Pandangan terhadap sebuah peraturan Helm SNI

Posted on Updated on


Selamat Siang
Salam Bikers..
1 April 2010 begitu menjadi perbincangan banyak orang/khalayak masyarakat, terutama para pemakai kendaraan roda dua atau kita sebut saja motoriders.. Bukan April Mop, melainkan tanggal resmi wajib Helm ber SNI, ya..1 april, dimana semua motoriders atau pengendara motor wajib menggunakan helm ber-SNI , sebab jika tidak mengenakan maka akan ditilang yang mana denda tilangnya bsia mencapai 250rb, sebuah angka yang mahal dibanding untuk membeli Helm, SNI bahkan Helm sertifikasi DOT atau SNELL…
Sebuah pernyataan, Helm yang digunakan WAJIB memiliki label SNI sesuai dengan standarisasi Nasional dan UU No.22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan..benar2 menyudutkan para pengguna…
di artikel sebelah http://www.bsn.go.id/news_ detail.php?news_id=1581 ini mengutpi beberapa artikel tentang aksus kecelakaan yang dialami pengendara motor di Indonesia, dan Kalau dikaitkan Kecelakaan itu terjadi karena kelalaian pengemudi (baik itu motor atau mobil) bukan masalah helm..walapun helm penting, sangat penting , tetapi PERILAKU berkendara Jauhhh lebih penting dari segala – galanya…
Sekarang diterapkan Wajib SNI, ini yang lucu, bagaimana dengan helm sertifikasi DOT 3 atau SNELL yang sudah diakui Eropa, Amreika, iNternasional bahkan Dunia..????apakah akan ditilang para motorider yang mengenakan Helm seperti SHOEI, AGV, NOLAN, GIVI, KAPPA,KBC, dll..Sungguh mengenaskan….dan sungguh ironis jika memang tetap berpatokan WAJIB SNI..karena helm Sertifikasi DOT 3 ataupun SNELL jelas2 Jauhh lebih kuat dan lebih baik dibanding SNI…
Tentang tingginya kasus kecelakaan yang dialami motor, apakah mereka yang mengeluarkan Pernyataan WAJIB HELM SNI seakan berlindung atas ketidakmampuannya dalam mengatasi/menekan angka kecelakaan????, .
Bahkan teman 1 kantor saya pun berceloteh, Kalau mau pakai Helm SNI kepalanya harus keras dulu….baru cocok,,hahahahaha..celoteh
itu membuat saya tertawa …
dan lebih miris lagi melihat artikel http://www.bsn.go.id/news_detail.php?news_id=1581 dimana benar2 menyudutkan pengedara motor/motoriders..padahal saya yakin bukan sepenuhnya salah motoriders..
untuk itu, Perlu ditinjau kembali, bahwa bukan WAJIB SNI, tetapi Minimal Ber-SNI…dan Ada usaha serta peran dari pemerintah untuk dapat membantu menekan angka kecelakaan, Bukan membantu menyudutkan dan mengurangi para motoriders…
Keep Safety Ride…
Fit to Ride, Fit To Brotherhood…
Keep Safety Ride…
Fit to Ride, Fit To Brotherhood…
Bapak2, ibu2 yth,
Sebelumnya saya mohon maaf bila tulisan berikut kurang
berkenan. Kami hanyalah ingin meminta maaf kepada bapak & ibu pengguna
roda empat mengenai perilaku kami di jalan raya. Sungguh, kami tidak
memiliki maksud untuk ‘mengganggu’ kenyamanan anda. Bila kami terlihat
suka nyerobot kekanan atau kekiri, itu hanyalah karena kami merasa
kepanasan. Ini tentunya akibat jaket, helm, sarung tangan, masker, yang
kami gunakan di siang bolong. Tentunya rasa kepanasan ini tidak anda
rasakan, karena dinginnya hembusan AC yang keluar dari kisi kisi dashboard
mobil anda. Sedangkan kami hanya mengandalkan kisi kisi ujung jaket,
ataupun bagian bawah helm, he he he.
