Menyoal Pengawalan Iring-iringan Mobil Jenazah di Masyarakat, Masih Saja Seperti ini…

Posted on Updated on


Sore kemarin, mendadak mendapatkan kabar duka, ayahanda kerabat tetangga RT sebelah yang juga teman main dipanggil Yang Maha Kuasa. Malamnya sehabis pulang kerja, menyempatkan diri untuk hadir nyelayat sekaligus membacakan surah Yasin serta doa-doa. Selesai melakukan kegiatan tersebut, depan rumah kerabat sudah ramai rupanya, banyak yang hadir.

ilustrasi. (gambar: inilahjabar.com)

Akhirnya sambil menemani beberapa tetangga yang berada di luar dan sekedar ngobrol-ngobrol barengan beberapa orang yang ternyata  sebagai ‘panitia kecil’ yang ditunjuk mengurus pemakaman, menyampaikan sesuatu hal ke gue.

PK : “Mas Fajar, besok bisa ikutan bantu ngawal ngga? bareng dgn si Bapak A dan mas B, kan anak klub juga, pasti paham lah soal begitu” (ujar salah satu tetua di lingkungan tersebut).

F: (gue yang bingung ditanyain begitu langsung lempar balik nanya) “loh…buat apa pak dikawal lagi?mau buka jalan?,kita minta petugas resmi saja, pasti di fasilitasi apalagi Almarhum kan kerabat dekat petinggi kota ini”.

PK: “yahh..biar ada yang mengkordinir dari warga yang ingin ikut mengantar ke pemakaman mas, biar lancar, mas nanti di depan atur iring-iringan, lalu si Bapak A dan mas B akan coba blokir persimpangan kan punya sirine, nah didepannya lagi baru petugas resmi” (WEW…SUMPAH KAGET DENGERNYA..!!).

F: “hmm..kalo kita lancar sendiri, itu mah egois pak, nge-blok jalan orang, penggunaan sirine yg tidak seharusnya, banyak kepentingan pengguna jalan lain, semuanya sama, saya paham pak bentuk pengawalan yang bapak maksud, tapi kalau seperti itu mohon maaf pak saya ngga bisa, bukan seperti itu caranya, lebih baik kita serahkan saja ke petugas yang berwenang, itu jauh lebih bijak pak, mereka lebih paham soal itu.

PK: “yahh….apa salahnya lah?..kita bantu bantu juga iringi-iringan ke pemakaman”

F: “wah…ngga deh pak, udh nge-blok jalan orang, pake sirine padahal bukan petugas, agian saya besok berangkat jam 6 pagi pak” (gue cuman diem senyum sinis sambil geleng geleng kepala, dan disamping gue ada si Bapak A dan mas B yang cuman senyum-senyum kecil).

Akhirnya gue ngobrol sama bapak A dan mas B yang mana kedua orang ini tetangga juga dan bergaul di lingkup klub/komunitas, “pak, bro, gue cuman pesen, minta pengawalan sama petugas resmi saja, 2 orang petugas cukup, dan tolong himbau kepada warga yg ikut mengantarkan menggunakan motor agar pakai helm dan jangan arogan”. dan si Bapak A pun nampaknya setuju, sementara mas B agak menyindir gue..hehehehe…biarlah..

Kalau sudah speerti ini…sudah sedemikian parah kah pola pikir masyarakat kita terhadap pengawalan iring-iringan mobil jenazah yang menuju pemakaman..pola kawal-mengawal ini sudah lekat dan atas dasar “membantu sesama” tetapi mengabaikan kepentingan sesama pengguna jalan..ckckckck…

Mengapa masih saja seperti ini, nampaknya petugas kepolisian pun perlu memberikan  pemahaman lebih kepada masyarakat mengenai bentuk pengawalan yang sesuai aturan.

2 thoughts on “Menyoal Pengawalan Iring-iringan Mobil Jenazah di Masyarakat, Masih Saja Seperti ini…

    bennythegreat said:
    June 14, 2011 at 9:34 am

    mau cepat atau lambat sampai kuburan,…tetep aja judulnya jenazah..

    Like

      fajardinihari88 responded:
      June 14, 2011 at 10:03 am

      betul mas, tapi pola pikir dan paradigma masyarakat sulitt diubah

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s