Preview (Leg 2) Pra-Kualifikasi Piala Dunia 2014: Tim Nasional Indonesia Siap Bertarung..!!

Posted on Updated on


Kamis (28 Juli 2011) tim nasional Sepakbola Indonesia akan melakoni laga ke dua pertandingan Pra-Kualifikasi Piala Dunia 2014, laga kedua ini akan dimainkan di Senayan Jakarta. Hasil pada laga pertama kemarin ketika bertandang ke Ashghabat Turkmenistan timnas Indonesia berhasil menahan imbang Turkmenistan dengan skor 1-1, hal ini patut disyukuri mengingat timnas kita ini baru seminggu terbentuk dengan beberapa kendala seperti masalah pendanaan jelang keberangkatan ke Ashghabat, namun hasilnya mereka berhasil memberikan harapan ditengah suramnya tatanan organisasi sepakbola negeri ini.Dengan mengantongi 1 gol tandang, maka di Senayan nanti timnas harus menjaga kualitas permainan dan cukup bertarung dengan skor 0 – 0 untuk lolos ke babak selanjutnya, tapi bukan skor imbang 0 – 0 yang diincar tentunya, harapan masyarakat agar timnas kembali menang pun melambung tinggi, masyarakat pecinta sepakbola ingin mereka kembali berpesta merayakan kemenangan demi lolos ke babak selanjutnya.

Para Pemain Indonesia mendengarkan arahan pelatih baru Wim Rijsbergen saat latihan di Senayan. (sumber foto:Makassar.tribunnews.com)

Faktor Non Teknis

Pergantian rezim pengurus lama PSSI ke pengurus yang ada sekarang makin menaikkan semangat para pemain, mereka berharap tatanan organisasi yang baru dapat membawa PSSI menajdi lebih baik lagi. Lalu gimana persiapan timnas Indonesia ketika menghadapi Turkmenistan nanti, well pertama tentunya timnas harus optimis untuk menang, selain main di kandang sendiri dengan dukungan khas gemuruh suara suproter Garuda, pemain-pemain yang tidak dibawa  ketika tandang ke Ashghabat kemarin seperti sang idola Irfan Bachdim, Tony Sucipto, Egi Melgiansyah, Ferdinan Sinaga, Wahyu Wjiastanto dan Hamka Hamzah bisa turun pada laga kedua nanti, khusus Hamka Hamzah sampai artikel ini diturunkan masih belum dapat dipastikan bagaimana mengenai cederanya, kabar terakhir ia sudah pulih dan siap main di laga kedua ini, cuman belum tau sih, tergantung sang pelatih anyar, yang jelas siapnya pemain-pemain tersebut menambah motivasi dan spirit para pemain lainnya.

Faktor Teknis

Skema permainan yang diusung pelatih baru Wim Rijsbergen kemungkinan besar masih akan memakai pola 4-4-2 atau bisa jadi 4-3-3 dengan memaksimalkan kinerja lini tengah. Lini tengah yang digawangi oleh Firman Utina, Ahmad Bustomi dan M.Ilham diharapkan lebih agresif dan lebih sering mengalirkan bola kepada para striker, lain lagi kalau Tony Sucipto yang dimainkan di salah satu dari 3 di lini tengah diharapkan penguasaan bola dimenangi lini tengah, karena timans memiliki 2 pemain lini tengah berkarakter pekerja dan perebut bola yaitu Bustomi dan Tony. Kalau mengusung fola 4-4-2 yakinlah ada tempat bakal menjadi milik Okto Maniani dan M.Ilham mengisi posisi sayap, manuver dan kecepatan lari penetrasi keduanya diharapkan bisa membongkar sisi pertahanan Turkmenistan yang akan memudahkan kinerja kedua striker nanti, sementara Firman Utina diset sebagai playmaker dan Bustomi atau Tony dimainkan sebagai perebut bola dan menjaga ritme lini belakang dan tengah.

Lini belakang sepertinya masih sama, Zulkifli Syukur, M.Nasuha, Maman dan Hamka Hamzah, kekompakan keempat palang pintu ini hanya tinggal diperkuat lagi, khusus Hamka yang kabarnya siap untuk diturunkan akan menambah kekuatan di lini belakang, kalaupun tidak dimainkan masih ada M.Roby yang juga tak kalah bagusnya, karena memang Turkmenistan akan sering memainkan crossing bola atas yang menjadi ciri kekuatan mereka selama ini. sementara posisi kiper yang pada laga pertama lagi dikawal oleh Ferry Rotinuslu kemungkinan besar akan dipertahankan, mengingat ini laga penting dan Ferry tentunya sudah mnngetahui kekuatan dan adaptasi lebih dahulu pada laga pertama dibandingkan kiper Markus.

Sementara di lini depan, kalau memang diturunkan 2 striker kemungkinan besar duet Gonzales dan Boas Salossa akan menempati pos ini, soal kualitas tentunya kita sudah tau lah yah, sayangnya pada laga pertama kemarin kedua striker ini tidak bisa berbuat banyak karena aliran dan suplai bola ke mereka tidak berjalan lancar dan juga kondisi lapangan yang sangat buruk menyulitkan mereka melakukan pergerakan baik dengan bola ataupun tanpa bola. Jika pola 3 striker yang diturunkan oleh coach Wim maka kemungkinan skemanya ialah Okto Maniani – Gonzales – Boas Salossa atau Irfan Bachdim – Gonzales – Boas, tinggal tergantung kebutuhan dan strategio pelatih saja mau memainkan yang mana, kalau dengan trio Okto-Gonzales-Boas maka Gonzales selaku target man akan mendapat sokongan penuh dari Boas dan Okto, kemungkinan gaya permainan Okto Maniani yang lebih sering merangsek masuk lebih dalam ke kotak penalti bakal menguntungkan Gonzales untuk mencari ruang gerak lebih, tapi sayangnya Okto sering terlalu lama menahan bola, sementara Boas daya gedor, tendangan akurat dan naluri mencetak golnya cukup liar sehingga opsi kedua target man bisa jadi pindah ke Boas yang akan melakukan keputusan untuk mengeksekusi bola, begitu juag dengan irfan Bachdim gaya main yang hampir sama dengan Boas, hanya saja spirit Bachdim perlu ditingkatkan, dan pemain ini juga pandai mencari ruang dan memberikan passing. Tanpa bermaksud melupakan pemain lainnya toh di lini depan kita masih punya Bepe ataupun Ferdinan Sinaga yang jadi alternatif jika kesulitan mencetak gol ataupun sekedar menjaga ritme permainan Bepe lebih bisa diandalkan.

So, tinggal kita lihat saja timnas kita ini, mudah-mudahan mampu bermain maksimal dan meraih kemenangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s