Ride to Sawarna : Nyaris Mengitari Banten

Posted on Updated on


Setelah dua kali hasrat untuk mengunjungi Sawarna tertunda, kali ini untuk yang ke tiga kalinya saya berhasil mewujudkannya, hehehehe. Ya, Sawarna yang merupakan sebuah desa,berada di Selatan Lebak, Banten memiliki pesona pantai yang indah. Beberapa teman bikers pun bolak-balik melakukan perjalanan kesana, hingga membuatku penasaran mengapa mereka sampai bisa balik lagi ke Sawarna. Akhirnya 2 orang sahabat yang memang memiliki hobi yang sama, bro Bayu dan bro Mahfud, bertiga rasanya ganjil, maka saya mengajak salah satu member FR2 Kaskus Chapter Tangerang yang memiliki hasrat tinggi mengunjungi Sawarna, bro Aan. Sepakat untuk berangkat tanggal 24 dan pulang keesokan harinya tanggal 25 Desember 2012.

Berhubung belum tau jalur menuju Sawarna, bahkan jalur menuju Pelabuhan Ratu saja tidak tahu, saya menanyakan rute menuju Sawarna melalui bro Gilang ‘Cherrycola’. Oleh bro Gilang kami dibuatkan maps, dilihat dari rute mapsnya cukup mudah, dari selepas Ciawi kemudian masuk ParungKuda menuju Cikidang dan tembus ke Pelabuhan Ratu hingga kemudian menyusuri pantai daerah Cisolok dan sampai di desa Sawarna, simple. Namun nyatanya, kenyataan berkata lain hahahaha. Kami agak melenceng dari rute maps yang diberikan bro Gilang, kami yang harusnya melewati Parungkuda ternyata malah melewati rute Cibadak dan jalan Citarik baru sampai ke kota Pelabuhan Ratu. Saya yang belom pernah lewat cikidang pun terkecoh, pertama masuk jalanan awalnya mulus belok naik turun dengan kanan-kiri kebun “wahhh ini nih yang namanya jalur Cikidang” gumam saya, tapi rada bingung kok jalannya tapi gak lama dari itu jalanan berubah banyak lobang, gradak gruduk kemudian mulus banget eh kemudian ancur lagi jalanannya udah gitu lebih banyak rumah penduduknya, sembari jalan sambil bingung ini jalur tembusnya kemana dan merasa mulai hilang konsentrasi saya menepi disusul bro Bayu yang ikut menepi juga untuk sekedar minum dan rehat sejenak dari motor, sementara bro Mapud dan bro Aan sudah melaju jauh di depan.

Peta Awal yang ditunjukan oleh bro Gilang
Peta Awal yang ditunjukan oleh bro Gilang

“Bay, ini kok jalur nya gradak gruduk gak putus-putus nih, ini Cikidang bukan sih?” tanya saya, bro bayu dengan keheranan bilang “ini bukan Cikidang wo, Cikidang gak kayak begini”, saya pun tertawa “walah…kampret kena korban PHP, gw pikir Cikidang gak taunya bukan”. Baiklah perjalanan diteruskan berdua bro Bayu, gak sampai 10 menitan jalan akhirnya kami bertemu dengan bro mapud dan bro Aan yang nungguin kami di SPBU jalan Citarik menuju Pelabuhan Ratu. Ketika saya ceritakan bahwa rupanya ini bukan jalur Cikidang bro Mapud selaku yang dari awal berjalan paling depan tertawa “gue juga heran, kok begini yah jalannya kayaknya gue lupa juga bro, yaudah gue terusin pasti juga nembus ke Pelabuhan ratu” hahahaha kampret!. Namun benar, gak lama dari SPBU jalan Citarik tersebut kami bertemu pertigaan yang terdapat plang kalau Kiri ke Arah Surade dan Ujung Genteng lalu plang ke arah kanan Pelabuhan Ratu, kami ambil jalur kanan arah Pelabuhan ratu, gak jauh darisitu kami masuk ke Kota Pelabuhan Ratu, agak lumayan terik memang matahari pagi itu, jam saya lihat masih menunjukan pukul 8 pagi dan kami sudah menyadari sudah 2 jam lebih sedikit kami berkendara dan waktunya istirahat sejenak, eh kebetulan ketemu SPBU bagus di Pelabuhan ratu yang deket tempat pelelangan ikan, berhentilah kami disitu sekitar 10 menit untuk isi bensin dan sekedar istirahat. Kelar istirahat dan mengejar waktu target karena harus sudah sampai tujuan jam 10 pagi, kami mencoba bergegas tanpa melupakan esensi dari safety riding, jalanan dari Pelabuhan Ratu menuju Cisolok cukup enak, berliku naik turun dengan pemandangan di sisi kiri Pantai Pelabuhan Ratu pagi itu ditengah bukitnya masih ada garis-garis kabut yang rasanya kok seperti ‘memanggil’ ahh ternyata aura Pantai Pelabuhan Ratu pagi itu terasa ‘beda’ J namun segera saya hiraukan perasaan tersebut dan berkonsentrasi ke jalan.