Bila anda melihat kami mendaki trotoar, ataupun mengambil jalur kanan yang
berlawanan, itupun bukan karena kami sok jago. Tapi kami hanya mencari
alternatif jalur, sebab seluruh badan jalan tertutup oleh MPV ataupun SUV
bapak & ibu. Rasanya kami nggak kuat jika harus menunggu dibelakang
knalpot anda, yg belum tentu bebas emisi (maaf ya).
Belum lagi kami takut di PHK, hanya karena telat masuk kerja. Tentunya
khusus hal ini, sebagian dari anda tidak perlu absen kan?, kalo masuk
kerja? Sebab kalo sebagian besar dari kami, .. minimal dipotong uang
transport, hiks!! Belum lagi, kami suka malu bila harus melewati
resepsionis nan cantik yang menutup hidung kecil mereka, karena mereka
mencium aroma knalpot dan ‘bau matahari’ dari jaket lusuh kami. Walau
deodorant 5 ribuan telah kami semprot, tentu tidak sebanding dg parfum
mobil anda yg 50 ribuan plus sejuknya AC mobil anda.
Kami sadar kok, kami jg suka keterlaluan. Tapi kami juga gak pernah
memprotes roda empat. Kami cukup tau diri kok, dengan pajak yg super murah
kami, sehingga kami harus rela mengalah bila berbicara tentang parkir.
Kami cukup puas dengan areal 150 x 50 cm sebagai tempat parkir kami. Tentu
berbeda dengan areal parkir bapak-ibu. Memang sih, tarif parkirnya aja
beda.
Hmmm, kami juga gak pernah protes kok, terhadap roda empat yang telah oleh
pemerintah di-anak emaskan. Jalan tol trilyunan rupiah telah dibangun,
diatas gusuran tanah dan rumah kami. Kami harus putar otak mencari tempat
tinggal bagi anak dan keluarga, hanya demi bapak-ibu bisa cepat sampai
tamasya ke ancol ataupun taman safari.
Ngomong2 tentang tamasya. Memang sih, mungkin anda sering melihat kami
berboncengan 3 atau 4 dengan putra putri kami pergi ke dufan. Tapi kami
gak yakin, apakah anda melihat kami, memijit tangan, kaki dan bahu mereka
yang kecil ditempat parkir. Ini karena cara duduk mereka yg sedikit
berakrobat di atas motor kami. Tentunya berbeda dengan lucunya putra-putri
anda yang asyik bermain game di dalam mobil, atau tidur pulas di jok
belakang.
Kami juga gak keki kok, dengan senyum kecil bapak-ibu, bila melihat kami
panik saat hujan turun. Dimana kami harus buru-buru, loncat dari motor,
buka jok motor, copot sepatu, dan mengenakan jas hujan. Terkadang kami
membayangkan, bila kami ada di posisi anda. Mau gerimis kek, mau hujan
gede kek, bodo’ amat, cukup putar tuas kecil disamping stir, maka wiper
kaca akan bekerja lembut membersihkan air di kaca depan & belakang. Aaaah
enaknyaa di mobil.
Kami juga gak protes kok, bila mungkin bapak-ibu yang terbiasa
menginstruksikan lembur kepada kami. kami cukup mengerti bila anda tidak
pernah membayangkan, betapa dinginnya pulang kerja di malam hari dengan
motor. Kami cuma berharap, bahwa petuah orang tua, yang mengatakan, kalo
kena angin malam bisa kena paru-paru basah, adalah isapan jempol semata.
Amit-amiiiit. .!
Kami juga gak protes kok, bila jari jemari anda menjentikkan abu rokoknya
lewat jendela, sehingga mengenai jaket kami. Ataupun celana kami harus
‘menerima’ sampah, yang anda buang lewat jendela. Mungkin kami dengan
jaket hitamnya, tampak seperti tong sampah kali yeee. Hi hi hi. Mohon maaf
juga bila, kami harus terlihat melotot di depan anda. Hmm sungguh, itu gak
sengaja kok, . Sebab selama naik motor, mata kami harus dipicingkan agar
tidak kena debu. Naaah begitu berhenti, secara refleks mata kami terbuka
lebar, seperti melotot, he he he.Maaf ya pak-bu. Peace !!!
