Ketika Hak Dikebiri Oleh Kecurangan

Posted on Updated on


Nozzle Bensin. (Ilustrasi)

Pagi ini gue dibuat kesal oleh salah satu petugas spbu milik negeri ini, penyebabnya gara-gara bensin yang agak tumpah dari tangki motor gue, tumpahnya sih yahhh ngga banyak, cuma lumayan juga coy, secara gue ngisi Pertamax alias BBM Non Subsidi, dan bagi gue kejadian ini merupakankecerobohan yang disengaja, kenapa gue bilang kecerobohan yang disengaja? karena dengan sengaja si petugas spbu tersebut memiringkan Nozzle kendati angka yang tertera pada layar mesin sudah menunjukan batas nominal yang diisikan, padahal bensin belum semuanya mengalir alhasil tumpahlah beberapa ml bensin membasahi tangki,  gue pun langsung mencak – mencak ke petugas tersebut dan langsung gue sindir (nggak gue kasih tau yakk disini maap:mrgreen: ). Sebab pada saat waktu mengantri untuk mengisi bensin, semua motor yang ada di depan gue pada saat diisi sebelum habis si petugas tersebut sudah memiringkan Nozzle, padahal gue tau itu masih ada bensin yang mengalir yang belum sepenuhnya keluar dari selang tersebut. Yang bikin gue kesel lagi, bensin yang gue isi ini Non Subsidi, kenapa beli BBM Non Subsidi malah dicurangin??????? sedangkan antrian mobil – mobil pribadi berjejer menunggu pengisian BBM Subsidi tanpa rasa malu. Dan sudah selayaknya bagi para pengisi/pembeli BBM Non Subsidi  mendapatkan penuh haknya sesuai angka yang tertera ya itulah hitungan liter yang didapatkan dan pelayanan yang lebih dari para pembeli BBM subsidi, seperti yang ditulis Mas Triyanto Banyumasan disini.

Nah, menilik kejadian-kejadian yang dilakukan oknum petugas/spbu seperti ini jelas konsumen merasa dirugikan? dan si petugas yang diduga melakukan kecurangan. Kenapa sampai harus memiringkan Nozzle dan mencabut Nozzle sebelum bensin seluruhnya keluar?? kejadian seperti ini sudah menjadi umum di banyak spbu – spbu yang dikelola oleh pihak swasta yang bekerja sama dengan pemerintah. dan yang paling gue nggak habis pikir, ya kok bisa-bisanya si petugas melakukan hal bodoh seperti itu? apakah ada campur tangan/arahan dari pihak manajemen agar si petugas berbuat seperti itu, entahlah..yang jelas kalau memang seperti ini antipati terhadap penggunaan BBM Non Subsidi bisa meningkat, lah wong ngisi bbm non subsidi udah mahal dicurangin pula. Dan terakhir semoga saja petugas-petugas spbu yang masih melakukan tindakan seperti itu sadar dan manajemen spbu cepat tanggap di lapangan.

Berita Terkait kejadian di tulisan ini: Spbu Nakal Menipu

16 thoughts on “Ketika Hak Dikebiri Oleh Kecurangan

    #99 bro said:
    November 16, 2011 at 7:51 am

    hajar …… kalo gak main angin ya kaya gitu kelakuanya..

    Like

      fajardinihari88 responded:
      November 16, 2011 at 8:20 am

      maunya juga gue hajar, tapi mencak-mencak ajaa duluu,hehehe

      Like

    asmarantaka said:
    November 16, 2011 at 1:36 pm

    susahh om..udah kebiasaan tuh petugas..suka maen2in nozzle…

    Like

      fajardinihari88 responded:
      November 16, 2011 at 2:28 pm

      makanya kita kudu keras dan tegas…jangan mau dicurangin!!

      Like

    sobek-sobek said:
    November 16, 2011 at 6:23 pm

    Sebelumnya mohon maaf.. ini seratus persen IMHO.. lho hanya sedikit berbaik sangka saja,,..

    nozzle di miringkan dikit, biar udara dari tangki bebas keluarnya mas seiring dengan dorongan fluida dari dalam bejana selain untuk melihat apakah fuel di tangki sudah mendekati ambang batas kepenuhan… (read=tangki motor) kalo untuk kasus tangki mobil nozzle agak di angkat dikit…

    soalnya mekanisme nozzle pompa bengsin eh pratama..xxx itu ada semacam pipa kecil di ujung yang jika tertutup oleh bengsin/ cairan akan berhenti aliran nya..😀

    Karena umumnya customer kita di sini rata2 isinya nyebutin nominal uang atau, isi full , dan atau lagi isi sekian liter (menyebutkan jumlah liter).. maka petugas spbu akan melakukan hal tersebut di atas untuk mengisi sesuai kemauan castamer:mrgreen: ya sekali2 mereka juga ngelewatin dikit biar kembalian nya di bulatkan hehehehe…

    Selengkapnya kira2 begini mekanisme nozzle fuel dispenser di POM2 Bengsin terkait:

    Near the tip of the nozzle is a small hole, and a small pipe leads back from the hole into the handle. Suction is applied to this pipe using a venturi. When the tank is not full, air is being drawn through the hole by the vacuum, and the air flows easily. When gasoline in the tank rises high enough to block the hole, a mechanical linkage in the handle senses the change in suction and flips the nozzle off..

    See.. world will be peaceful if we do love each other.. sorry gak nyambung sob😆

    Like

      fajardinihari88 responded:
      November 17, 2011 at 8:42 am

      Gapapa masbro..nice share..thanks..

      tapi yang gue tekankan disini, memiringkan nozzle bukan karena yang masbro maksud, tapi memang melakukan kecurangan…toh kenapa nggak didiamkan saja sampai habis tanpa harus memiringkan nozzle yang pada akhirnya membuat bensin tumpah…itulah kelakuan oknum petugas yang gue angkat disini..

      Like

    gcm said:
    November 18, 2011 at 2:15 pm

    “di banyak spbu – spbu yang dikelola oleh pemerintah”
    ehmm.. setau ane pemerintah GAK pernah ngelola spbu.. spbu itu milik swasta yang bermitra dengan pertamina…

    Like

    Triyanto Banyumasan said:
    November 18, 2011 at 2:48 pm

    mending kalo yang tumpah ke tangki itu di lap sama petugasnya, cuek aja Bro, kalo di Shell langsung diambilin lap dan ser… minta maaf juga

    Like

    james said:
    November 21, 2011 at 1:17 pm

    yang gw sebel, pas udah hampir penuh, tekanan bensinnya belum di kurangin, tetep kenceng alirannya, akhirnya malah meluap tumpah keluar, kalo itu murni kecerobohan operatornya yg ingin cepet2. Nah ini yg bikin rugi, udah isi jadi berkurang, tangki jadi banjir ama bensin..kalo gitu bahaya ga sih?

    Like

      sobek-sobek2 said:
      November 22, 2011 at 5:47 am

      :mrgreen: oleh karena itu, biar tumpahnya gak banyak makanya ujung nozzle di angkat dikit mas bro… IMO lagi sih😆

      Like

      fajardinihari88 responded:
      November 25, 2011 at 7:20 pm

      jelas bahayaa…kalo itu leleran bensin masuk ke sela2 body dan mungkin entah ada sumber yang bisa menimbulkan percikan api? piye toh?

      Like

    beckhem said:
    November 24, 2011 at 1:14 pm

    itu salah satu sebab pindah ke kopmetitor cangkang, lebih terlayani…..

    Like

    pandu pradana said:
    December 15, 2011 at 2:55 pm

    isi ndiri aja wo…hehehe…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s