Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Kontrol Berkendara si Anak

Posted on Updated on


Sekarang ini banyak anak-anak sekolah tingkat menengah atas membawa kendaraan sendiri, terlebih bagi mereka yang golongan mapan, pergi ke sekolah menggunakan kendaraan pribadi pun seakan seperti sebuah keharusan, akan tetapi disinilah terjadinya pertentangan, sebenarnya banyak sekali anak-anak sekolah itu tidak memiliki SIM sebagai salah satu syarat untuk berkendara. Para orang tua pun seakan acuh ketika memenuhi permintaan sang anak agar dapat membawa kendaraan pribadi. Ketika sang anak seakan ‘dikasih angin’, maka akan timbul yang namanya penyalahgunaan kepecayaan, awalnya si anak diberikan kepercayaan oleh orang tuanya agar menggunakan kendaraan sebagaimana mestinya, akan tetapi ketika si anak tau orang tuanya seakan acuh, maka dia merasa diberikan kebebasan yang akhirnya disalahgunakan, belum lagi yang terjadi orang tua seakan lupa memberitahu/melakukan edukasi pentingnya keselamatan dan etika berkendara.

Penyalahgunaan Kepercayaan

Ketika penyalahgunaan kepercayaan sudah dilakukan anak tersebut, maka dengan mudahnya dapat kita lihat, dan yakinlah yang ada di kepala si anak ketika diperbolehkan memiliki/membawa kendaraan pasti yang terbesit ialah “gw bisa ngebut nih dijalanan” akibatnya sering kita lihat anak sekolah naik motor sruntulan nggak pake helm, geol-geol kanan kiri. Lantas apakah orang tuanya tahu kelakuan mereka di jalan? rasanya tidak. Seharusnya orang tua harus terlebih dahulu aktif dalam memberikan pemahaman keselamatan dan etika berkendara bukan seakan acuh terhadap kegiatan anak ketika berkendara, mungkin ada beberapa orang tua yang peduli dengan mengatakan “jangan ngebut-ngebut ya ‘nak” hanya saja ucapan itu rasanya kurang tegas sehingga dianggap angin lalu oleh si anak.

Tegas dalam hal keselamatan berkendara sudah saatnya patut dilakukan oleh  orang tua sebagai peranan penting dalam mengontrol cara berkendara si anak, bahkan kalau dirasa si anak belum saatnya atau belum mampu berkendara dengan baik maka jangan perbolehkan si anak membawa kendaraan apapun. Kita harapkan agar orang tua lebih tegas, lebih peduli terhadap pemahaman keselamatan dan berkendara karena keluarga merupakan lingkup awal pemahaman edukasi yang sederhana sebelum dimulai ke tahapan selanjutnya.

Ingat  3 orang tewas di jalan akibat kecelakaan lalu lintas setiap harinya.

6 thoughts on “Pentingnya Peran Orang Tua Dalam Kontrol Berkendara si Anak

    riowinto said:
    August 14, 2011 at 10:03 pm

    Mantap Bung Fajar

    Like

    joetrizilo said:
    August 15, 2011 at 4:11 am

    yups, betul….
    mengajari anak yang beluk mampu berkendara, sepertinya baik.. namun sebenarnya justru menjerumuskan….
    Berfikirlah seribu kali sebelum penyesalan terjadi……

    Waspadalah!!! Waspadalah!!!

    Like

      fajardinihari88 responded:
      August 15, 2011 at 6:50 am

      betul mas…sekedar mengingatkan hikmah dari kecelakaan mobil setelah SOTR itu

      Like

    akibdg said:
    August 21, 2011 at 2:53 pm

    orang tua skrg kebanyakan cukup cuek dgn edukasi terhadap anaknya..
    yg penting anaknya bisa sekolah…yg penting anak bisa sekolah…
    begitu anaknya buat ulah, gmw anaknya disalahkan, seperti kejadian waktu
    saya dan boncenger ditabrak oleh alay, sia naknya g pake helm, dan kekeuh
    c anak g mungkin ngebut atau salah berkendara, walau akhrnya kalah juga
    ama saksi di sekitar lokasi kejadian…
    orang tua sendiri bahakn mungkin g tau etika berkendara itu seperti apa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s