Dari atas Cisolok menuju Sawarna
Dari atas Cisolok menuju Sawarna

Setelah melewati Cisolok kami merasa sepertinya Sawarna sudah dekat, ditandai dengan jalan yang cukup mulus di sisi tebing, namun kami bingung mana plang papan petunjuk menuju Sawarna hingga bahkan hampir menuju pantai Bayah, beberapa kali kami mencoba bertanya dengan penduduk sekitar karena sinyal seluler hilang sehingga maps pada iPad bro Bayu menjadi blank, hahahaha. Oleh salah seorang penduduk kami ditunjukan jalan masuk menuju Sawarna yang ternyata kelewat beberapa meter dari tempat kami bertanya, kami ragu sebab tak ada spanduk wisata Sawarna atau semacamnya lah, tapi warga sekitar mengiyakan kalau ini jalan menuju pantai Sawarna, jalannya offroad banget! Hancur berlubang sana sini saya pun mengeluh “gila kali yah mau liat pantai bagus aja sampe sebegininye jalanannya”, hampir setengah jam kami berkutat di jalanan hancur yang beberapa kali turunan dan tanjakan cukup tajam, bahkan ketika kami rasa “kok tidak sampai-sampai ujungnya” kami coba bertanya kembali ke penduduk sekitar lagi lagi jawaban mereka sama, “ oh iya teruss aja pak kesana”, saya menimpali “masih jauh gak pak kira2” “gak kok sekitar 10 kilometeran lah”, oke baiklah 10km, hajar bleh!! Eh kok gak sampe-sampe juga…jam sudah menujukan hampir jam 10, ditengah hampir keputus-asaan kami akhirnya kami bertemu kerumunan mobil parkir dan orang-orang ramai, yeah! Sampai juga akhirnya, ditandai dengan spanduk Selamat Datang di daerah Wisata Desa Sawarna, kami menyebrangi jembatan gantung kecil yang harus bergantian apabila motor melewatinya.

Ketika bersiap untuk pulang, sembari mengobrol dengan salah satu penjaga penginapan kami diberi saran kalau jalan yang enak memutar melewati Bayah – Malingping – Gung Kencana – Jasinga – Bogor, rute yang cukup menarik dan mengugah kami saat itu, mengikuti saran dari penjaga penginapan tersebut, awal melewati jalanan menuju Bayah memang mantap..pemandangan laut/pantai di sisi kiri bikin bilang “wuihhhh” wuaaaaaah” “anjiirrrr keren” hal itu terjadi sampai masuk ke daerah Malingping dimana kami mulai bosan dengan trek datar lurus tanpa ujung dan cuaca yang mulai panas, saya lupa di belokan mana kami mulai memasuki daerah Gunung Kencana, seru kan lewatin Gunung Kencana gak taunya banyak juga kendaraan yang lewat jalur Gunung Kencana, kebanayakn jalur tersebut menunu Rangkasbitung, jalannya sih enak, khas pengunungan jalan sempit naik turun belok-belok dan udaranya cukup sejuk, di beberapa spot kami merasa juga seperti ada di atas gunung dengan pinggir sisi kiri jurang.

