Mitos ketika riding/berkendara/turing

Posted on Updated on


Judulnya berasa aneh yah, hahahahaha. Ini beberapa kejadian yang saya ambil dari cerita cerita kawan kawan bikers dalam pengalamannya ketika riding dan menjumpai sesuatu yang mistis, mulai dari ngeliat bayangan lah, berasa diboncengin lah dan lainnya,hehehehe.

Aneh, kenapa saya jadi bahas yang beginian yah, yah kita hidup di dunia ini juga berdampingan dengan alam ghaib, tak dipungkiri “mereka” memang ada. Ini saya bahas karena juga berkaitan dengan unsur riding dan safety kita ketika berkendara. tentunya bagi para bikers yg sering bepergian keluar kota atau turing ketempat tempat wisata yang mungkin belum kita jamah dan jarang terjamah banyak orang mungkin akan mengalami kejadian “aneh” ini.

Misalnya ada suatu aturan alam/ adat yg masih dipakai sekarang ialah, setiap kita mau melewati jembatan/jalan yang menghubungkan 2 bagian jalan, kita dianjurkan untuk membunyikan klakson, sebagai pertanda bahwa kita mau lewat dan juga sebagai tanda permisi/ijin bagi penunggu jembatan itu.

Lain lagi dengan apa yang dialami teman community saya sendiri, dia “diikuti” sampai pulang kerumahnya, hal ini diketahui setelah bertemu dengan “orang pintar”, dan orang itu pun berpesan, “apabila sebaiknya berjalan malam  hari dan melihat cahaya merah yang tidak wajar di Spion dan terus mengikuti kita, segera berhenti dan jangan lanjutkan perjalanan atau putar arah balik, kalau tdiak “dia” akan mengikuti kita terus”, begitu katanya.

Atau adalagi cerita teman saya di beberapa daerah tertentu jika memasuki magrib kalau riding/berkendara dibeberapa daerah rimbunan pohon/kanan kiri hutan dianjurkan untuk tidak menengok kebelakang, hal ini dimaksud agar tidak diikuti dan tidak dijahili sendiri. Dan adalagi di beberapa titik daerah seperti tadi bahwa kita dianjurkan berhenti ketika memasuki magrib, dan sebaiknya jangan lewat, apabila sudah terlanjur lewat namun baru sediikti memasuki daerah itu, putar balik dan tunggu sampai keesokan pagi, Kalau sudah ditengah2, berhenti sebentar ambil beberapa pucuk/helai daun dan jepit diantara Jok dan buritan belakang atau bsia juga setengah dari daun tadi kita duduki, hal ini dimaksudkan agar “mereka” tau bahwa dia berjalan sesuai syarat yang mereka inginkan dan tidak akan mengganggu “alam”  “mereka”.

Yup, hal hal seperti itu tadi memang membuat kita sedikit ciut, tapi tenang my bro, tak perlu ciut juga, kita masih punya iman, kita punya Tuhan yang selalu menjaga kita dan kita juga beragama sesuai dengan keyakinan kita, untuk itu berdoa sebelum perjalanan dan zikir ketika melewati daerah2 seperti tadi menjadi hal yang saya lakukan selalu ketika berkendara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s