuk, pasang bantal 1 aja ternyata gak cukup, berhubung gerbong saya cuman berisi 3 penumpang, bayangin dari 60 penumpang dalam satu gerbong hanya berisi 3 orang saja di gerbong 6, sedangkan gerbong 7, kosong. Uhuyyy. Serem? Nggak ngaruh, langsung aja saya mengambil 3 bantal di kursi lainnya, kemudian langsung membuka selimut berbahan polar tersebut, setelah wara-wiri di twitland, lalu kemudian tertidur pulas dari jam 9 malam hingga……..hampir jam 5 pagi…hehehe. Beruntung gerbong sepi sehingga sebelum tidur saya sempet meminta kepada pramugarinya untuk meredupkan lampu sehingga tidak terlalu silau. Juga saya bebas bergaya apa saja ketika tidur, inilah yang membuat badan dan mata lumayan segar serta siap kembali bertempur dengan pekerjaan ketika tiba dan menjejakan kaki di stasiun Gambir jam 6 pagi lewat 5 menit. Overall KA Eks Gajayana 31 Malang-Gambir memang nyaman, kalaupun penuh penumpang juga saya rasa keadaan nyamannya tidak jauh berbeda, wajar saja, tiket aslinya mencapai Rp375.000,- cukup mahal bukan, tapi, saya beruntung mencicipi nyaman poll eksekutif Gajayana dengan harga promo seharga Rp100.000,-:mrgreen:

This slideshow requires JavaScript.

14 thoughts on “#MalangBromoTrip: First Impression KA Eksekutif Gajayana 31 Malang – Gambir, Nyaman Poll rek’!

    blognyamitra said:
    November 13, 2013 at 9:43 am

    Ane pernah pake promo pesawat Mlg-Jkt, cuman Rp170rb :mrgeen:

    Like

      fajardinihari88 responded:
      November 14, 2013 at 2:53 pm

      waini promo edan mas kalo gitu mah! 170rb cing!

      Like

    Triyanto said:
    November 13, 2013 at 1:26 pm

    wadezig.. kosong mlompong, murah. lha aku pernah naik taksaka 400rb an jeh .. edun tho

    Like

    fajardinihari88 responded:
    November 14, 2013 at 2:54 pm

    normalnya ya emang segituan cak Jamin.. Taksaka mah keren kan keretanya juga

    Like

    kasamago said:
    November 15, 2013 at 3:24 pm

    mantab, naik kereta skrg makin dimanjakan. ngiler bgt naik kereta yg pake gerbong berkamar, tp skrg udah g ad lg y.

    Like

      fajardinihari88 responded:
      November 21, 2013 at 9:17 am

      yang eksekutif begini memang hampir sama dengan pesawat, kalau mau nyari sensasi perjalanan ya kereta api😀

      Like

    Maskur said:
    November 25, 2013 at 8:34 am

    absen
    dah setahun nggak naik kereta

    Like

    Azdi - SociusRider said:
    January 24, 2014 at 1:12 pm

    jug ijag ijug ijag ijug…. kereta beraaangkaaat:mrgreen:

    Like

    nurdiyanto said:
    March 20, 2014 at 12:49 pm

    kalau mau naruh kaki diatas kursi, lepas napa sepatunya!!!!itu suatu saat kursi didudukin orang. lo kira sepatu lu bersih gitu!!!dasar orang baru naek kereta kayak gitu aja gayanya dah selangit.

    Like

      nadezhda said:
      March 30, 2014 at 9:18 pm

      yoi banget nih. kenapa sih gak lepas dulu sepatunya. gak sopan.

      Like

    nurdiyanto said:
    March 20, 2014 at 12:49 pm

    dah gitu cuman beli tiket promo aja blagu

    Like

      ... said:
      July 1, 2014 at 11:09 am

      Ciri-ciri orang yang nggak pernah dapet promoan nih. sirik? Itu baru dapet 100.000. Temen saya naik KA 40 dapet 10.000. Ada cara tersendiri orang mengungkapkan kegembiraannya. Lagian anda melupakan OTC yang membaersihkan. Anda dengki? Anda yang belagu. Nggak punya bahasa dan kode etik tapi sok mengomentari. Memang apa salahnya? Lebih baik jika perkataan Anda ditendang dan tidak tampil disini. Tidak pantas Anda berada di tempat ini.

      Like

    pemerhati said:
    November 13, 2014 at 6:47 pm

    Yang biasa selonjor di kursi tanpa lepas alas kaki pertanda sehari-harinya : jorok, nggak sopan, nggak punya malu, nggak care kebersihan, nggak peduli orang lain, dan pemalas, karena malas lepas sepatu.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s