#MalangBromoTrip: Trekking ke Kawah Gunung Bromo, Nge-Jeep ke Pasir Berbisik, Hingga Narsis ke Bukit Teletubbies/Padang Savana

Posted on


Kawah Gunung Bromo, masih aktif
Kawah Gunung Bromo, masih aktif

Turun dari Pananjakan View Point menuju kawah Bromo kami disuguhi karya ciptaan Tuhan yang luar biasa, jalur menuju kesana pun menyejukkan mata walaupun sebenarnya saya cukup mengantuk karena hanya tidur kurang dari dua jam. Jeep yang kami tumpangi mulai turun ke lautan pasir menuju kawah Bromo disini masih terlihat kabut-kabut tipis padahal matahari sudah beranjak naik.

Siap trekking nih
Siap trekking nih

Begitu sampai di kawasan kawah bromo yang mana batasnya ialah patok-patok semen dan disitulah jeep kami berhenti, selanjutnya untuk menuju hingga atas kawah gunung Bromo yang berketinggian 2392 mdpl (menurut berbagai sumber) bisa dengan berjalan kaki, menyewa kuda atau bahkan ojek motor. Biasanya begitu turun dari Jeep kita akan didekati para penggembala kuda (bener gak sih istilahnya?:mrgreen: ). Landscape yang begitu luas dengan didepan ialah jalan trek menanjak untuk bisa mencapai atas gunung Bromo, kami cukup menikmati berada disini, memandang sejauh mata pun tak akan bosan, gunung Batok yang tingginya  2440 mdpl (menurut berbagai sumber) di sebelah kanan kami terlihat cukup jelas. Mulailah trekking menuju atas gunung Bromo dimulai, semuanya dari kami berjalan kaki mulai dari naik hingga turun lagi, apalagi para wanita-wanita super yang di rombongan kami, edan cepet banget naiknya, mereka pasti bukan orang bumi:mrgreen: . Tapi yang lebih edannya lagi ada bule-bule yang malah jogging disitu, saya malah mikir “ini sakit nih bule, udah nanjak, turun, pegel kan, dia malah jogging”:mrgreen: . Menurut saya, ada dua tahapan untuk menuju hingga sampai ke atas gunung Bromo, tahapan yang pertama ialah trek berpasir, awalnya pasirnya enak, masih keras sehingga ketika berjalan tidak terlalu berat, namun lama kelamaan ketika mulai menanjak dan terus menanjak pasir mulai banyak dan menumpuk, jika diibaratkan 5:1 yang maksudnya lima langkah berjalan naik, satu langkah berjalan turun. Maka itu kebanyakan para pengunjung yang berjalan kaki memilih berjalan di pinggir-pinggir jalur yang ada, selain kontur pasirnya lebih padat juga lumayan terhindar dari debu-debu yang dihasilkan oleh kuda-kuda yang ada disitu lumayan bikin sesek.

trekking dengan jalur pasir
trekking dengan jalur pasir
dari sini masih lumayan jauh
dari sini masih lumayan jauh

Sampai di tahap pertama dimana kontur pasir sudah padat dan sudah lumayan berjalan jauh keatas, dan puncak atas gunung Bromo sudah dekat tapi masih ada satu tahapanlagi yaitu menaiki sekitar dua ratus lebih anak tangga agar bisa sampai ke atasnya. Jalan hingga tahap pertama saja sudah lumayan bikin pegel paha, masih ada satu lagi. Hajar!. Oh iya sedikit tips buat yang mau berjalan kaki hingga kepuncak kawah Bromo, usahakan menggunakan sepatu, bukan sepatu casual atau gaya yah tapi sepatu trekking atau bisa juga sepatu jogging, kalau sendal gunung gimana? Bisa juga tapi percaya deh , lebih enak pakai sepatu.