Lepas dari Gunung Kencana belok kanan menuju Rangkasbitung jalur menuju Rangaksbitung mulai terasa panas dan gersang di beberapa bagian jalan terdapat jalan-jalan yang rusak namun begitu mau masuk kota Rangaksbitung barulah jalanan aspal mulus yang membuat kami girang “horee bisa nariik gas” hahahahaha. Masuk kota Rangaksbitung kami dibuat bingung dengan jalur satu arah, sempet muter 2x keliling kota sampai akhirnya nanya jalan keluar menuju Jasinga – Bogor, masuk jalur Jasinga memang menyenangkan kembali jalanan berliku dan mulus kanan-kiri kebun kelapa sawit dan kemudian mulai memasuki daerah pegunungan, entah daerah gunung apa yang membuat kami lelah karena hujan mulai turun, 2 kali ngelewatin gung kok perjalanan belum sampai juga, gilee..mau sampe rumah jam, berapa inih hahahaha. Kami agak lega ketika tiba di daerah Leuwiliang yang ebrarti sebentar lagi memasuki kota Bogor, begitu memasuki kota Bogor kami langsung mencari tempat makan, dan perjalanan melelahkan kami luapkan kepada ayam gorang dan nasi uduk! Hehehe.

Rute Saat Pulang
point D , E , F , G, H merupakan Rute Saat Pulang

Intinya perjalanan pulang jauh lebih lama dibanding berangkat, hahahaha. Selain karena jalan yang memutar juga kondisi jalanan yang kami tidak pernah tau sebelumnya, bahkan kalau ditanya saya malah lupa jalan kemarin lewat mana saja belokan-belokannya :mrgreen: namun harus saya akui jalurnya begitu menyenangkan, walaupun lebih jauh. Kami start jam 9-an dari Sawarna dan baru tiba di Kota Bogor jam 4 sore, itupun belum dihitung perjalanan ke rumah yang kurang lebih 2 jam dari Kota Bogor.

dan jangan tanyakan mengapa saya yang tinggal di Tangerang kok memilih balik ngelewatin Bogor, hahahaha padahal dari kota Rangaksbitung ke Tangerang tinggal 2 jam lagi.

Note:Bro, kok ride report kayak begini sih? | ini bukan ride report bro, ini curhatan saya :mrgreen:

About these ads

13 thoughts on “Ride to Sawarna : Nyaris Mengitari Banten

    #99 bro. said:
    December 28, 2012 at 3:58 pm

    pake PERTAMAXX GAK NI.

    Azdi - SociusRider said:
    December 28, 2012 at 4:03 pm

    gak ngajak2, kamu jahaaaddddd, jahaaaadddd…. huh

      fajardinihari88 responded:
      December 29, 2012 at 8:10 am

      dadakan cuk! 3 hari doang planingnya, nyiapin motor , cari rute dsb…

      maaf aku melupakan kamu…

      next akan ku ajak

    Triyanto Banyumasan said:
    December 29, 2012 at 8:11 am

    Kenapa lewat bogor ? Karena di bogor ada truk mogok …gakagakagakagak kuaaaattt #kabooorrr

    blognyamitra said:
    December 29, 2012 at 8:48 am

    Foto2 yg laen mana ??? koq cuman peta thok isine :)

      fajardinihari88 responded:
      December 29, 2012 at 9:06 am

      justru itu, gak ada foto, silahkan berimajinasi hahahahaha

    Leopold S said:
    April 20, 2013 at 2:54 am

    Hmm berarti lewat Legok – parung panjang lebih enak ya jalannya…

      fajardinihari88 responded:
      May 7, 2013 at 4:13 pm

      wah saya belom pernah lewat situ masbro, cuman katanya lebih rusak sih

    cumilebay.com said:
    August 12, 2013 at 3:11 pm

    Seru banget kalo ke sawarna lewat pelabuhan ratu, bisa nongkrong di tanjakan habibie. Melihat pelabuhan ratu dari atas yg menurut gw mirip banget kayak danau toba :)

      fajardinihari88 responded:
      September 9, 2013 at 8:56 pm

      Waaaaa…..didatengin om cumilebay!!!!! *siapin sajen

      Iya oms…bagi saya yang menggunakan motor bener2 harus kudu berhenti di bukit habibie…bisa mandang pelabuhan ratu dengan perahu nelayannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s