Tolonglah Balita ini…

Posted on Updated on


Dikala sedang riding sehabis menghadiri acara 3rd Anniversarry Black Motor Community Jakarta Barat atau biasa dikenal dengan nama Black Rider, ketika sedang berhenti di lampu merah kawasan Grogol menuju jalan Daan Mogot (kalau dari arah Pluit dan kemudian mau mengarah ke jalan Daan Mogot (belok kanan) tepat dilampu merah yang ada dibawah jembatan layang), pandangan tertuju pada sosok kecil nan imut di lampu merah tersebut.

Melihat sekilas, ahh…biasa, dilihat lagi, lohhhh…..edan!!! ini anak kecil yang gue perkirakan sih umurnya masih Balita, MASIH BALITA!!!, dengan penuh harap dipinggiran trotar dia mengiba menadahkan tangannya kepada pengendara motor yang berhenti menepi didekat trotoar, dan beberapa pengendara motor yang didekatinya pun dengan iba memberikan selembar-dua lembar ribuan kepada anak Balita tersebut.

Balita yang sedang "bekerja"

Sesaat gue diem, bengong, speechless bro mau ngomong apalagi, dan tanpa sadar kamera hp gue sudah menjepret anak Balita yang sedang mengemis tadi, teringat akan sepenggal lagu dari bang Iwan Fals “anak sekecil itu berelahi dengan waktu…anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu…”.

ya Allah, pemikiran apa yang ada di otak kedua orang tua anak Balita ini, untuk berjalan pun saya lihat masih butuh kekuatan yang lebih lagi, bagaimana kalau sedang menepi di pinggiran trotoar untuk mengambil uang yang diberikan pengendara lain tiba tiba Balita itu terjatuh, habisss sudah, belum lagi yang terjadi pada saat ini adalah dimana pemikiran si Balita tersebut sudah didoktrin oleh orang tuanya untuk mencari uang dengan cara meminta-minta, Astagfirullah.

Ngenesss, benar-benar iba, kasihan, sedih, kesal bercampur jadi satu melihat realita pemadangan seperti itu. Ini realita, masih banyak jutaan anak dibawah umur yang terpaksa mengais rejeki dari hasil iba orang lain, terpaksa mungkin karena dia harus berfikir bagaimana untuk bisa survive kedepannya, atau mungkin terpaksa karena harus mengikuti perintah orang tuanya.

si balita sedang "bekerja"

Lantas, ini salah siapa?? salah orang tuanya?, orang tuanya pun terhimpit masalah ekonomi, yang dapat membuat pemikiran dan otak bisa menjadi dangkal, mereka terhimpit beban hidup yang amat berat di negeri yang katanya memiliki kekayaan melimpah, kalau orang tuanya tidak bisa disalahkan, lalu siapa?? PEMERINTAH??. Melalui Lembaga Komisi Nasional Perlindungan Anak, Pemerintah sudah sepatutnya memberikan mereka kehidupan yang layak, “Fakir Miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara” kutipan kalimat dalam UU tersebut nampaknya hanya menjadi angin lalu saja. Andai saja penguasa-penguasa negeri ini mau melihat dan turun kebawah,mungkin mereka akan sadar perbuatan mereka selama ini telah merugikan masyarakat kecil, atau mungkin bisa jadi mereka acuh, hati mereka menjadi kerass bagaikan batu karang dan tetap berfikir “hidup gue ya hidup gue, hidup elo ya hidup lo”.

Disini gue cuman mau menyampaikan keperihatinan terhadap apa yang gue lihat, apa yang gue rasakan tadi, mungkin ada baiknya Bapak/Ibu ataupun para relawan di Lembaga Komisi Nasional Perlindungan Anak dapat turun untuk sekedar meninjau lokasi tersebut, bukan hanya melihat/meninjau tapi bantulah tindaklanjuti, tolonglah mereka, selamatkan mereka dari kejamnya jalan raya Ibukota ini, tolonglah Balita itu, bukan tidak mungkin bahwa merekalah calon penerus-penerus generasi bangsa ini.

One thought on “Tolonglah Balita ini…

    blognyamitra said:
    May 16, 2011 at 12:14 pm

    Menurutku orang tuanya salah, Pemerintah juga salah…di Jaksel juga banyak yang seperti itu, anak kecil dibawah lima tahun…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s