Aksi Damai Bikers Tolak Pembatasan Sepeda Motor

Posted on Updated on


Jakarta, 28 Agustus 2010

Sore itu langit terasa cerah bahkan sedikit menyengat, Sabtu para bikers datang berbondong bondong menuju Daerah patung Panahan Senayan, tempat berkumpulnya dalam rangka memenuhi undangan Aksi Damai Penolakan Pembatasan Sepeda Motor.

Brosur RSA

Wong sama sama bayar pajak kok malah dilarang. ketika macet terjadi, yang ada ialah kendaraan mobil pribadi memenuhi 1 lajur, yang jika dibandingkan ialah 1 ruang jalur mobil bisa memuat 4 buah motor. Bahkan motor pun harus rela berjalan dpinggir dengan lebar ruang tak lebih dari 1 meter, ingat bro 1 meter, bukan 1 jalur..!!!!!

Antusiasme dan semangat terhadap penolakan pembatasan motor sangat tinggi, bsia dilihat dr bnyaknya bikers yang datang, berasal dari para club/komunitas yang memang merasa geram dengan kebijakan konyol tersebut. Merasa terpinggirkan dengan adanya kebijakan pembatasan sepeda motor, mendorong terjadinya aksi turun kejalan. Aksi ini diprakarsai oleh RSA (Road Safet Association) yang sangat peduli dengan keselamatan penggunaan dijalan raya. Saya pun ikut bergabung di acara RSA ini.

Stiker dari RSA

Aksi Damai ini berjalan lancar, tak kurang dari 53 club/komunitas motor ikut bergabung dalam acara ini, penandatanganan petisi oleh semua bikers yang hadir, sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pembatasan motor.

tanda tangan petisi, Foto: RSA

Diantaranya adalah Yamaha Vixion Club Indonesia (YVCI), Vijak, SC225, Mylis, Yamaha Jupiter Owner Community (YJOC), Karisma Honda Cyber Community (KHCC), Depok Tiger Club (Detic), Hornet, Prides, Octopus, Megelli Independent Group (MIG), Honda Supra Jakarta (HSJ), Pulsarian Community, Independent Bikers Club (IBC), Party C, dan An TV Riders Club (ARC). Selain itu, Suzuki Two Wheels (S2W), Insert, Honda Beat Jakarta (HBC), XTC Batavia, Black Hawk Batavia, YSC, HTML, Scooteris Outlaw, GBC, Kampoeng Bikers, RGRC, NOC, HSX 125,  TMC Jakarta, Tangerang Rider Community dan Xtreme.

Aksi damai konvoi tersebut menarik perhatian masyarakat sekitar, jalur yang diambil ialah, Senayan (Patung Panahan) – Sudirman – Thamrin – Binderan HI – IRTI Monas,  boleh dilihat, tidak ada kemacetan yg terjadi, sebab konvoi hanya menggunakan 1 jalur saja. sempet ber orasi di bundaran HI, dan dilanjutkan kembali orasi di IRTI Monas yang dibacakan petisi dari penolakan pembatasan motor tersebut, cuplikan orasinya sebagai berikut :

Jika kami dilarang menggunakan sepeda motor untuk mecari nafkah dikota ini, lalu kami harus menggunakan apa untuk mencapai tempat tujuan kami ??

Teganya kalian memaksa kami untuk menggunakan angkutan umum yang tidak layak pakai, yang tidak jelas kapan berawal dan berakhir perjalanannya, yang selalu dipenuhi dahak dan air ludah dilantainya, yang penuh dengan pelecehan seksual, yang rawan dengan kejahatan, inikah yang kalian inginkan ??

itulah sebagian orasi yang diucapkan oleh bro Syamsul selaku ketua Badan Pengawas RSA.

Orasi di IRTI Monas

dan berikut petisi yang dibacakan seluruh rekan rekan bikers yang hadir dalam acara tersebut

1. Menolak pembatasan kendaraan bermotor sebelum pemerintah menyediakan transportasi publik yang aman, nyaman dan terjangkau secara akses dan finansial.

2. Menuntut penyelesaian proyek transportasi publik dengan target waktu sebagai berikut:

  • Seluruh koridor busway diselesaikan.
  • Menambah armada bis Transjakarta di seluruh koridor untuk menghindari antrian  panjang dan desak-desakan antar penumpang.
  • Menyelesaikan proyek Monorail, minimal 1 rute.
  • Membuat lokasi parkir kendaraan yang aman dan layak pada lokasi-lokasi simpul transportasi publik.
  • Memperkuat kerjasama antara pemangku tanggung jawab (stakeholders) untuk menyelesaikan masalah lalu-lintas dan jalan dengan menandatangani pakta kerjasama.
  • Memperbaiki kualitas SDM, sistem remunerasi dan administrasi awak angkutan umum.
  • Memusnahkan sumber polusi yang berasal dari angkutan umum dan meregenerasi armada angkutan umum non-busway.

3. Menghentikan seluruh bentuk pembangunan sarana jalan dalam kelas jalan apapun sebelum transportasi publik seperti pada poin-poin nomor (2) di atas tercapai.

Spanduk Spanduk penolakan
Spanduk Penolakan

Semoga saja, pihak pemerintah mampu memberikan jalan keluar terbaik tanpa harus menbgedepankan satu keputusan yang akhirnya malah akan merugikan banyak pihak. (fajar dinihari)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s