[Iseng Jalan-Jalan Pagi]: Kembali ke Stadion Benteng

Posted on


Minggu pagi di tahun 2001, didalam minibus berisikan anak-anak remaja berumur 13 tahun mengenakan seragam kuning-kuning biru dari SSB Pamungkas tampak antusias namun ada juga muka tegang diantaranya, mereka akan tampil di Turnamen ASSET U-14 (asosiasi sekolah sepakbola tangerang) dan tampil sebagai pertandingan pembuka. seorang rema ja yang memakai nomor punggung 38 pun tertegun dan berujar “akhirnya, kita bisa juga main di Stadion, tempat biasa kita nonton tim Persikota bermain, kali ini kita yang ditonton dan kita yang bermain di rumput Stadion Benteng”. “harus main bagus, main lugas, karena ini pertandingan pembuka, banyak yang menonton langsung, tunjukan kalo gue punya bakat dan mampu bersaing”. akhirnya kemenangan pun diraih dengan skor 4-3 untuk SSB Pamungkas.

itulah penggalan kisah saya dulu ketika pertama kali tampil di turnamen resmi di Stadion Benteng kota Tangerang. Kini saya kembali lagi kesini “berziarah” ke Stadion ini untuk melampiaskan rasa rindu akan kehangatan stadion ini.

Pekarangan Stadion Benteng....auranya mulai terasa disini...

Saat datang tadi pagi, tak banyak yang berubah, masih seperti dulu, dan memang aura Stadion benteng ini begitu terasa di diri saya, masih terasa bagaimana euforia ketika mendukung tim kesayangan, dikejar pendukung lain, sampai bermain langsung merasakan rumput hijau stadion ini. Tubuh ini terasa bergetar ketika masuk ke areal stadion, seperti ada ikatan batin yang kuat dengan tempat ini, bagaimana tidak dari tahun 2000 sampai tahun 2008 saya masih datang kesini untuk menonton langsung pertandingan Persikota tangerang.

Stadion Benteng dari depan...

saya berjalan menuju utara tempat dimana kubu tim Persikota, pintu-pintu masuk tribun ditutup, tapi saya tahu, sepertinya ada 2 pintu yang terbuka dan bsia masuk ke dalam, melintasi loket/pintu masuk VIP, saya bertemu dengan beberapa pemain, nampaknya mereka pemain PON/PORDA Kota Tangerang yang hendak berlatih. Kemudian berjalan ke Selatan menuju sisi bagian dari Persita. Dan…yups, ada pintu tribun yang dibuka, ya ini adalah pintu masuk tribun kelas 1 (tiket harganya 15-20 ribu kalo ngga salah).

begitu lihat rumput hijaunya langsung ademm....
dari sudut tribun kelas 1, kubah Al-Azhom terlihat dari sini, nikmaat tenannn

Akhirnya coba masuk ke tribun kelas 1 tersebut,dan…..blessssssssssssssssssss…langsung terlihat sebuah hamparan lapangan rumput hijau yang masih rapih, masih begitu gembur, sesaat tubuh ini diam, Hijaunya rumput stadion sangat indah, sangat nikmat membawa memoriku melayang ketika bagaimana saya sempat beberapa kali bermain di lapangan stadion ini, mengeluarkan kemampuan bermain sepenuh hati. Sejenak beranjak naik ke tingkat yang lebih tinggi agar bisa lihat sekeliling stadion dari tribun kelas 1, darisini memoriku kembali menguak bagaimana euforia sebuah pertandingan sepakbola yang terjadi disini, menyemangati pemain yang berada di lapangan. Ahhhkkkkk….. alangkah nikmatnya jika bisa kembali merumput ke lapangan dan bermain di stadion ini.

yang ada atapnya itu tribun VIP..
memandangi sejenak.....

Stadion Benteng, salah satu tempat bersejarah dalam hidupku, dan saya pasti akan kembali lagi kesini walaupun sekedar singgah saja.

si meta mejeng duluuu ahhhhhhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s