Katanya Sayang Anak…

Posted on


Ketika sedang asyik berkendara melintasi jalan panjang, saya dikejutkan oleh penampakan, bukan penampakan setan, hehehehe, tapi penampakan pengendara yang tidak sadar akan keselamatan diri dan orang lain, dengan menunggangi motor sport bapak tersebut melaju di jalan raya panjang mulai dari pertigaan relasi hingga berbelok kiri ke jalan anggrek, bapak tersebut berkendara tanpa menggunakan helm dan yang lebih mirisnya lagi sang anak yang turut dibawa oleh bapak tersebut ditaruh diatas tangki motor. Yak si anak yang masih kecil itu di dudukkan diatas tangki motor dengan berpegangan pada spion motor tersebut. Terlihat sang anak sih senang-senang saja diajak jalan naik motor menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya tanpa tahu bahwa apa yang dilakukan bapaknya ialah salah dan sangat membahayakan dirinya juga.

Foto Ilustrasinya mirip seperti ini

Saya sempat mengingatkan si bapak tersebut dengan himbauan “pak bahaya pak anaknya didudukin disitu (diatas tangki)” tapi si bapak malah melotot dan kemudian acuh saja, malah menggeber motornya lebih cepat lagi, ya ampun…kalau terjadi kecelakaan, bisa dibayangkan si anak tersebut bisa jadi harus menanggung resiko yang lebih tinggi dibanding si bapak karena posisinya yang sangat rentan. Entah harus diingatkan dengan cara apalagi, padahal di sekitar situ (pertigaan relasi) terdapat 2 petugas kepolisian yang sudah bertugas sejak pukul 05.30 WIB pagi. Padahal keselamatan berkendara itu penting untuk si bapak ataupun anak tersebut.

6 thoughts on “Katanya Sayang Anak…

    bapakeValen said:
    December 24, 2011 at 5:58 pm

    kebanyakan emang gitu bro..
    gak mikirin keselamatan anak sendiri.
    hampir mirip seperti yg saya tulis di http://valkyla1723.wordpress.com/2011/11/19/katanya-sayang-anak-tapi-kok/

    Like

    setia1heri said:
    December 28, 2011 at 10:35 am
    Tebet said:
    December 30, 2011 at 10:45 am

    Boro2 nyesel bro, coba kalo kenapa2 pasti cari kambing hitam. Ntah mobil atau motor laen. Anggep aja jatoh gara2 ada mobil atau motor yang lagi “sial” terus anaknya luka-luka gara2 jatoh ke jalan “tanpa helm”. Yang di salahin siapa? Mobil atau motor yang lagi “sial” itu kah? Atau Bapaknya yang bego bin tolol?

    Kenyataan di sini, yang disalahin pertama kali pasti si mobil atau motor yang lagi “sial” itu, bukan si Bapak yang bego bin tolol tadi. Haduh, kapan ya pada sadar semua sama keselamatan di jalan?

    Like

    andryberlianto said:
    December 30, 2011 at 3:37 pm

    perilaku acuh tak acuh soal keselamatan di jalan ..
    sayang ya .. mudah2an dapat pelajaran segera …

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s