tangga menuju atas Gunung Bromo
tangga menuju atas Gunung Bromo

Serta jangan lupa membawa masker atau saputangan beserta kacamata untuk menahan debu-debu yang dihasilkan ketika kuda lewat, oh iya topi/kupluk juga, soalnya sinar mataharinya lumayan nyengat walaupun udaranya sejuk banget. Usahakan juga buat bawa minum dari penginapan, kalau nggak ya bisa beli disekitaran tangga menuju atas kawah Bromo juga banyak yang jual, yang penting jangan sampai dehidrasi.Gak gampang untuk naik melalui tangga ara bisa sampai ke atas gunung Bromo, direntetan anak tangga itu rupanya banyak pasirnya semakin ke atas semakin banyak tumpukan pasir di deretan anak tangga yang bikin kaki licin dan makin pegel, kudu tetap hati-hati dalam melangkah, ya kalo kepeleset bisa gelinding lagi ke bawah, rugi kan:mrgreen:. Begitu sampai di atasnya, wah..keren..melihat panorama kawasan TNBTS dari atas sini cukup keren, terlihat juga Pura Luhur Poten ditengah lautan pasir seakan tanpa ada yang mengusiknya, lumayan menyenangkan berada di ketinggian sekitar 2300an mdpl, benar kata teman kalau di gunung itu nikmatin bagaimana rasanya berada diatas bumi dan dekat dengan langit. Nah jika sudah sampai diatas jangan heran jika kita akan bertegur sapa dengan wisatawan mancanegara, mereka ramah kok, sebab kita yang Indonesia asli juga ramah. Selesai menikmati gunung Bromo kami turun, nah jalur turunnya ini kami turun melenceng dari jalur waktu naik tadi, karena melihat lebih landai jadilah turun melalui jalur yang berbeda, agak melenceng sedikit tapi tidak terlalu melelahkan. Sepanjang perjalanan di lautan pasir menuju Jeep, saya hanya bisa mengucap rasa syukur dan kagum atas ciptaan Tuhan yang luar biasa ini.

bukit pasir berbisik
bukit pasir berbisik
berpose di bukit pasir berbisik
berpose di bukit pasir berbisik. (Foto: Lidya Cumi)

Selesai menikmati trekking berpasir gunung Bromo, kami bergerak ke lokasi selanjutnya yaitu bukit pasir, tempat yang merupakan lautan dan bukit pasir vulkanik ini menjadi terkenal setelah digunakan untuk lokasi syuting film Pasir Berbisik, jadilah areal lautan dan bukit-bukit berpasir ini dikenal dengan nama bukit pasir berbisik. Jika dilihat sekilas saya pun bingung, apa yang mau dilihat disini? Cara menikmatinya gimana? Bingung kan?, tapi itu sekilas, coba pahami lebih dalam lagi dan sapukan pandangan ke arah yangt lebih jauh maka serasa di pasang pasir namun bukan dengan warna coklat tapi kontur pasir vulkanik hitam yang membentuk bukit-bukit serta gelombang cantik serasa berada di dunia lain. Nah disini kalau untuk sesi foto harus pilih angle yang tepat biar makin ciamik. Kalau ingin rileks pun juga bisa rasakan sensasinya jalan sendirian di lautan pasir ini. Tak perlu berlama lama disini karena matahari yang sudah semakin naik dan memburu waktu sisa untuk persiapan pulang kembali ke penginapan yang ada di kota Malang, objek terakhir ialah padang savana atau yang biasa mereka sebut dengan nama Bukit Teletubbies.

bukit teletubbies
bukit teletubbies
bukit teletubbies
bukit teletubbies

Padang Savana atau biasa disebut dengan nama Bukit Teletubbies ini umumnya menjadi satu paketan wisata mulai dari sunirse penanjakan, kawah bromo, pasir berbisik. Kenapa disebut Bukit Teletubbies mungkin karena bentuk bukit rerumputannya ini mirip dengan yang ada di tayangan Teletubbies. Saya pun cukup penasaran dengan tempat ini, dalam benak saya apa iya yah sama dengan yang ada di tayangan teletubbies, nyatanya ketika sampai? Lebih indah loh..memang tidak terlalu mirip tapi landscape perbukitan savana dengan didepannya dibatasi oleh dinding caldera cukup memanjakan mata. Sayangnya mungkin karena memasuki kemarau jadinya rerumputan di bukit tersebut tidak terlalu hijau, cenderung kering dan menguning. Tapi yang rada aneh nih rombongan sirkus bukannya jalan ke arah bukit terus foto-foto disana eh malah foto foto di jeepnya, sudah kehabisan tenaga buat jalan-jalan rupanya yah.

Sebenarnya pemadangan yang saya saksikan dengan mata kepala sendiri lebih indah dibanding apa yang saya tuliskan disini, hehehe. Gak percaya? Silahkan datang saja kesana.:mrgreen:

This slideshow requires JavaScript.

5 thoughts on “#MalangBromoTrip: Trekking ke Kawah Gunung Bromo, Nge-Jeep ke Pasir Berbisik, Hingga Narsis ke Bukit Teletubbies/Padang Savana

    blognyamitra said:
    November 4, 2013 at 5:42 pm

    kalo hardtopnya lewat, debu pada beterbangan🙂

    Like

    Triyanto said:
    November 5, 2013 at 3:53 pm

    bagus ya…hmmm

    Like

    arahard90 said:
    March 3, 2014 at 9:21 pm

    postnya keran mas, foto2nya juga, bikin ngiri aja pengan kesana🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s