Memang siiih, kami sering bikin masalah di jalan raya, tapi setidaknya,
kaum kami belum pernah punya kesempatan bikin masalah buat negara ini.
(Jadi gak enak nerusinnya)
Memang siiih, rata rata dari kami tidak berpendidikan. Walau beberapa
rekan kami masih setia berprofesi pengojek untuk mengantar kaum
berpendidikan nan terhormat ke tujuan, bila mereka diburu waktu atau
hampir terlambat.
Memang siih, rata-rata dari kami gak memiliki tata krama. Karena kami gak
punya cukup uang untuk belajar di tempat kursus kepribadian ataupun
pelatihan image development. (SD aja DO ? hiks!). Tapi setidaknya,
kami cukup tau diri kok, untuk tetap menganggukan kepala kepada bapak-ibu
duluan plus senyum manis, bila kami bertemu anda di koridor kantor.
Ataupun menjauh dari bapak-ibu yang sedang bercengkrama di lobi menunggu
lift, karena celana dan sepatu kami tampak kotor terciprat air jalanan
akibat sedan mewah anda menyalip kami.
Namun kami cukup terhibur kok, bila kami dapat mendengar sayup sayup lagu
kesukaan kami, saat kita bersanding manis di lampu merah. Hilang rasa
penat bahu dan pinggang kami, bila dentuman sound system anda membagi
lagunya lewat kisi kisi jendela. He he he, pernah gak anda melihat kami
juga terkadang mengangguk-anggukan kepala mengikuti lagu anda, walo cuma
10-20 detik. Jadi malu……
Namun kami cukup terhibur kok, dengan sigapnya pak presiden menaiki motor
roda dua untuk meresmikan balapan mobil, hiks. Walau kami tau persis, itu
hanya gara gara terlalu banyak roda empat yang membuat jalan tol menjadi
padat. Sehingga pihak protokoler takut pak Presiden datang telat. Padahal
mesin dan knalpot mobil balap dari negara asing, udah gak sabar buat
melesat, hanya untuk bisa dibilang sebagai yang tercepat, dan rebutan
trophy segede knalpot motor untuk mereka angkat. What an ironic…..
Namun, kami cukup terhibur juga kok, dengan iklan di TV. Dimana banyak
artis nan ganteng dan cantik, artis senior maupun junior, politikus,
budayawan, berebut mengiklankan motor untuk kami. Walau kami tau persis,
gak mungkin mereka pergi shooting atau menghadiri gala dinner dengan motor
bebek. Sebab kami tau persis, mereka gak pernah direpotkan oleh naik dan
turun dari mobil, karena supir nan setia, membukakan pintu belakang bagi
mereka.
Yaahhh, kami gak bermaksud membela diri siih. Kami cuma mau sharing aja
kok, kepada anda pengendara mobil roda empat, bahwa rasa sebel, muak,
benci anda terhadap kami, sudah kami bayar kok dengan kondisi di atas.
Tuhan Maha Adil kan?
MANALAH YANG PALING DEKAT
TEMAN ATAU SAUDARAMU
DI DUNIA…DI DUNIA INI
MANALAH YANG PALING JAUH
BULAN ATAU BINTANG-BINTANG
DENGANMU…DENGAN DIRIMU
APAKAH YANG PALING BESAR
BUMI ATAU MATAHARI
PIKIRMU…COBA PIKIRKAN
APAKAH YANG PALING BERAT
BESI ATAU SEBUAH BAJA
PIKIRMU…COBA PIKIRKAN
YANG PALING DEKAT
DENGAN MANUSIA
ADALAH SEBUAH KEMATIAN
YANG PALING JAUH
DENGAN MANUSIA
ADALAH MASA LALU KITA
YANG PALING BESAR
DI DUNIA
ADALAH NAFSU MANUSIA
YANG PALING BERAT
DI DUNIA
SAAT MEMEGANG SEBUAH JANJI
See more notes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s